| dc.description.abstract | Persaingan bisnis era globalisasi, seperti halnya MEA (Masyarakat Ekonomi
ASEAN) dapat merubah struktur pasar dan posisi monopolistik Perhutani
terhadap produk hasil industri kayu Indonesia. Perhutani dituntut harus memiliki
standard sesuai ISO (Internasional Standar Organisasi) yang berlaku baik mutu
maupun pelayanan, di samping itu Perhutani selaku BUMN diwajibkan
melakukan survei kepuasan masyarakat secara berkala minimal satu kali setahun
sesuai Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 16 tahun 2014. Kepuasan konsumen
yang meliputi service quality, product quality dan perceived value penting dalam
mempertahankan pelanggan.
Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh service quality, product
quality dan perceived value terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan industri
kayu Perhutani, menganalisis tingkat kepuasan dan loyalitas para konsumen, serta
implikasi manajerial. Metode pengambilan sampel adalah puposive sampling
dengan sampel 51 responden konsumen industri kayu Perhutani, yang sudah
menjadi pelanggan Perhutani minimal satu tahun dengan minimum transaksi 1
kali di tahun 2015. Menggunakan empat buah teknik analisis data (SEMPLS, CSI,
CLI dan IPA).
SEMPLS menunjukkan variabel service quality dan product quality
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Variabel perceived value
tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan
tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. CSI=80,85% dan CLI=74,12%
artinya pelanggan puas dan loyal terhadap service quality, product quality serta
perceived value yang diberikan industri kayu Perhutani. Terdapat 13 atribut
prioritas utama peningkatan kinerja berdasarkan IPA yaitu: X17 (Ukuran produk
yang diterima akurat), X15 (Karyawan industri kayu Perhutani sigap dalam
menanggapi keluhan konsumen), X16 (Kecepatan pengiriman produk atau
penerimaan produk sudah dilakukan dengan baik), X14 (Kecepatan pelayanan
karyawan industri kayu Perhutani dalam hal komunikasi sudah baik), X12
(Karyawan industri kayu Perhutani memiliki pemahaman yang baik akan
kebutuhan konsumen), X13 (Karyawan industri kayu perhutani memiliki
kepedulian dan tanggung jawab), X9 (Ketersediaan informasi dokumen transaksi
dan harga yang berlaku), X10 (Ketersediaan informasi jangka waktu penyelesaian
pelayanan), X1 (Data dalam dokumen pembelian akurat), X7 (Harga yang
diberikan jelas dan dapat dipercaya), X6 (Alokasi produk kayu diberikan secara
jelas dan dapat dipercaya), X23 (Harga produk hasil industri kayu Perhutani
sesuai dengan kualitasnya) dan X22 (Harga produk hasil industri kayu Perhutani
terjangkau). | |