Show simple item record

dc.contributor.advisorAchsani, Noer Azam
dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.authorMurtiyanti, Sri
dc.date.accessioned2025-08-07T09:48:15Z
dc.date.available2025-08-07T09:48:15Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167409
dc.description.abstractRisiko kredit merupakan eksposur risiko signifikan bagi bank sejalan dengan penyaluran kredit sebagai bisnis utama yang memberikan pendapatan bunga kredit sebagai core income. Bank wajib menerapkan manajemen risiko yang efektif dengan melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko kredit yang memadai agar aktivitas usaha yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan bank atau dapat mengganggu kelangsungan usaha bank. Dalam rangka meningkatkan kemampuan bank untuk menyerap risiko, diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas permodalan bank sesuai dengan standar internasional. Peningkatan kuantitas modal dilakukan dengan membentuk tambahan modal di atas persyaratan penyediaan modal minimum sesuai profil risiko yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) apabila terjadi krisis keuangan dan ekonomi yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara risiko kredit dan kinerja rentabilitas terhadap kecukupan modal (CAR) industri perbankan di Indonesia. Data yang digunakan adalah data bulanan selama periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2014 yang bersumber dari Statistik Perbankan Indonesia, Bank Indonesia. Pada posisi 31 Desember 2014, jumlah bank di Indonesia sebanyak 119 yang didukung 19.948 jaringan kantor. Bank Indonesia mengelompokan dalam 6 kelompok bank yaitu Bank Persero (4 bank), Bank Umum Swasta Nasional Devisa/BUSN-D (38 bank), Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa/BUSN-ND (29 bank), Bank Pembangunan Daerah/BPD (26 bank), Bank Campuran (12 bank) dan Kantor Cabang Bank Asing/KCBA (10 bank). Penelitian ini menggunakan Kredit terhadap Total Aset (KTA), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai terhadap Kredit (CKPN) sebagai proksi risiko kredit, dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional/BOPO (efisiensi) dan Return on Assets/ROA sebagai proksi rentabilitas. Hasil pengujian dengan menggunakan Error Correction Model (ECM) menunjukkan bahwa risiko kredit (KTA, LDR, NPL, CKPN) dan kinerja rentabilitas (BOPO dan ROA) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kecukupan modal (CAR). Secara parsial, variabel yang berpengaruh signifikan terhadap CAR dalama jangka pendek dipengaruhi oleh karakteristik dan kompleksitas kelompok bank. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kecepatan menuju keseimbangan jangka panjang secara umum kurang dari satu tahun.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Risiko Kredit dan Rentabilitas Terhadap Kecukupan Modal Industri Perbankan Di Indonesiaid
dc.subject.keywordRiriko Kreditid
dc.subject.keywordRentabilitasid
dc.subject.keywordNon Performing Loan (Npl)id
dc.subject.keywordCapital Adequacy Raito (Car)id
dc.subject.keywordError Correction Model (Ecm)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record