| dc.description.abstract | Ketatnya tingkat persaingan industri makanan dan minuman, serta
pertumbuhan masyarakat middle class income membuat perusahaan perlu secara
konsisten meningkatkan mutu produknya dan melakukan efisiensi waktu serta
biaya produksi agar dapat bersaing lebih kompetitif. Efisiensi dan efektivitas
dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaan perlu didukung kinerja sumber
daya manusia (SDM) bermutu. Pemberian remunerasi dimaksudkan untuk
menstimulasi pegawai agar termotivasi dalam melakukan pekerjaan, sehingga
diharapkan kinerja yang akan dihasilkan pegawai jauh lebih baik dan maksimal.
Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah belum tampak jelas
peningkatan motivasi maupun produktivitas pegawai, walaupun perusahaan telah
memberikan stimulan remunerasi berupa reward, apresiasi langsung dan
tambahan poin penilaian kerja pegawai sejak tahun 2014. Untuk itu, penelitian ini
bertujuan menganalisis: (1) sikap pegawai terhadap remunerasi, motivasi dan
kinerja pegawai, (2) hubungan dan pengaruh remunerasi terhadap motivasi
pegawai, (3) hubungan dan pengaruh remunerasi terhadap kinerja pegawai dan (4)
hubungan dan pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai, serta merumuskan
upaya perusahaan guna meningkatkan kinerja pegawai.
Penelitian dilakukan di PT XYZ pada area manufaktur yang berlokasi di
Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dengan waktu pengumpulan
data penelitian pada bulan Agustus 2015. Pengambilan contoh dalam penelitian
ini menggunakan teknik stratified with purposive and convenience sampling.
Jumlah populasi 360 orang, di mana responden yang dipilih 132 orang dari 10
departemen berbeda dengan komposisi 99 orang dari jabatan staf dan 33 orang
dari jabatan supervisor. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi dan
studi pustaka. Pengukuran terhadap kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis
rentang kriteria dan metode rataan skor digunakan untuk mengukur sikap
responden terhadap peubah remunerasi, motivasi dan kinerja pegawai. Data
tersebut diolah dengan software Statistical Package for Social Science (SPSS)
versi 16.0. Analisis data untuk mengukur hubungan dan pengaruh antar peubah
dalam penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM)
dengan software Linear Structural Relationship (LISREL) versi 8.51.
Karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin pria (83%), kelompok
usia produktif antara 20-30 tahun (56%), departemen/unit kerja manufaktur
(33%), status menikah mempunyai anak (65%), masa kerja 3-7 tahun (36%),
tingkat pendidikan Sarjana (45%), domisili di kabupaten Sukabumi (81%) dan
kecamatan Cicurug (66%). Sikap responden dinyatakan dengan nilai indeks
kriteria. Rataan nilai indeks kriteria peubah remunerasi 3.25 termasuk kriteria
cukup baik. Rataan nilai indeks kriteria peubah motivasi 3.54 termasuk kriteria
baik. Rataan nilai indeks kriteria peubah kinerja pegawai 3.59, termasuk kriteria
baik. Hasil penelitian menunjukkan remunerasi memiliki hubungan positif danpengaruh nyata terhadap motivasi, serta remunerasi memiliki hubungan positif
dan pengaruh nyata terhadap kinerja pegawai. Motivasi memiliki hubungan
positif, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis
SEM menunjukkan masing-masing koefisien tertinggi, yaitu indikator upah
berdasarkan kebutuhan pada peubah remunerasi, indikator pengembangan
kemajuan individu pada peubah motivasi dan indikator ketaatan pada peubah
kinerja pegawai. Peningkatan kinerja pegawai melalui remunerasi dapat dilakukan
dengan perbaikan komponen remunerasi dengan prioritas tinggi pada upah
berdasarkan kebutuhan dan upah berdasarkan lama kerja.
Untuk itu, manajemen perusahaan sebaiknya: (1) memberikan perhatian
pada komponen remunerasi, yaitu upah menurut lama kerja dan upah berdasarkan
kebutuhan, serta mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, (2) mempertahankan
rasa tanggungjawab yang dimiliki pegawai, melakukan kaji ulang terhadap
kompetensi pegawainya, menempatkan pegawai sesuai kompetensinya dan
memberikan tantangan agar pegawai mampu merasakan bahwa pekerjaannya
sudah sesuai dengan kompetensinya, misalnya dengan cara rolling atau mutasi
kerja, (3) memberikan perhatian terhadap ketaatan pegawai dalam menjalankan
aturan perusahaan dan menaati ketentuan jam kerja dengan mengupayakan dan
menumbuhkan kesadaran pegawai melalui sosialisasi peraturan perusahaan dan
memberlakukan rewards and punishment yang sudah ditetapkan. | |