| dc.description.abstract | Peningkatan produksi dan jumlah industri makanan olahan menyebabkan
perusahaan saling bersaing dalam memaksimumkan keuntungan mereka dengan
cara melakukan efisiensi terhadap proses produksinya. Industri pengolahan daging
merupakan salah satu industri subsektor makanan yang mengalami peningkatan
persaingan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Peningkatan tersebut
diakibatkan dari pertumbuhan konsumsi daging di Indonesia. CV. Fiva Food
merupakan salah satu perusahaan di bidang makanan olahan khususnya olahan
daging yang telah lama menerapkan manajemen rantai pasok. Perusahaan perlu
melakukan pengukuran terhadap kinerja dan efisiensi rantai pasoknya yang dapat
membantu perusahaan dalam mengevaluasi kinerja rantai pasok perusahaan dalam
mencapai target yang diinginkannya.
Kinerja manajemen rantai pasok ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu
sediaan, transportasi, fasilitas dan informasi. Total biaya sediaan ditentukan
berdasarkan biaya pemesanan dan juga biaya penyimpanan. Data yang ditunjukkan
pada data salah satu bahan baku utama pada CV. Fiva Food yaitu mechanical
debone meat (MDM) menunjukkan bahwa jumlah pesanan dalam setahun yang
dilakukan oleh perusahaan cukup banyak yaitu sebanyak 68 kali pesanan. Selain
itu, rata-rata jumlah sisa penyimpanan dari proses produksi juga cukup banyak
sebesar 3.5 ton. Nilai sediaan yang berlebih dapat menyebabkan pengeluaran yang
berlebih pada perusahaan sehingga mengurangi keuntungan perusahaan, sedangkan
kekurangan sediaan dapat berdampak pada penghambatan proses produksi,
pengurangan kinerja penjualan hingga risiko kehilangan konsumen maupun
pelanggan.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja rantai pasok perusahaan
dan menentukan metode pengadaan bahan baku yang paling efisien bagi
perusahaan, serta memberikan rekomendasi bagi perusahaan dalam meningkatkan
kinerja rantai pasoknya. Penelitian menggunakan metode SCOR untuk
menganalisis kinerja rantai pasok perusahaan, serta menggunakan metode economy
order quantity (EOQ) dan metode period order quantity (POQ) yang digunakan
untuk mengetahui metode penyediaan bahan baku optimal yang dibandingkan
dengan metode perusahaan untuk ditentukan nilai yang paling efisien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan yang diukur
berdasarkan kinerja reliabilitas, responsivitas serta fleksibilitas sudah cukup baik,
namun untuk kinerja aset perusahaan seperti inventory days of supply (jumlah hari
sediaan pasokan) masih diperlukan adanya perbaikan karena menunjukkan hasil
yang kurang baik apabila dibandingkan dengan data benchmark. Kuantitas
pemesanan optimal pada bahan baku MDM menggunakan metode EOQ yaitu
sebesar 9.25 ton dengan jumlah pemesanan dalam setahun yaitu 18 kali, sedangkan
pada kuantitas pemesanan optimal pada bahan baku FQ85CL yaitu sebesar 1.12 ton
dengan jumlah pemesanan dalam setahun sebanyak 71 kali. Penggunaan metode
metode POQ menghasilkan total biaya sediaan terendah dengan penghematan
sebesar Rp 6,647,015 untuk bahan baku MDM, sedangkan untuk bahan baku...dst. | |