| dc.description.abstract | Kedelai termasuk salah satu komoditas utama karena kandungan proteinnya
yang cukup tinggi serta harganya murah sehingga cocok untuk sumber peningkatan
gizi masyarakat. Selain itu, kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang
berperan penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia
lapangan kerja dan sumber pendapatan. Isu pentingnya panganan organik serta gaya
hidup yang berorientasi pada pangan organik akhir-akhir ini mulai banyak di kotakota besar. Peningkatan ini disebabkan oleh pemahaman masyarakat yang semakin
meningkat akan bahaya yang ditimbulkan dari pertanian modern dalam jangka
waktu lama. Oleh karena itu sebagian masyarakat mulai mengubah haluan untuk
mengonsumsi pangan yang sekedar pemenuhan kebutuhan dasar namun terhadap
pertimbangan lain seperti tingkat keamanan pangan, kandungan gizi, cara
pengolahan produk dan ramah lingkungan.
Akhir-akhir ini muncul panganan turunan kedelai berlabelkan organik salah
satunya tahu organik. Produsen tahu organik menghadapi kendala dalam proses
operasi dan pemasarannya, termasuk kendala kurangnya informasi mengenai
perilaku konsumen tahu organik. Harga yang lebih mahal daripada tahu umumnya
serta pasar yang masih terbatas menyebabkan tahu organik kurang dikenal
masyarakat umum.
Penelitian bertujuan 1) Mengidentifikasi karakteristik konsumen tahu, 2)
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam
membeli dan mengonsumsi tahu organik, 3) Memberikan masukan alternatif
strategi pemasaran tahu organik bagi para produsen dan pemasar sebagai implikasi
hasil penelitian. Penelitian dilakukan di wilayah Bogor dengan responden 110 ibu
rumah tangga yang dipilih secara convenience sampling, terbagi menjadi tiga
kelompok yaitu: konsumen yang belum pernah membeli namun berminat membeli,
konsumen yang belum pernah membeli namun tidak berminat membeli dan
konsumen yang sudah pernah membeli. Data dikumpulkan melalui teknik
wawancara serta dianalisis secara deskriptif dan uji regresi logistik multinomial.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden yang sudah pernah
membeli sebagian besar berada pada usia 26-35 tahun, berpendidikan perguruan
tinggi, tidak bekerja, berpendapatan 1-2.5 juta, memiliki pengetahuan tinggi,
memiliki persepsi setuju dengan skor tertinggi mengenai pertanian organik
berkelanjutan, ramah lingkungan, manfaat kesehatan dan harga yang lebih mahal.
Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan
keputusan pembelian tahu organik diantaranya pekerjaan dan pengetahuan.
Konsumen yang berpotensial membeli dan berminat membeli tahu organik terdapat
konsumen yang sudah bekerja dan konsumen yang memiliki pengetahuan tinggi
mengenai pangan organik maupun produk tahu organik. Implikasi manajerial bagi
pelaku bisnis produk tahu organik adalah lebih giat memberikan edukasi mengenai
pentingnya produk organik serta meyakinkan produk tersebut terbukti baik...dst. | |