Show simple item record

dc.contributor.advisorMa'Arif, M.Syamsul
dc.contributor.advisorHartoyo, Sri
dc.contributor.authorAdriata, Rully
dc.date.accessioned2025-08-07T09:47:59Z
dc.date.available2025-08-07T09:47:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167399
dc.description.abstractSuatu organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan dengan batasan-batasan yang dapat diidentifikasi serta bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan (Robbins 2006). Dalam suatu kerangka organisasi terdapat hubungan antara kinerja perorangan (individual performance) dengan kinerja organisasi (organization performance). Kinerja merupakan perbandingan antara hasil kerja nyata karyawan dengan standar kerja yang telah ditetapkan (Dessler 1997). Organisasi yang berhasil adalah organisasi yang mencapai tujuan bersama serta mampu memenuhi tanggung jawab sosialnya, di mana hal tersebut akan sangat bergantung pada kepemimpinan para manajer (pimpinan). Kepemimpinan menggambarkan hubungan antara pemimpin dengan para bawahannya dan bagaimana seorang pemimpin mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan dan harapan pimpinan. Pemimpin diharuskan dapat mengembangkan dan mengarahkan potensi dan kemampuan bawahannya untuk mencapai bahkan melebihi tujuan organisasi. Kualitas dari pemimpin seringkali dipandang sebagai faktor penting dari keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi. Elemen lain yang dinilai penting dalam organisasi adalah motivasi kerja. Motivasi adalah faktor yang kehadirannya dapat menimbulkan kepuasan kerja dan meningkatkan kinerja pegawai. Membangun semangat dan motivasi dapat dilakukan dengan memadukan pendekatan persuasif dan profesionalisme. Konsep tersebut harus diawali dengan membangun hubungan dan komunikasi yang baik antara pimpinan dengan seluruh karyawan, dalam hal ini dapat berupa menerima saran dan keluhan yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) merupakan hasil merger tiga BUMN yang berkecimpung di bidang ekspor, impor dan distribusi, di mana pada saat ini telah memiliki 34 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan penilaian dari kantor pusat, terdapat beberapa cabang yang memiliki prestasi yang dinilai rendah atau masih di bawah target perusahaan. Salah satu cabang dengan kinerja yang masih di bawah target perusahaan adalah cabang Makassar. Selain masih di bawah target perusahaan, kinerja cabang Makassar juga menurun selama dua tahun terakhir, hal ini dapat dilihat dari pencapaian omzet perusahaan dan laba bersih cabang Makassar. Pada tahun 2012, terlihat bahwa pencapaian target omzet cabang Makassar hanya sebesar 73.5% dari target yang telah diberikan perusahaan, demikian juga pencapaian laba bersih cabang Makassar yang hanya sebesar 84.4% dari target RKAP. Pada tahun 2013, terlihat bahwa pencapaian omzet dan laba bersih cabang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu hanya sebesar 69.9% dan 75.2%. Menurunnya kinerja organisasi mengindikasikan bahwa kinerja karyawan didalamnya juga ikut menurun. Selain itu tingkat disiplin karyawan dinilai menurun yang dapat dilihat dari tingkat mangkir karyawan yang melebihi 3%. Menurut Kirana (2013), terdapat hubungan yang kuat antara motivasi kerja terhadap disiplin kerja karyawan....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titlePengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Cabang Makasarid
dc.subject.keywordGaya Kepemimpinanid
dc.subject.keywordKinerja Pegawaiid
dc.subject.keywordMotivasiid
dc.subject.keywordSemid
dc.subject.keywordPartial Least Square (Pls)id
dc.subject.keywordAnalisis Deskriptifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record