Analisis Ekuitas Merek Restoran Fast Food Asing Waralaba Di Kota Depok
Abstract
Kebutuhan konsumen terhadap produk makanan siap saji atau instant
meningkat seiring dengan keinginan yang serba cepat dan praktis dalam penyajian
makanan. Seiring dengan serbuan budaya asing, maka jenis makanan dari negeri
asing seperti fried chicken, burger dan french fries telah banyak masuk ke
Indonesia yang dibawa oleh pengusaha-pengusaha bermodal besar dalam bentuk
restoran fast food waralaba. Keberadaan restoran fast food asing waralaba
mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini menunjukkan bahwa minat
pasar di Indonesia untuk restoran sejenis ini cukup besar.
Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) Mengukur ekuitas merek dari
restoran fast food asing waralaba di Kota Depok, (2) Menganalisis kontribusi
komponen-komponen ekuitas merek yang meliputi: Top of Mind Brand, Top of
Mind Advertising, Brand Share, Brand Used Most Often, Food Quality, Service
Quality, Layout Design, Satisfaction, Switching, Unavailability, Recommendation
dan Repeat Buying, (3) Merumuskan alternatif implikasi manajerial guna
peningkatan ekuitas merek restoran fast food asing waralaba. Ruang lingkup
penelitian ini hanya terbatas untuk mengetahui ekuitas merek restoran fast food
asing waralaba di Kota Depok yang menyediakan fast food seperti fried chicken,
burger dan french fries sebagai menu utamanya. Restoran fast food asing
waralaba yang menjadi objek penelitian adalah McDonald’s, Kentucky Fried
Chicken (KFC), California Fried Chicken (CFC), Texas Fried Chicken (TFC),
Popeye’s, A&W, American Hamburger (AH) dan Wendys.
Penelitian tentang ekuitas merek restoran fast food asing waralaba
dilakukan pada bulan April-Mei 2006 yang berlokasi di Kota Depok. Kota Depok
dibagi menjadi enam wilayah kecamatan yaitu Sawangan, Pancoran Mas,
Sukmajaya, Cimanggis, Beji dan Limo. Responden yang diambil sebagai sampel
adalah penduduk Kota Depok yang berusia lebih dari 15 sampai 55 tahun dari
semua tingkatan ekonomi, pernah membeli dan mengkonsumsi produk dari salah
satu restoran fast food asing waralaba dalam tiga bulan terakhir dan sebagai
pengambil keputusan membeli dan mengkonsumsi produk dari salah satu restoran
fast food asing waralaba. Tehnik pengambilan contoh yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu menggunakan metode multistage random sampling dimana
dalam setiap stage digunakan simple random sampling dan systematic random
sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode survei dengan wawancara secara langsung dengan
responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif
dan analisis Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan software
LISREL 8.51. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui persentase profil
responden dan persentase masing-masing komponen penyusun ekuitas merek.
Sedangkan analisis SEM digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing
komponen penyusun ekuitas merek dan nilai dari merek tersebut atau brand value.
Dari hasil uji Chi-Square didapatkan keterkaitan antara usia responden
dengan peubah Top of Mind Brand, Top of Mind Advertising, Brand Share dan Brand Used Most Often. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat keterkaitan
antara jenis kelamin dengan peubah Satisfaction. Dari hasil uji Chi-Square tidak
didapatkan keterkaitan antara tingkat pendidikan responden dengan peubahpeubah ekuitas merek. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan keterkaitan antara
status pernikahan responden dengan peubah Repeat Buying. Dari hasil uji ChiSquare tidak didapatkan keterkaitan antara memiliki anak berusia di bawah 15
tahun dengan peubah-peubah ekuitas merek. Dari hasil uji Chi-Square tidak
didapatkan keterkaitan antara jenis pekerjaan responden dengan peubah-peubah
ekuitas merek. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan keterkaitan antara
pengeluaran rutin per bulan responden dengan peubah Layout Design. Dari hasil
uji Chi-Square tidak didapatkan keterkaitan antara frekuensi makan di luar per
bulan responden dengan peubah-peubah ekuitas merek. Dari hasil uji Chi-Square
tidak didapatkan keterkaitan antara biaya makan di luar per bulan responden
dengan peubah-peubah ekuitas merek.
Hasil analisis komponen Top of Mind Brand memperlihatkan bahwa
McDonald’s merupakan merek yang paling banyak diingat pertama kali oleh
responden yaitu sebanyak 54,17 persen sedangkan dari analisis Brand Recall
diketahui merek A&W merupakan merek yang paling banyak diingat setelah
merek top of mind sebesar 18,20 persen. Hasil analisis Top of Mind Advertising
menunjukkan bahwa McDonald’s merupakan merek dengan iklan yang paling
banyak diingat pertama kali oleh responden yaitu sebanyak 70,00 persen. Untuk
peubah Brand Share KFC menempati posisi pertama dengan persentase sebesar
41,67 persen.
Data yang didapat dari analisis komponen Brand Used Most Often
menunjukkan bahwa 47,50 persen responden memilih KFC sebagai merek
restoran fast food asing waralaba yang paling sering dikunjungi. Hasil analisis
Food Quality menunjukkan bahwa 41,67 persen responden mempersepsikan
McDonald’s sebagai restoran fast food asing waralaba yang memiliki kualitas
makanan paling baik. Hasil analisis Service Quality menunjukkan bahwa 51,67
persen responden mempersepsikan McDonald’s sebagai restoran fast food asing
waralaba yang memiliki kualitas layanan yang paling baik. Hasil analisis Layout
Design menunjukkan bahwa 38,33 persen responden mempersepsikan KFC
sebagai restoran fast food asing waralaba yang memiliki kualitas desain ruangan
dan bangunan yang paling baik.
Hasil analisis Satisfaction menunjukkan bahwa responden yang sering
mengunjungi CFC ataupun Popeye’s ataupun Wendys seluruhnya merasa puas.
Untuk A&W sebanyak 87,50 persen responden merasa puas. Untuk McDonald’s
sebanyak 80,49 persen responden merasa puas. Untuk KFC sebanyak 64,29
persen responden merasa puas. Untuk TFC sebanyak 42,86 persen responden
merasa puas. Hasil analisis Switching menunjukkan bahwa untuk restoran
McDonald’s 4,88 persen responden tidak akan pindah jika menemukan restoran
lain yang memiliki kualitas lebih baik, KFC sebanyak 3,51 persen responden tidak
akan pindah, TFC sebanyak 14,29 persen responden tidak akan pindah jika
menemukan restoran lain yang memiliki kualitas lebih baik. Sedangkan Hasil
analisis Unavailability menunjukkan 19,51 persen responden yang sering
mengunjungi McDonald’s akan mencari restoran yang sama di tempat lain dan
4,88 persen tidak jadi membeli jika restoran McDonald’s yang sering dikunjungi
tersebut sedang dalam kondisi tutup (closed). Hasil analisis Recommendation menunjukkan bahwa 70,73 persen responden yang sering mengunjungi
McDonald’s pernah merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain. Hasil
analisis Repeat Buying menunjukkan bahwa masing-masing sebanyak 100 persen
responden yang sering mengunjungi CFC ataupun TFC ataupun Popeye’s ataupun
Wendys berencana kembali ke restoran fast food asing waralaba yang sering
dikunjunginya.
Berdasarkan hasil penelitian, merek restoran fast food asing waralaba
terbaik menurut responden adalah McDonald’s dengan jumlah responden sebesar
43,33 persen. KFC menempati urutan kedua dengan jumlah responden sebesar
40,00 persen. Urutan selanjutnya adalah A&W dengan jumlah responden sebesar
8,33 persen. Kemudian Wendys dengan jumlah responden sebesar 4,17 persen,
TFC dengan jumlah responden sebesar 2,50 persen, Popeye’s dengan jumlah
responden 1,67 persen. Sedangkan CFC dan AH tidak memperoleh persentase
dari responden.
Model ekuitas merek restoran fast food asing waralaba terdiri dari tiga
peubah laten eksogen yaitu Awarenees, Perceived Quality dan Loyalty. Peubah
Awareness merupakan peubah yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
ekuitas merek. Peubah ini disusun oleh tiga peubah terukur eksogen yakni Top of
Mind Brand, Top of Mind Advertising dan Brand Share. Peubah laten eksogen
Perceived Quality merupakan peubah yang paling mempengaruhi model ekuitas
merek restoran fast food asing waralaba. Peubah ini disusun empat peubah
terukur eksogen yakni Brand Used Most Often, Food Quality, Service Quality dan
Layout Design. Peubah laten eksogen Loyalty merupakan peubah yang tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan ekuitas merek. Peubah ini
disusun oleh lima peubah terukur eksogen yakni Satisfaction, Switching,
Unavailability, Recommendation dan Repeat Buying.
Restoran McDonald’s memiliki nilai merek (brand value) yang paling
tinggi dibandingkan merek restoran lainnya yaitu sebesar 185,40, kemudian
diikuti oleh KFC dengan nilai sebesar 163,13, A&W dengan nilai 42,66, Wendys
dengan nilai 15,70, TFC dengan nilai 13,16, Popeye’s dengan nilai 9,70, CFC
dengan nilai 5,41 dan AH dengan nilai 0,00. McDonald’s merupakan restoran fast
food asing waralaba yang memiliki tingkat awareness responden paling tinggi.
KFC merupakan restoran fast food asing waralaba yang memiliki tingkat
perceived quality responden paling tinggi. Wendys merupakan restoran fast food
asing waralaba yang memiliki tingkat loyalty paling tinggi.
Peubah Food Quality merupakan peubah terukur eksogen yang
mempunyai pengaruh langsung paling besar dengan nilai muatan faktor sebesar
0,72. Peubah terukur eksogen Service Quality menempati urutan kedua dalam
pengaruhnya terhadap ekuitas merek restoran fast food asing waralaba dengan
nilai koefisien sebesar 0,71. Peubah terukur eksogen Brand Used Most Often
menempati urutan ketiga dengan nilai koefisien sebesar 0,70. Peubah terukur
eksogen Layout Design menempati urutan keempat dengan nilai koefisien sebesar
0,68. Tidak semua peubah terukur eksogen memiliki pengaruh secara signifikan
terhadap pembentukan ekuitas merek restoran fast food asing waralaba.
Perusahaan yang bergerak dalam bisnis restoran fast food asing waralaba
hendaknya lebih memprioritaskan diri dalam pembentukan perceived quality
untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Bisnis restoran siap saji (fast food
restaurant) merupakan salah satu bentuk bisnis yang menawarkan komponemenunjukkan bahwa 70,73 persen responden yang sering mengunjungi
McDonald’s pernah merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain. Hasil
analisis Repeat Buying menunjukkan bahwa masing-masing sebanyak 100 persen
responden yang sering mengunjungi CFC ataupun TFC ataupun Popeye’s ataupun
Wendys berencana kembali ke restoran fast food asing waralaba yang sering
dikunjunginya.
Berdasarkan hasil penelitian, merek restoran fast food asing waralaba
terbaik menurut responden adalah McDonald’s dengan jumlah responden sebesar
43,33 persen. KFC menempati urutan kedua dengan jumlah responden sebesar
40,00 persen. Urutan selanjutnya adalah A&W dengan jumlah responden sebesar
8,33 persen. Kemudian Wendys dengan jumlah responden sebesar 4,17 persen,
TFC dengan jumlah responden sebesar 2,50 persen, Popeye’s dengan jumlah
responden 1,67 persen. Sedangkan CFC dan AH tidak memperoleh persentase
dari responden.
Model ekuitas merek restoran fast food asing waralaba terdiri dari tiga
peubah laten eksogen yaitu Awarenees, Perceived Quality dan Loyalty. Peubah
Awareness merupakan peubah yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
ekuitas merek. Peubah ini disusun oleh tiga peubah terukur eksogen yakni Top of
Mind Brand, Top of Mind Advertising dan Brand Share. Peubah laten eksogen
Perceived Quality merupakan peubah yang paling mempengaruhi model ekuitas
merek restoran fast food asing waralaba. Peubah ini disusun empat peubah
terukur eksogen yakni Brand Used Most Often, Food Quality, Service Quality dan
Layout Design. Peubah laten eksogen Loyalty merupakan peubah yang tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan ekuitas merek. Peubah ini
disusun oleh lima peubah terukur eksogen yakni Satisfaction, Switching,
Unavailability, Recommendation dan Repeat Buying.
Restoran McDonald’s memiliki nilai merek (brand value) yang paling
tinggi dibandingkan merek restoran lainnya yaitu sebesar 185,40, kemudian
diikuti oleh KFC dengan nilai sebesar 163,13, A&W dengan nilai 42,66, Wendys
dengan nilai 15,70, TFC dengan nilai 13,16, Popeye’s dengan nilai 9,70, CFC
dengan nilai 5,41 dan AH dengan nilai 0,00. McDonald’s merupakan restoran fast
food asing waralaba yang memiliki tingkat awareness responden paling tinggi.
KFC merupakan restoran fast food asing waralaba yang memiliki tingkat
perceived quality responden paling tinggi. Wendys merupakan restoran fast food
asing waralaba yang memiliki tingkat loyalty paling tinggi.
Peubah Food Quality merupakan peubah terukur eksogen yang
mempunyai pengaruh langsung paling besar dengan nilai muatan faktor sebesar
0,72. Peubah terukur eksogen Service Quality menempati urutan kedua dalam
pengaruhnya terhadap ekuitas merek restoran fast food asing waralaba dengan
nilai koefisien sebesar 0,71. Peubah terukur eksogen Brand Used Most Often
menempati urutan ketiga dengan nilai koefisien sebesar 0,70. Peubah terukur
eksogen Layout Design menempati urutan keempat dengan nilai koefisien sebesar
0,68. Tidak semua peubah terukur eksogen memiliki pengaruh secara signifikan
terhadap pembentukan ekuitas merek restoran fast food asing waralaba.
Perusahaan yang bergerak dalam bisnis restoran fast food asing waralaba
hendaknya lebih memprioritaskan diri dalam pembentukan perceived quality
untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Bisnis restoran siap saji (fast food
restaurant) merupakan salah satu bentuk bisnis yang menawarkan kompone menunjukkan bahwa 70,73 persen responden yang sering mengunjungi
McDonald’s pernah merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain. Hasil
analisis Repeat Buying menunjukkan bahwa masing-masing sebanyak 100 persen
responden yang sering mengunjungi CFC ataupun TFC ataupun Popeye’s ataupun
Wendys berencana kembali ke restoran fast food asing waralaba yang sering
dikunjunginya.
Berdasarkan hasil penelitian, merek restoran fast food asing waralaba
terbaik menurut responden adalah McDonald’s dengan jumlah responden sebesar
43,33 persen. KFC menempati urutan kedua dengan jumlah responden sebesar
40,00 persen. Urutan selanjutnya adalah A&W dengan jumlah responden sebesar
8,33 persen. Kemudian Wendys dengan jumlah responden sebesar 4,17 persen,
TFC dengan jumlah responden sebesar 2,50 persen, Popeye’s dengan jumlah
responden 1,67 persen. Sedangkan CFC dan AH tidak memperoleh persentase
dari responden.
Model ekuitas merek restoran fast food asing waralaba terdiri dari tiga
peubah laten eksogen yaitu Awarenees, Perceived Quality dan Loyalty. Peubah
Awareness merupakan peubah yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
ekuitas merek. Peubah ini disusun oleh tiga peubah terukur eksogen yakni Top of
Mind Brand, Top of Mind Advertising dan Brand Share. Peubah laten eksogen
Perceived Quality merupakan peubah yang paling mempengaruhi model ekuitas
merek restoran fast food asing waralaba. Peubah ini disusun empat peubah
terukur eksogen yakni Brand Used Most Often, Food Quality, Service Quality dan
Layout Design. Peubah laten eksogen Loyalty merupakan peubah yang tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan ekuitas merek. Peubah ini
disusun oleh lima peubah terukur eksogen yakni Satisfaction, Switching,
Unavailability, Recommendation dan Repeat Buying.
Restoran McDonald’s memiliki nilai merek (brand value) yang paling
tinggi dibandingkan merek restoran lainnya yaitu sebesar 185,40, kemudian
diikuti oleh KFC dengan nilai sebesar 163,13, A&W dengan nilai 42,66, Wendys
dengan nilai 15,70, TFC dengan nilai 13,16, Popeye’s dengan nilai 9,70, CFC
dengan nilai 5,41 dan AH dengan nilai 0,00. McDonald’s merupakan restoran fast
food asing waralaba yang memiliki tingkat awareness responden paling tinggi.
KFC merupakan restoran fast food asing waralaba yang memiliki tingkat
perceived quality responden paling tinggi. Wendys merupakan restoran fast food
asing waralaba yang memiliki tingkat loyalty paling tinggi.
Peubah Food Quality merupakan peubah terukur eksogen yang
mempunyai pengaruh langsung paling besar dengan nilai muatan faktor sebesar
0,72. Peubah terukur eksogen Service Quality menempati urutan kedua dalam
pengaruhnya terhadap ekuitas merek restoran fast food asing waralaba dengan
nilai koefisien sebesar 0,71. Peubah terukur eksogen Brand Used Most Often
menempati urutan ketiga dengan nilai koefisien sebesar 0,70. Peubah terukur
eksogen Layout Design menempati urutan keempat dengan nilai koefisien sebesar
0,68. Tidak semua peubah terukur eksogen memiliki pengaruh secara signifikan
terhadap pembentukan ekuitas merek restoran fast food asing waralaba.
Perusahaan yang bergerak dalam bisnis restoran fast food asing waralaba
hendaknya lebih memprioritaskan diri dalam pembentukan perceived quality
untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Bisnis restoran siap saji (fast food
restaurant) merupakan salah satu bentuk bisnis yang menawarkan kompone barang dan jasa yang kurang lebih sama besar porsinya. Oleh karena itu untuk
meningkatkan perceived quality, masing-masing perusahaan yang bergerak pada
bisnis restoran fast food harus senantiasa melakukan pengawasan pada kualitas
produk dan kualitas jasa (misalnya: place, people, equipment, communication
materials, symbols dan price).
Collections
- MT - Business [4109]

