| dc.description.abstract | Seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi menyebabkan
perusahaan harus terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar dapat
meningkatkan keunggulan kompetitif. Dunia bisnis adalah sebuah ruang lingkup
yang tidak akan pernah terlepas dari persaingan. Semakin berkembangnya ilmu
pengetahuan di masyarakat membuat setiap perusahaan yang terlibat dalam dunia
bisnis selalu dituntut untuk dapat berfikir ekstra agar mereka dapat tetap bertahan
di tengah ketatnya persaingan. Kondisi kompetisi yang makin ketat ini
menyebabkan perlu adanya perubahan paradigma dari daya saing berbasis sumber
daya (resource-based competitiveness) menjadi daya saing berbasis pengetahuan
(knowledge-based competitiveness).
PT Media Televisi Indonesia adalah salah satu perusahaan dalam bidang
pertelevisian nasional. Produk yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat adalah
Metro TV. Perusahaan ini memiliki lisensi siaran pada tanggal 25 Oktober 1999,
kemudian pada tanggal 25 November 2000 untuk pertama kalinya perusahaan ini
on air dan juga menjadi televisi Indonesia pertama yang menampilkan acara berita
selama 24 jam. Perusahaan ini tergolong dalam perusahaan yang bergerak pada
bidang pengetahuan (knowledge based industry). Metro TV selama ini telah
memberikan pengetahuan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Motto dari Metro
TV itu sendiri adalah “Knowledge to elevate”, hal tersebut menandakan bahwa
Metro TV ingin menjadi organisasi yang tidak hanya memberikan pengetahuan
terhadap para penontonnya tetapi juga memberikan pengetahuan pada internal
perusahaan.
Metode untuk menganalisis sumberdaya knowledge dilakukan dengan
menggunakan kerangka kerja strategi knowledge management, fokus knowledge
managemet, pengembangan knowledge Bohn, dan peta knowledge. Metode untuk
merancang knowledge management system dilakukan menggunakan Tujuh lapisan
arsitektur knowledge management system, object oriented analysis and design.
Prototipe untuk knowledge management system menggunakan bahasa
pemograman PHP.
Analisis infrastruktur teknologi informasi menunjukan bahwa Metro TV
memiliki server, PC/komputer, LAN (Local Area Network), internet, wifi, intranet,
dan website. Intranet berfungsi sebagai alat komunikasi karyawan, dan
penyebaran informasi yang bersifat pengetahuan kepada seluruh karyawan Metro
TV yang memiliki beberapa fungsi seperti kirim pesan kepada seluruh karyawan
(public message), kirim pesan pribadi (private message), cek kupon makanan, dan
mengirim file attachment.
Dalam menyelaraskan strategi knowledge dengan strategi bisnis terdapat
beberapa hal yang Metro TV ketahui, dapat lakukan, harus lakukan dan harus
diketahui. Menurut kerangka kerja strategi knowledge management Zack
menunjukan bahwa yang Metro TV ketahui adalah pencarian informasi menggunakan literature, dokumen dan para ahli, membuat berita berdasarkan
temuan dilapangan, penerapan teknologi berdasarkan kebutuhan organisasi,
membuat acara berdasarkan tuntuan, mengelola knowledge secara digital tetapi
belum terintegrasi. Pada perihal apa yang Metro TV dapat lakukan menunjukan
bahwa Metro TV dapat memberikan pelatihan, merencanakan pembangungan
Knowledge Management System, memberikan ruang untuk penyampaian ide,
membangun infrastruktur TI (Teknologi Informasi). Kemudian pada perihal apa
yang Metro TV harus lakukan menunjukan bahwa Metro TV harus melakukan
pembelajaran jurnalistik, membangun pusat knowledge, mengembangkan
kreatifitas karyawan, membentuk divisi knowledge dan mengembangkan TI.
Perihal mengenai apa yang Metro TV harus ketahui menunjukan bahwa
perusahaan harus mengetahui pencarian informasi menggunakan knowledge
management, membuat berita berdasarkan riset, peningkatkan teknologi untuk
meningkatkan keunggulan bersaing, membuat acara berdasarkan kreatifitas dan
inovasi, mengelola knowledge dengan sistem informasi terpadu.
Selanjutnya dalam mengembangkan knowledge management system harus
dirancang ingin seperti apa sistem tersebut dengan menggunakan tujuh lapisan
arsitektur knowledge management system yang menunjukan bahwa lapisan
tatapmuka menggunakan website, lapisan akses dan autentifikasi menggunakan
firewall, autentifikasi atau identitas, VPN (Virtual Private Network) untuk yang
berada diluar jaringan perusahaan, lapisan penyaringan kolaborasi dan intelegensi
menggunakan datawerehouse, meta searching, content searching, lapisan aplikasi
menggunakan forum diskusi, messanging, collaborative work tools, lapisan
transportasi menggunakan TCP/IP (Internet Protocol), lapisan perangkat tengah
menggunakan apa yang dimiliki oleh sistem operasi Windows, dan Windows
server, dan lapisan repositori menggunakan datawerehouse, knowledge server, file
server, application server, database server.
Kemudian berdasarkan analisis fokus knowledge management
menunjukan bahwa fokus knowledge management pada perusahaan adalah
personalisasi yang dimana Personalisasi ini sangat bergantung pada individu per
individu untuk berbagi pengalaman, atau pengetahuan yang mereka miliki dengan
berfokus kepada bagaimana perusahaan menghubungkan antar individu. Dalam
penggunaan personalisasi IT (Information Technology) berfungsi sebagai
pendukung untuk berkomunikasi atau memfasilitasi perpindahan knowledge
daripada menyimpan knowledge tersebut. Pendukung IT harus fokus terhadap
percakapan, video conference, forum diskusi dan mekanisme perpindahan tacit
knowledge. Bandwidth jaringan komunikasi dan jaringan yang luas diseluruh
perusahaan dan konektifitas jarak jauh sangat dibutuhkan dalam beberapa kasus.
Berdasarkan analisis pengembangan knowledge oleh Bohn menunjukan
bahwa sifat dasar produksi perusahaan berbasis keahlian, peran pekerja pada
perusahaan adalah untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi pada
perusahaan (Desentralisasi), lokasi knowledge perusahaan secara tertulis dan oral,
kebiasaan perusahaan dalam menyelesaikan masalah adalah dengan metode
scientifik yang terdapat pada database, kebiasaan tipe organisasi perusahaan
adalah dengan mekanisme yang sudah ada pada perusahaan, kesesuaian
otomatisasi tidak ada, kemudahaan transfer knowledge perusahaan rendah,
pengendalian kualitas dilakukan dengan pengendalian menggunakan perhitungan
vi
statistic, memiliki keragaman produk layak yang rendah, atau dapat dibilang tidak
memiliki banyak produk.
Kemudian pada perancangan digunakanlah metode perancangan OOAD
(object oriented analysis and design) dengan beberapa alat perancangan seperti
class diagram, event table, use case activity diagram, dan sequence diagram.
Pada class diagram terdapat 10 class antara lain pengguna, pesan, post,
administrator, diskusi, berita, attachement, reply, expert, dan pertanyaan. Pada
event table telah dianalisis kejadian apa saja yang akan terjadi terhadap knowledge
management system. Pada use case terdapat 2 aktor yaitu pengguna dan
administrator dan 23 use case antara lain login, mengatur post, membuat post,
edit post, mengatur akun, update akun, ubah password, pencarian, mengatur pesan,
mengirim pesan, menghapus pesan, bertanya kepada ahli, notifikasi, membuat
diskusi, membahas diskusi, membaca berita, membuat berita, memonitor aktivitas,
konfirmasi post. Pada activity diagram terdapat 19 diagram, antara lain adalah
sama seperti use case karena untuk activity diagram merujuk kepada use case.
Begitu pula dengan sequence diagram yang memiliki 18 diagram yang merujuk
kepada activity diagram. | |