| dc.description.abstract | Proses pemilihan pemimpin strategis di Perum BULOG dilakukan oleh Direksi
berdasarkan pertimbangan yang bersumber dari faktor keyakinan dan kepercayaan.
Faktor keyakinan mengacu pada aspek informasi faktual kepegawaian yang disusun
oleh Divisi SDM dengan dukungan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
(SIMPEG), dimana datanya meliputi keterpenuhan atas persyaratan jabatan, latar
belakang pendidikan, rekam jejak karir dan pengalaman, rekam jejak
pengembangan, rekam jejak hasil penilaian kinerja, serta data lain yang terkait,
seperti hasil evaluasi psikologi, hasil asessment dan catatan khusus menyangkut
pelanggaran disiplin yang pernah dilakukan. Faktor kepercayaan adalah merupakan
preferensi pengambil keputusan atas calon kandidat pemimpin, yang informasinya
bersumber dari hasil pengalaman pribadi melalui interaksi atau hubungan kerja
langsung yang pernah terjalin, atau berdasarkan masukan pihak ketiga yang dapat
dipercaya. Dua faktor yang melandasi munculnya keputusan dalam pemilihan
pemimpin tersebut, mengandung dua potensi permasalahan, yaitu : (1) SIMPEG,
sebagaimana tujuan awal disain dan pengembangannya hanya untuk mendukung
proses administratif pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian,
dalam proses penyiapan bahan penunjang informasi calon kandidat pemimpin,
SIMPEG hanya berfungsi sebagai penyedia data, sedangkan penyusunannya
menjadi suatu format informasi tertentu untuk disajikan kepada Direksi, disusun dan
disiapkan oleh Divisi SDM secara konvensional mandiri. Tatacara tersebut, ketika
harus dilakukan pada calon kandidat yang cukup banyak dengan keterbatasan
tenggat waktu dan keterbatasan personil yang bertugas menyusun dan
mempersiapkan hal tersebut berpotensi pada kesalahan yang berasal dari
kesalahan manusia (human error). Pada sisi pengambil keputusan, penyajian
informasi faktual dalam format cetakan (hardcopy) tidak memberikan akses segera
terhadap kebutuhan informasi, sehingga pemahaman menyangkut keunggulan
kandidat pemimpin diantara kandidat pemimpin membutuhkan lebih banyak waktu.
Ketika dihadapkan pada tenggat waktu yang sangat terbatas, kondisi tersebut dapat
mengarahkan pada dua kondisi yang sama-sama merugikan organisasi, yaitu:
keputusan yang diambil tidak melalui pertimbangan matang demi mengejar tenggat
waktu, atau tidak muncul suatu keputusan, sehingga suatu unit organisasi untuk
beberapa waktu akan mengalami kekosongan pemimpin; (2) Metode pengambilan
keputusan yang mengacu pada banyak kriteria dan keterlibatan penilaian oleh
pengambil keputusan yang bersifat samar, merupakan kombinasi untuk
menghasilkan inkonsistensi keputusan.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian dilakukan menyangkut aspek
permasalahan, yaitu (1) Belum tersedianya sistem informasi yang dapat menunjang
dan memfasilitasi proses pemilihan pemimpin; (2) Keputusan dalam memilih
pemimpin belum didukung oleh suatu metode ilmiah yang dapat
dipertanggungjawabkan dalam menghasilkan suatu rekomendasi keputusan.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menyusun rancang bangun prototipe sistem
pendukung keputusan pemilihan pemimpin Perum BULOG; (2)
Mengimplementasikan pendekatan Fuzzy AHP sebagai model dalam merumuskan
suatu rekomendasi keputusan yang terintegrasi dalam rancang bangun prototipe
sistem pendukung keputusan pemilihan pemimpin Perum BULOG. Ruang lingkup
penelitian dibatasi pada proses pemilihan pemimpin strategis Perum BULOG, yaitu
pemimpin pada jabatan jenjang utama, jenjang I, II dan III.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Dengan pendekatan
tersebut diharapkan setiap tahapan yang terjadi dalam proses pemilihan pemimpin
menyangkut siapa, apa, kapan, dimana dan bagaimana suatu permasalahan terjadi
dapat dengan jelas teridentifikasi, sehingga memungkinkan untuk menyusun suatu
rumusan solusi terbaik. Selain itu, karena berhubungan dengan rancang bangun
sistem informasi, maka penelitian juga menggunakan pendekatan pengembangan
sistem informasi, yaitu pengembangan aplikasi cepat (rapid application
development) dengan menggunakan aplikasi pengembang Microsoft Visual
Basic.Net serta mengacu pada siklus hidup pengembangan sistem (system
development life cycle).
Penelitian untuk merumuskan rancang bangun sistem pendukung keputusan
pemilihan pemimpin Perum BULOG dilakukan dalam tiga tahap, yaitu investigasi,
analisis dan disain. Tahap investigasi sistem dilakukan untuk mengetahui kelayakan
konsep solusi bagi penyelesaian permasalahan, dimana aktifitasnya meliputi studi
kelayakan organisasional, studi kelayakan teknis dan studi kelayakan operasional.
Analisis sistem merupakan studi mendalam untuk merumuskan persyaratan
fungsional yang akan digunakan sebagai dasar rancang bangun SPK pemilihan
pemimpin, meliputi analisis organisasional, analisis sistem berjalan dan analisis
persyaratan fungsional. Desain sistem adalah proses mewujudkan rancang bangun
sistem mengacu pada hasil analisis sistem, yang terdiri atas disain data, disain
proses dan disain antarmuka.
Kesimpulan penelitian adalah rumusan rancang bangun prototipe sistem
pendukung keputusan pemilihan pemimpin Perum BULOG dengan
mengintegrasikan pendekatan Fuzzy AHP. Susunan rancang bangun meliputi
proses identifikasi kandidat jabatan, kandidat pemimpin, analisis dan evaluasi
kandidat sampai dengan perumusan rekomendasi calon kandidat pemimpin.
Sedangkan model fuzzy AHP disusun atas tiga fungsi utama, meliputi fungsi
penilaian kandidat pada setiap kriteria, fungsi penghitungan bobot prioritas untuk
merumuskan rekomendasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan
mempertimbangkan masukan, serta fungsi informasi rekomendasi yang akan
menyajikan hasil rekomendasi dalam format yang mudah dipahami pengguna.
Beberapa saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah (1)
Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam atas rekomendasi yang dihasilkan sistem
mengacu pada model fuzzy AHP yang diimplementasikan, sehingga akan diketahui
sejauh mana hasil rekomendasi tersebut dapat dijadikan pedoman; (2) Apabila
hendak diimplementasikan, proses bisnis yang selama ini dijadikan pedoman
menjadi tidak relefan, untuk itu Perum BULOG perlu menyusun dan menyesuaikan
kembali proses bisnis tersebut, sehingga maksud keberadaan rancang bangun
prototipe SPK pemilihan pemimpin dapat optimal. | |