| dc.description.abstract | PT. PPA Consultants merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di
bidang layanan jasa konsultansi, berlokasi di Jakarta. Pada mulanya bidang yang
ditangani adalah sektor pertanian, kemudian berkembang ke arah non pertanian.
Masalah yang timbul dengan luasnya bidang layanan tersebut adalah tingginya
biaya dalam mendapatkan maupun pelaksanaan proyek-proyek yang bukan
menjadi kompetensinya. Studi ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap
permasalahan tersebut dengan menawarkan konsep arsitektur strategik.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, langkah awal yang akan dilakukan
adalah mengidentifikasi bidang-bidang yang dinilai strategis, kemudian
menetapkan dua alternatif industri masa depan. Selanjutnya, dari masing-masing
industri masa depan dirancang dua alternatif arsitektur strategik dan pihak
manajemen diminta memilih salah satu yang dinilai paling memberikan manfaat.
Rumusan masalah dalam studi ini adalah: (i) kelompok bidang layanan jasa
konsultansi apa saja yang dinilai strategis dan kelompok bidang strategis mana
yang akan ditetapkan sebagai dua alternatif industri masa depan, (ii) bagaimana
industry foresight dan prakiraan konvergensi industri untuk setiap alternatif
industri masa depan tersebut, (iii) bagaimana perancangan dua alternatif arsitektur
strategik untuk setiap industri masa depan dan bagaimana memilihnya salah satu
untuk core business PPA Consultants, dan (iv) bagaimana gap kompetensi antara
yang dimiliki PPA Consultants pada saat ini dengan yang dibutuhkan pada
perancangan arsitektur strategik terpilih dan bagaimana penjabarannya ke dalam
rencana tindakan.
Tujuan dari studi ini adalah: (i) mengidentifikasi kelompok bidang layanan
jasa konsultansi yang dinilai strategis dan menetapkan dua alternatif industri masa
depan, (ii) menganalisis industry foresight dan prakiraan konvergensi industri
untuk setiap alternatif industri masa depan yang telah ditetapkan, (iii) merancang
dua alternatif arsitektur strategik untuk setiap alternatif industri masa depan dan
memilih salah satu untuk dijadikan core business PPA Consultants, dan (iv)
menganalisis gap kompetensi antara yang dimiliki PPA Consultants saat ini
dengan yang dibutuhkan pada perancangan arsitektur strategik terpilih dan
menjabarkannya ke dalam rencana tindakan.
Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metoda deskriptif melalui
studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, baik
kualitatif maupun kuantitatif. Teknik pengambilan data primer sebagian besar
dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), sebagian kecil melalui
kuesioner, indepth interview, dan brainstorming. Pemilihan responden dilakukan
melalui metoda purposive sampling.
Tahapan pelaksanaan studi ini dimulai dengan: (i) mengidentifikasi
kelompok bidang layanan jasa konsultansi yang dinilai strategis, baik yang sudah
dikerjakan PPA Consultants maupun yang belum, (ii) menetapkan dua alternatif
industri masa depan, (iii) merumuskan industry foresight dan prakiraan
konvergensi industri untuk setiap industri masa depan, (iv) merumuskan dua alternatif visi dan misi serta dua alternatif sasaran jangka panjang pada setiap
alternatif industri masa depan, (vi) merancang dua alternatif arsitektur strategik
untuk setiap alternatif industri masa depan, (vii) menetapkan kriteria AHP
(Analytical Hierarchy Process) untuk pemilihan sebuah arsitektur strategik dari
empat alternatif yang ada, (viii) menyebarkan kuesioner AHP kepada 14 orang
responden (komisaris, para direktur, para manajer, staf advisor, dan staf
profesional) untuk pemilihan sebuah arsitektur strategik, (ix) menganalisis gap
kompetensi antara yang dibutuhkan pada arsitektur strategik terpilih dengan yang
sudah ada serta menjabarkannya ke dalam rencana tindakan.
Alternatif industri masa depan yang dirumuskan adalah: (i) Industri Masa
Depan-1 meliputi usaha layanan jasa konsultansi bidang pertanian, irigasi dan
sumberdaya air dengan ruang lingkup layanan capacity building, studi, dan survei;
pendirian lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia; serta usaha
pengembangan rekayasa industri bioteknologi; (ii) Industri Masa Depan-2
meliputi usaha layanan jasa konsultansi bidang pendidikan dan kepariwisataan,
pendirian usaha agrowisata, serta pendirian lembaga pelatihan dan pendidikan.
Secara umum, prakiraan konvergensi Industri Masa Depan-1 meliputi
layanan jasa konsultansi bidang pertanian, irigasi dan sumberdaya air, serta divisi
luar negeri; pendirian lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia,
serta pengembangan industri bioteknologi. Prakiraan konvergensi Industri Masa
Depan-2 meliputi layanan jasa konsultansi bidang pendidikan dan layanan jasa
konsultansi luar negeri, pendirian lembaga pelatihan dan pendidikan, serta usaha
pengembangan agrowisata.
Dari Industry Foresight-1 telah dirancang dua buah arsitektur strategik,
yaitu Arsitektur Strategik-1 dan Arsitektur Strategik-2. Adapun dari Industry
Foresight-2 juga telah dirancang dua buah arsitektur strategik, yaitu Arsitektur
Strategik-3 dan Arsitektur Strategik-4
Pada Arsitektur Strategik-1, kegiatan utamanya adalah: (i) layanan jasa
konsultansi sektor pertanian; (ii) layanan jasa konsultansi bidang irigasi dan
sumberdaya air dengan pengembangan ke arah perancang dan pengawas
konstruksi serta capacity building; (iii) layanan jasa konsultansi divisi luar negeri;
(iv) lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia; serta (v) usaha
pengembangan rekayasa industri bioteknologi. Adapun perancangan Arsitektur
Strategik-2 sama dengan Arsitektur Strategik-1 namun tanpa disertai lembaga
pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia.
Sementara itu, kegiatan Arsitektur Strategik-3 meliputi: (i) usaha layanan
jasa konsultansi bidang pendidikan, (ii) layanan jasa konsultansi divisi luar negeri,
(iii) pendirian lembaga pelatihan dan pendidikan, serta (iv) usaha pengembangan
agrowisata pendidikan. Perancangan Arsitektur Strategik-4 sama dengan
Arsitektur Strategik-3 akan tetapi tanpa adanya usaha pengembangan agrowisata
pendidikan.
Hasil pemilihan empat buah alternatif arsitektur strategik di atas oleh 14
orang responden dari jajaran manajemen PPA Consultants dengan metoda AHP,
didapatkan bahwa untuk Arsitektur Strategik-1 memperoleh bobot 0,407,
Arsitektur Strategik-2 mendapatkan 0,295, Arsitektur Strategik-3 sebesar 0,160
dan bobot Arsitektur Strategik-4 sebesar 0,138. Dengan demikian, Arsitektur
Strategik-1 (selanjutnya disebut Arsitektur Strategik PT. PPA Consultants) dipilih
sebagai core business PPA Consultants di masa depan Gap kompetensi yang harus dipenuhi adalah struktur organisasi yang ada
sekarang perlu disesuaikan termasuk penambahan dua sub organisasi, yaitu
Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, serta Usaha
Pengembangan Industri Bioteknologi. Gap kompetensi berikutnya yang harus
dipenuhi berkaitan dengan usaha jasa konsultansi adalah perekrutan staf di bidang
teknik sipil keairan, perikanan, dan statistik pertanian serta peningkatan kapasitas
para manajer dan beberapa staf profesional melalui pendidikan dan pelatihan.
Pada pendirian Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya
Manusia, gap kompetensi yang harus dipenuhi adalah pengadaan tenaga ahli
pelatihan dan instruktur. Di samping itu, perlu pengadaan prasarana dan sarana
pelatihan termasuk kelengkapan teknologi informasi. Gap kompetensi yang harus
dipenuhi pada pembangunan usaha industri bioteknologi, dalam hal ini
pengembangan komoditas hortikultura, adalah pengadaan tenaga ahli di bidang
kultur jaringan, pemasaran komoditas hortikultura, serta pengembangan
masyarakat. Di samping itu, ada tiga prasarana pokok yang harus dipenuhi, yaitu
laboratorium kultur jaringan, kebun percobaan, dan kebun produksi.
Prakiraan investasi yang diperlukan untuk melaksanakan seluruh rencana
tindakan, mulai dari usaha pengembangan jasa konsultansi sampai usaha
pengembangan industri bioteknologi adalah sekitar Rp. 14.690.000.000. | |