| dc.description.abstract | Akreditasi rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya merupakan sebuah
bentuk pengakuan secara formal kepada rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya
yang dinilai telah memenuhi standar pelayanan mutu yang ditetapkan. Sebagai
salah satu rumah sakit terakreditasi yang memberikan pelayanan kebutuhan dasar
kesehatan kepada masyarakat, RSUP Moh Hoesin Palembang dianggap telah
mampu memberikan pelayanan kesehatan yang accountable. Namun, ditemukan
keluhan-keluhan terkait pelayanan kesehatan di RSUP Moh Hoesin Palembang,
salah satunya pelayanan keperawatan. Permasalahan tersebut dapat terjadi karena
beberapa hal, antara lain perawat RSUP Moh Hoesin Palembang kurang disiplin
dalam melaksanakan tugasnya atau kurang mahirnya perawat dalam memberikan
pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi dan
menganalisis sikap perawat terhadap kedisiplinan dan pelatihan di RSUP Moh
Hoesin Palembang, (2) menganalisis perbedaan persepsi perawat sebelum dan
setelah mengikuti pelatihan, (3) menganalisis hubungan sikap perawat terhadap
kedisiplinan dengan kinerja, (4) menganalisis hubungan sikap perawat terhadap
pelatihan dengan kinerja, dan (5) merumuskan implikasi manajerial bagi pihak
RSUP Moh Hoesin Palembang.
Penelitian dilakukan di RSUP Moh Hoesin Palembang, pada bulan Maret
hingga Mei 2013. Sampel penelitian merupakan perawat yang berstatus PNS
(Pegawai Negeri Sipil). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan pengisian kuesioner berisi pernyataan-pernyataan yang diukur
dengan menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan
komputer program SPSS (Statistical Product and Service Solution) untuk menguji
validitas dan reliabilitas kuesioner, uji Chi Square, uji Wilcoxon, dan uji Rank
Spearman. Pemilihan alat analisis tersebut bertujuan untuk: (1) melihat ada
tidaknya perbedaan sikap perawat terhadap kedisiplinan dan pelatihan
berdasarkan karakteristiknya, (2) melihat perbedaan persepsi perawat sebelum dan
setelah pelatihan, dan (3) mengkaji keeratan hubungan antara variabel
kedisiplinan dan kinerja, serta variabel pelatihan dan kinerja.
Sikap perawat terhadap kedisiplinan secara umum termasuk dalam
kategori sangat baik. Namun, bila dianalisis melalui aspek moral dan pernyataan
penyusunnya, hampir 25% responden memilih bersikap netral terhadap tawaran
kerja yang lebih baik di tempat lain. Sikap perawat terhadap pelatihan secara
umum termasuk dalam kategori baik. Namun, bila dianalisis melalui aspek
perilaku setelah pelatihan dan hasil bagi organisasi, ditemukan responden yang
bersikap tidak setuju dan netral. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak
ada perbedaan sikap perawat terhadap kedisiplinan berdasarkan karakteristik.
Namun, terdapat perbedaan sikap perawat terhadap pelatihan berdasarkan
karakteristik instalasi tempat bertugas. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan yang dirasakan perawat setelah mengikuti pelatihan caring
keperawatan. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variabel kedisiplinan dan kinerja dan terdapat hubungan yang
positif antara variabel pelatihan dan kinerja. | |