| dc.description.abstract | Sektor perbankan merupakan salah satu sektor ekonomi dengan tingkat
persaingan yang sangat ketat. Kondisi tersebut mengharuskan jajaran manajemen
bank untuk menerapkan strategi yang tepat serta melakukan inovasi untuk
meningkatkan kapabilitas perusahaan dan kualitas jasa yang ditawarkan. Dari
berbagai strategi yang ada, spin-off menjadi salah satu strategi yang cukup populer
di antara perusahaan perbankan. Meskipun didasari oleh peraturan yang sama,
pelaksanaan spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) di Indonesia dilakukan dengan
tahapan dan proses yang berbeda antara masing-masing Bank Umum
Konvenional (BUK). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor-faktor yang menjadi pertimbangan di dalam implementasi strategi spin-off
atas unit usaha syariah dan mengetahui latarbelakang PT. Bank BNI Syariah dan
PT. Bank BRI Syariah mengambil strategi spin-off dengan proses yang berbeda
Dalam penelitian akan dilakukan pembahasan terhadap 2 (dua) alternatif
metode pembentukan Bank Umum Syariah (BUS), yaitu spin-off melalui badan
yang sudah ada dan melalui pembentukan badan baru, dengan mengambil studi
kasus PT. Bank BRI Syariah dan PT. Bank BNI Syariah. Kedua instansi tersebut
digunakan dalam penelitian dengan pertimbangan kedua bank umum syariah
tersebut sama-sama berasal dari bank konvensional pemerintah yang kemudian
dibentuk menjadi bank umum syariah, selain itu pembentukan kedua instansi
dilakukan pada waktu yang tidak terlalu jauh sehingga secara umum tidak
terdapat perbedaan kondisi perekonomian aatau faktor lain yang dapat
mempengaruhi pemilihan metode spin-off kedua bank.
Penelitian ini bersifat deskriptif dan proses pengumpulan data akan
dilakukan melalui 2 (dua) tahap. Narasumber yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu praktisi perbankan yang terkait dalam proses spin-off unit syariah
perbankan. Analisa tahap pertama dilakukan dengan menggunakan analisa faktor
untuk menentukan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam implementasi spinoff. Dari 23 peryataan yang diajukan dalam tahap pertama, narasumber akan
memberikan penilaian tentang faktor-faktor apa saja yang dinilai berkaitan
langsung dengan pemilihan metode spin-off. Selanjutnya pada analisa tahap kedua
digunakan metode pairwise comparison untuk menentukan faktor-faktor yang
mendasari implementasi metode spin off yang berbeda untuk masing-masing
instansi yang digunakan dalam penelitian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 23 (dua puluh tiga)
faktor yang diajukan, terdapat 6 (enam) faktor yang menjadi pertimbangan dalam
implementasi spin-off yaitu perencanaan strategis (strategic planning),
kemudahan (practicality) proses spin-off, kepentingan stakeholder (stakeholders
concern), orientasi internal, IT driven dan infrastruktur. Selain itu juga diketahui
bahwa terdapat perbedaan atas faktor yang lebih dipertimbangkan dalam
implementasi spin-off antara BUS yang dibentuk melalui badan yang sudah ada
dan melalui pembentukan badan baru. Untuk implementasi metode spin-off dengan badan usaha baru, faktor yang lebih dipertimbangkan adalah practicality,
infrastruktur dan strategic planning, sedangkan untuk implementasi metode spinoff dengan badan yang sudah ada, faktor yang lebih dipertimbangkan IT driven,
stakeholders concern, dan orientasi internal. | |