Pengembangan Model Assessment Kinerja Perusahaan Berbasis Malcom Baldrige Criteria For Performance Excellence
View/ Open
Date
2015Author
Adiwiryono, Dianita
Sukardi
Hardjomidjojo, Hartrisari
Metadata
Show full item recordAbstract
Malcom Baldrige Criteria for Performance Execellence (MBCIPE) adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Malcom Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCIPE) merupakan penuntun bagi perusahaan untuk mencapai kinerja bermutu tinggi yang terdiri dari tujuh kategori yaitu: kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pelanggan, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan, fokus tenaga kerja, fokus operasi dan hasil-hasil yaitu hasil produk dan proses, hasil-hasil fokus pada pelanggan, hasil-hasil fokus tenaga kerja, hasil kepemimpinan dan tata kelola dan hasil-hasil keuangan dan pasar.
Indonesia Quality Award Foundation (IQAF) adalah organisasi yang ditunjuk oleh NIST untuk menyelenggarakan Malcom Baldrige National Quality Award (MBNQA) di Indonesia. Proses Awarding diawali dengan Assessment oleh para Examiner atau asesor. Standarisasi indikator penilaian dibutuhkan untuk Examiner dalam melakukan Assessment kinerja perusahaan agar dapat memberikan persamaan persepsi bagi Examiner dan meminimalisir subyektifitas penilaian. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi penilaian pada kriteria proses berdasarkan dimensi ADLI (Approach, Deployment, Learning, Integration) dan kriteria hasil berdasarkan dimensi LeTCI (Level, Trend, Comparison. Integration) agar dapat memberikan persamaan persepsi bagi Examiner dan meminimalisir subyektifitas penilaian serta mengembangkan model assessment saat ini untuk mempermudah dan mempercepat penilaian.
Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menitikberatkan pada studi literatur. Hasil Penelitian adalah pemetaan indikator penilaian pada katagori proses 5 berdasarkan dimensi ADLI dan katagori hasil 7.3 berdasarkan dimensi LeTCI. Uji coba dilakukan pada katagori 5 dan 7.3.
Pemetaan katagori menghasilkan beberapa indikator penilaian yang nantinya akan menjadi dasar pemberian skor pada katagori 5.1, katagori 5.2 dan katagori 7.3. Uji coba katagori 5 dan 7.3 dilakukan pada PT. X yang telah diassessment oleh IQAF pada tahun 2014, menunjukkan perbedaan antara nilai assessment IQAF dengan model pengembangan penelitian nilai skor katagori 5.1 sebesar 0.5, katagori 5.2 sebesar 1.69 dan katagori 7.3 sebesar 4.25. Perbedaan ini disebabkan adanya indikator penilaian dan cara menghitung skor. Pada assessment IQAF, perhitungan nilai per item bukan per persyaratan sedangkan pada pengembangan model assessment hasil penelitian berdasarkan pemetaan indikator penilaian.
Collections
- MT - Business [4057]
