| dc.description.abstract | Secara keseluruhan pertumbuhan produksi teh olahan meningkat rata-rata
6.78% setiap tahunnya. Semakin meningkatnya permintaan terhadap komoditi teh
olahan menyebabkan perusahan makanan dan minuman semakin tertantang untuk
bersaing menciptakan produk baru berbasis daun teh. CV. Freshbrew Mels
Beverages adalah perusahaan yang bergerak di bidang minuman ringan yang
memproduksi minuman teh dalam kemasan. Merek produknya adalah “Mary Teh”
yang terdiri dari dua jenis minuman teh.
CV. Freshbrew Mels Beverages belum memiliki sistem distribusi yang
optimal dalam jumlah produk yang didistribusikan maupun biaya yang
dikeluarkan, serta masih menggunakan jasa ekspedisi dalam menyalurkan produk
mereka ke pasar, yaitu Jawa Tengah, Lampung dan Bali. Penggunaan jasa
ekspedisi yang meningkatkan biaya distribusi menjadi cukup tinggi dapat
menyebabkan tingginya harga produk jadi yang dipasarkan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk 1) menganalisis sistem distribusi yang digunakan oleh CV.
Freshbrew Mels Beverages dan 2) merumuskan strategi distribusi ke daerah
pemasaran dengan biaya minimum.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan
pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif meliputi analisis benchmarking,
sedangkan pendekatan kuantitatif meliputi analisis marjin distribusi, Data
Envelopment Analysis, Analytical Hierarchy Process, dan analisis finansial. Data
yang diperlukan terbagi menjadi dua bagian yaitu data primer dan data sekunder.
Data primer berupa hasil wawancara dan kuisioner, sumber data berasal dari
Internal dan Eksternal CV. Freshbrew Mels Beverages. Data sekunder berupa
laporan bulanan CV. Freshbrew Mels Beverages tahun 2014 dan tahun 2015,
sumber data berasal dari internal CV. Freshbrew Mels Beverages dan studi
literatur.
Analisis benchmarking menunjukkan bahwa Orang Tua Group dengan
merek produk “Teh Gelas” dan PT. Tang Mas dengan merek produk “Frutang”
menerapkan saluran distribusi warehousing dan penggunaan distributor, CV. Budi
Djaya Pekalongan dengan merek “Teh Bandulan” menerapkan saluran distribusi
penggunaan distributor, dan CV. Freshbrew Mels Beverages menerapkan saluran
distribusi forwarder. Analisis marjin distribusi menunjukkan bahwa wilayah
distribusi dengan kinerja paling efisien adalah wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan
analisis matriks DEA, wilayah Jawa Tengah termasuk kelompok under
performing, sedangkan wilayah Lampung dan Bali termasuk kelompok effectively
managed but sales.
Hasil dari analisis AHP menunjukkan bahwa faktor kritis yang
berpengaruh terhadap tingginya biaya distribusi yang dikeluarkan adalah jumlah
distributor resmi yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis alternatif strategi dalam
AHP menunjukkan bahwa alternatif dengan nilai tertinggi adalah dengan
memperluas lokasi penjualan di daerah produksi. Analisis finansial investasi pembelian satu unit kendaraan barang menunjukkan bahwa perusahaan dapat
mengembalikan biaya investasi dalam waktu 5 tahun 6 bulan, dengan nilai Net
B/C sebesar 4.88, yang menunjukkan bahwa investasi layak untuk dijalankan.
Strategi distribusi ke daerah pemasaran untuk menghasilkan biaya minimum dapat
dilakukan dengan cara mengembangkan jaringan pasar, memilih alat transportasi
dan jasa ekspedisi, memiliki distributor resmi, meningkatkan penjualan, dan
pembangunan sistem manajemen yang terkoordinasi. | |