| dc.description.abstract | Perusahaan barang konsumsi merupakan bagian dari perusahaan
manufaktur. Perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan jasa dikarenakan
memiliki biaya produksi yang dipergunakan untuk memproduksi barang. Biaya
produksi ini yang menjadi salah satu faktor harga jual sebuah produk kepada
konsumen perusahaan. Perbedaan dengan industri lainnya, konsumen industri
barang konsumsi adalah konsumen akhir yang tersebar diberbagai wilayah
sedangkan konsumen barang industri biasanya adalah perusahaan–perusahaan
yang terkonsentrasi di satu wilayah tertentu. Agar produk yang dihasilkan
perusahaan dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat, perusahaan
perlu menjual produk dalam harga yang terjangkau. Begitu pula, untuk mencapai
konsumen barang konsumsi, perusahaan memerlukan promosi dan iklan sebagai
sarana untuk memperkenalkan produk perusahaan. Kegiatan promosi dan iklan
tersebut memerlukan biaya untuk melaksanakannya. Perusahaan juga memerlukan
saluran distribusi yang baik sebagai sarana penyaluran produk yang diproduksi
ketangan konsumen. Untuk menjadikan saluran distribusi yang baik diperlukan
biaya yang tidak sedikit. Karena itulah biaya produksi, biaya promosi, dan biaya
distribusi merupakan unsur yang penting bagi perusahaan yang bergerak di
industri barang konsumsi.
Merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk membangun kekuatan
manajemennya dengan berorientasi kepada pertumbuhan dan perkembangan
perusahaan melalui pemanfaatan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki
perusahaan. Adapun potensi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk
mencapai tujuan di atas, salah satunya adalah sumber daya keuangan yaitu modal.
Perusahaan dapat memperoleh modal untuk keberlangsungan usahanya melalui
dua bentuk yaitu melalui investasi portofolio dan investasi langsung. Investasi
portofolio dilakukan melalui pasar modal di Bursa Efek Indonesia dengan
instrument surat berharga seperti saham dan obligasi. Sedangkan investasi
langsung dikenal dengan istilah penanaman modal asing (PMA) maupun
penanaman modal dalam negeri (PMDN) yaitu bentuk investasi dengan jalan
membangun, membeli total maupun mengakuisisi perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Menganalisis adanya pengaruh
antara biaya produksi dengan penjualan perusahaan penanaman modal asing dan
penanaman modal dalam negeri, (2) Menganalisis adanya pengaruh antara biaya
promosi dengan penjualan perusahaan penanaman modal asing dan penanaman
modal dalam negeri, (3) Menganalisis adanya pengaruh antara biaya distribusi
dengan penjualan perusahaan penanaman modal asing dan penanaman modal
dalam negeri dan (4) Menganalisis adanya pengaruh secara bersama-sama antara
biaya produksi, biaya promosi, dan biaya distribusi dengan penjualan perusahaan
penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri pada industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI sebelum periode 2006 dan memformulasikan
implikasi managerial berdasarkan hasil penelitian. Obyek penelitian adalah
perusahaan–perusahaan terbuka yang termasuk pada kategori perusahaan
penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri pada industri barang
konsumsi dan terdaftar di BEI sebelum periode tahun 2006. Jumlah sampel yang
masuk dalam kriteria penelitian adalah 29 perusahaan yang terdiri dari 18
perusahaan penanaman modal asing dan 11 perusahaan penanaman modal dalam
negeri. Data yang diperlukan dan sumber data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data sekunder laporan tahunan perusahaan selama enam tahun yaitu
tahun 2007-2012. Analisa panel data model kuadrat terkecil, model efek tetap dan
model efek acak digunakan untuk mencari pengaruh biaya produksi, biaya
promosi dan biaya distribusi terhadap nilai penjualan perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan persamaan regresi
berganda data panel melalui metode model efek tetap yang telah dilakukan untuk
mengetahui adanya pengaruh biaya produksi, biaya promosi, dan biaya distribusi
terhadap nilai penjualan perusahaan maka dapat disimpulkan bahwa dengan Rsquared sebesar 99,0913% ditemukan adanya pengaruh positif variabel bebas
terhadap variabel terikat secara bersama-sama pada perusahaan penanaman modal
asing. Begitu pula pada hasil analisis perusahaan penanaman modal dalam negeri,
dengan menggunakan persamaan regresi berganda data panel model efek tetap
dengan R-squared sebesar 99.8364% diketahui adanya pengaruh biaya produksi,
biaya promosi, dan biaya distribusi secara bersama-sama terhadap nilai penjualan
perusahaan. Nilai probabilitas variabel bebas biaya produksi, biaya promosi dan
biaya distribusi pada perusahaan penanaman modal asing sebesar 0,0004; 0,0013
dan 0,0000. Hal ini berarti semua komponen variabel bebas biaya produksi, biaya
promosi dan biaya distribusi terbukti secara signifikan mempengaruhi nilai
penjualan pada perusahaan penanaman modal asing. Probabilitas variabel bebas
biaya produksi, biaya promosi dan biaya distribusi pada perusahaan penanaman
modal dalam negeri sebesar 0,0000; 0,0857 dan 0,00000. Hasil ini membuktikan
hanya komponen variabel bebas biaya produksi dan biaya distribusi yang terbukti
secara signifikan mempengaruhi nilai penjualan pada perusahaan penanaman
modal dalam negeri. Hasil penelitian menyarankan untuk implikasi managerial
adalah agar perusahaan untuk lebih meningkatkan biaya produksi, biaya promosi
dan biaya distribusi. | |