Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorRujito, Hari
dc.contributor.authorUtami, Sari Wiji
dc.date.accessioned2025-08-07T09:44:56Z
dc.date.available2025-08-07T09:44:56Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167319
dc.description.abstractTembakau Besuki Na-Oogst (BesNO) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan berorientasi ekspor di Kabupaten Jember sebagai bahan baku pembuatan cerutu. Kualitas tembakau cerutu dari Kabupaten Jember hampir 90% diminati pasar ekspor internasional. Salah satu upaya peningkatan daya saing industri tembakau BesNO adalah melalui perbaikan kinerja mutu secara berkelanjutan untuk menghasilkan produk berkualitas. PT Indonesia Bintang Baru (PT IBB) merupakan salah satu eksportir tembakau yang memperoleh bahan baku tembakau dan mengolahnya untuk diekspor. Tembakau yang diproses diantaranya tembakau BesNO dan tembakau Besuki Voor-Oogst (BesVO). PT IBB mengalami penurunan volume ekspor tembakau BesNO sebagai dampak menurunnya kinerja mutu perusahaan pada tahun 2013. Perusahaan harus membayar biaya fumigasi tambahan dalam jumlah besar kepada konsumen Belgia dikarenakan ditemukan hama Lasioderma melebihi ambang batas yang dipersyaratkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis kondisi dan gambaran sistem manajemen rantai pasokan tembakau BesNO di PT IBB; 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dan penyebab permasalahan kinerja mutu tembakau BesNO di PT IBB; 3) merumuskan strategi peningkatan daya saing berdasarkan rekomendasi perbaikan kinerja mutu tembakau BesNO di PT IBB. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai dengan Februari 2014 berlokasi di PT IBB, Jember. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan responden. Data sekunder diperoleh dari UPT PSMB-LT Jember, serta data internal perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis lingkungan perusahaan, analisis diagram mutu Ishikawa dan analisis Analitycal Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan analisis diagram mutu Ishikawa, masalah penurunan kinerja mutu PT IBB, dapat ditinjau empat permasalahan utama antara lain: 1) manajemen (management); 2) bahan baku (materials); 3) sumberdaya manusia (man power); dan 4) permesinan (machines). Analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) menghasilkan empat alternatif prioritas strategi antara lain: 1) strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (0.592); 2) strategi peningkatan sistem proses terintegrasi (0.220); 3) strategi peningkatan sarana proses produksi (0.119); dan 4) strategi peningkatan kegiatan research and development (0.069).
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Dan Operasiid
dc.titleStrategi Peningkatan Daya Saing Tembakau Besuki Na-Oogst Berbasis Perbankan Kinerja Mutu Di Pt Indonesia Bintang Biruid
dc.subject.keywordDaya Saingid
dc.subject.keywordKinerja Mutuid
dc.subject.keywordTembakau Besuki Na-Oogstid
dc.subject.keywordAhp (Analytical Hierarchy Process)id
dc.subject.keywordAnalisis Paretoid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record