| dc.contributor.advisor | Hutagaol, M.Parulian | |
| dc.contributor.advisor | Affandi, M.Joko | |
| dc.contributor.author | Wulandari, Dessy | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T09:44:52Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T09:44:52Z | |
| dc.date.issued | 2015 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167317 | |
| dc.description.abstract | Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan turut campur tangan dalam
mengatur tentang penetapan tarif premi serta ketentuan biaya akuisisi pada lini
usaha asuransi kendaraan bermotor dan harta benda serta jenis resiko khusus
meliputi banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami yang mulai
berlaku efektif tanggal 01 Maret 2014. Konsekuensi dari peraturan ini adalah
adanya peningkatan persaingan pelayanan di bagian klaim sebagai added value.
Peningkatan tuntutan peran dan beban kerja dapat memicu stres kerja pada
karyawan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi stres kerja, menganalisis
pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan serta merumuskan strategi untuk
mengelola stres kerja dan meningkatkan kinerja karyawan pada Sub Divisi Claim
Assessment Center Asuransi Kendaraan Bermotor PT Asuransi Jasa Indonesia
(Persero). Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan responden sebanyak
31 orang. Pengukuran stres kerja dilakukan dengan menggunakan alat ukur survey
diagnosis stress (SDS). Pengujian pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan
menggunakan partial least square (PLS). Alat ukur ini juga digunakan untuk
mengukur pengaruh masing-masing indikator stres kerja terhadap kinerja
karyawan.
Hasil pengujian data menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan
mengalami stres kerja pada kategori sedang. Stres kerja pada kategori sedang ini
didominasi oleh stressor ambiguitas peran dan beban kerja berlebihan kualitatif.
Stres kerja kategori tinggi ditemukan pada stressor konflik peran dan beban kerja
berlebihan kuantitatif. Hasil pengujian hubungan antar variabel penelitian dengan
menggunakan scatter plot diagram menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan
(no relationship) antara stres kerja dengan kinerja karyawan. Hasil pengujian
partial least square (PLS) dengan mengacu pada nilai t-statistik menyimpulkan
bahwa tidak ada pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. Pada penelitian
ini didapati nilai original sample sebesar 0,045734. Hal ini menjelaskan bahwa
peningkatan stres kerja mendorong peningkatan kinerja karyawan sebesar
0,045734. Nilai original sample ini relatif kecil. Berdasarkan hal itu, maka dapat
dijelaskan bahwa tidak ditemukan cukup informasi yang mendukung stres kerja
mempengaruhi kinerja karyawan. Kondisi ini juga ditegaskan dengan hasil
pengujian pengaruh masing-masing stressor yang menunjukkan bahwa tidak ada
pengaruh antara masing-masing indikator stres kerja terhadap kinerja karyawan.
Karyawan secara sadar memahami kontrak kerja dengan perusahaan sehingga
mampu mengesampingkan stres kerja yang dirasakan dan terus bekerja optimal.
Strategi pengelolaan stres kerja oleh perusahaan dapat difokuskan pada stressor
yang secara dominan menimbulkan stres kerja kategori sedang pada karyawan
yaitu stressor ambiguitas peran dan beban kerja berlebihan kualitatif.
Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan stres kerja dengan pendekatan
organisasi dan pendekatan individual. Pendekatan organisasi dapat dilakukan
dengan evaluasi atas staffing model dan pekerjaan yang ada di bagian klaim agar sesuai dengan peran dan kewenangan staff yang ditempatkan dan review atas
standar service level agreement penyelesaian klaim khususnya pada penutupan
ritel korporasi (perusahaan pembiayaan). Penguatan pengelolaan stres kerja oleh
individu dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan informal oleh perusahaan.
Penelitian ini juga merekomendasikan perusahaan untuk tetap mempertahankan
kontrak kerja antara karyawan dengan perusahaan yang memuat reward dan
punishment untuk mendorong penguatan faktor individual dalam mencapai kinerja
optimal. Nilai R-Square model penelitian sebesar 0,2% yang berarti bahwa stres
kerja mampu menjelaskan variabel kinerja sebesar 0,20% dan selebihnya
dipengaruhi oleh variabel lainnya. Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk
memasukkan variabel lain selain stres kerja itu sendiri untuk dianalisis
pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Sumber Daya Manusia | id |
| dc.title | Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Claim Assessment Center Pt Asuransi Jasa Indonesia (Persero) | id |
| dc.subject.keyword | Stres Kerja | id |
| dc.subject.keyword | Survey Diagnosis Stress (Sds) | id |
| dc.subject.keyword | Partial Least Square (Pls) | id |
| dc.subject.keyword | Scatter Plot Diagram | id |
| dc.subject.keyword | Strategi Penanggulangan Stres | id |