| dc.description.abstract | Perkembangan dalam rantai nilai global selama beberapa dekade terakhir
telah memberikan pengaruh bagi seluruh industri, termasuk industri elektronik.
Industri elektronik Indonesia merupakan salah satu industri yang terlibat dalam
rantai nilai global. Di Indonesia, industri elektronik mampu memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan devisa nasional. Industri ini
merupakan salah satu dari sepuluh komoditas utama ekspor Indonesia, selain
tekstil, karet, sawit, dan produk unggulan lainnya.
Keterkaitan dalam rantai nilai global dapat menjadi tantangan bagi negaranegara yang berpartisipasi. Beberapa literatur mengatakan bahwa negara yang
terlibat dalam rantai nilai global tersebut tidak otomatis memperoleh keuntungan
karena banyaknya negara yang terkait dalam rantai nilai tersebut dan distribusi
nilai tambah yang tidak merata. Guna meningkatkan peran Indonesia dalam rantai
nilai global agar dapat menjadi pelaku usaha yang diperhitungkan di pasar global,
maka perlu dilakukan kajian untuk menganalisis kontribusi, keterkaitan, dan
distribusi nilai tambah dalam rantai nilai global produk elektronik.
Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) Menganalisis kontribusi industri
elektronik Indonesia terhadap industri elektronik global, 2) Menganalisis
keterkaitan industri elektronik Indonesia dengan negara lain, 3) Menganalisis
distribusi nilai tambah dalam rantai nilai global produk elektronik, dan 4)
Merumuskan implikasi manajerial dalam peningkatan peran Indonesia dalam
rantai nilai global produk elektronik. Ruang lingkup penelitian ini meliputi empat
kategori produk elektronik, yaitu peralatan listrik lain, peralatan elektronik
komputasi, semikonduktor dan integrated circuits, dan produk elektronik lain.
Pendekatan input output dengan melalui tabel Asian International Input Output
tahun 2005 digunakan untuk menganalisis kontribusi masing-masing negara
dalam rantai nilai global produk elektronik, keterkaitan antar sektor, nilai tambah,
serta pengganda output dan pendapatan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia masih kurang berperan dalam
rantai nilai global produk elektronik. Kontribusi output Indonesia merupakan yang
terendah yang berdampak pada rendahnya nilai tambah yang diperoleh Indonesia.
Indonesia memiliki peran yang lebih besar sebagai pengguna input dari berbagai
sektor, baik dari negara sendiri maupun negara lain. Untuk itu, upaya
pengembangan sektor manufaktur elektronik Indonesia harus terintegrasi dengan
sektor-sektor yang berperan sebagai penyedia input bagi manufaktur elektronik
Indonesia. Sektor manufaktur peralatan elektronik komputasi dapat menjadi
prioritas utama bagi pengembangan industri elektronik Indonesia karena sektor ini
berdampak besar dalam meningkatkan perekonomian. | |