| dc.description.abstract | Pada era pasar bebas seperti sekarang ini, banyak produk impor yang masuk
ke Indonesia dengan mudah, salah satunya adalah buah-buahan impor. Buahbuahan lokal dituntut harus mampu bersaing agar dapat bertahan di pasaran
nasional atau bahkan mampu memasuki pasar internasional. Menurut Kementan
(2012), buah-buahan yang menduduki volume impor terbesar adalah buah jeruk
dan apel. Kedua jenis buah ini mengalami kenaikan volume impor yang cukup
signifikan setiap tahunnya, padahal buah ini termasuk ke dalam jenis buah-buahan
yang digemari oleh konsumen. Produksi dalam negeri buah-buahan ini tidak bisa
memenuhi kebutuhan konsumen sehingga pemerintah melakukan impor.
Ketidakmampuan buah lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumen dikarenakan
infrastruktur transportasi yang menyebabkan dari segi harga buah lokal tidak
kompetitif, selain itu kualitas, rasa, keseragaman ukuran, dan penampilan buah
lokal yang masih kalah jika dibandingkan dengan buah impor. Hal tersebut
menyebabkan terjadinya pergeseran konsumsi dari lokal menjadi impor. Oleh
karena itu, buah lokal yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah jeruk dan
apel lokal.
Membanjirnya buah impor di pasaran menyebabkan konsumen dihadapkan
pada banyak pilihan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan konsumen.
Preferensi konsumen buah merupakan tindakan seseorang untuk mengonsumsi
buah berdasarkan tingkat kesukaannya terhadap karakteristik atau atribut yang
dimiliki oleh buah tersebut. Preferensi konsumen terhadap suatu produk
mempengaruhi perilaku pembelian konsumen, yaitu sebagai penentu bagi
konsumen dalam mengambil keputusan untuk memilih maupun membeli suatu
produk. Pada penelitian ini dilakukan analisis konjoin untuk menganalisis
preferensi atau kesukaan konsumen terhadap atribut buah lokal serta faktor-faktor
yang mempengaruhinya dengan melakukan analisis diskriminan.
Faktor yang dianggap mempengaruhi preferensi konsumen terhadap buah
lokal yaitu faktor pribadi, faktor intrinsik, dan faktor ekstrinsik. Responden yang
menjadi sasaran penelitian adalah konsumen golongan menengah ke atas yang
mempunyai daya beli yang baik serta pengetahuan yang baik pula mengenai
kesehatan. Responden berdomisili di wilayah Kota Bogor dan sesuai dengan
kriteria-kriteria dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perilaku konsumsi responden terhadap buah lokal dapat dinyatakan baik, dapat
dilihat dari pembelian dan konsumsi buah-buahan lokal yang rutin dilakukan oleh
sebagian besar responden. Hal ini dapat menunjukkan bahwa responden memiliki
gaya hidup yang sehat karena responden sadar akan manfaat dari buah-buahan.
Jeruk medan, mangga harumanis, dan salak pondoh merupakan buah-buahan lokal
yang paling disukai dan sering dikonsumsi oleh responden.
Fakta lain dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelian buah
lokal rata-rata 1-2 kg untuk sekali beli, hal ini menunjukkan bahwa responden
membeli buah lokal sesuai kebutuhan karena buah segar memiliki sifat yang tidak
tahan lama atau mudah rusak. Daya beli sebagian besar responden pun sudah baik, lagipula responden penelitian merupakan golongan menengah ke atas. Sebagian
besar responden memilih untuk membeli buah lokal di supermarket dengan alasan
kedekatan dengan tempat tinggal dan kenyamanan serta praktis. Terkadang
responden masih membeli buah impor yang subsititusinya pada buah lokal sulit
untuk ditemukan, seperti buah anggur, pear, dan apel.
Berdasarkan analisis konjoin yang diperoleh dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa atribut jeruk lokal yang paling penting bagi responden secara
berurutan adalah rasa, warna, ukuran dengan karakteristik jeruk lokal yang manis,
berwarna kulit kuning, dan ukuran sedang (1kg = 8-9 buah). Sedangkan preferensi
responden terhadap atribut apel lokal berdasarkan tingkat kepentingannya, secara
berurutan adalah rasa, ukuran, dan warna dengan karakteristik apel lokal yang
disukai yaitu rasanya manis, ukurannya sedang (1kg = 6-7 buah), dan berwarna
hijau dengan semburat merah. Perilaku pembelian dan konsumsi responden
terhadap jeruk dan apel lokal juga dapat dikatakan baik. Namun sebagian besar
responden lebih banyak mengonsumsi jeruk lokal daripada apel lokal. Responden
lebih menyukai jeruk lokal karena rasanya yang lebih manis, lebih berair dan
berkualitas baik daripada jeruk impor. Sedangkan untuk apel lokal sendiri,
beberapa responden tidak menyukai apel lokal sehingga mereka lebih memilih
apel impor. Hal ini dikarenakan karena menurut responden, apel lokal rasanya
lebih asam dan keras jika dibandingkan dengan apel impor.
Analisis diskriminan dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap buah lokal,
membuat model persamaan diskriminan dan mengetahui faktor yang paling
menjadi pembeda di antara kelompok atau kategori, yaitu kelompok yang tidak
suka dan suka jeruk dan apel lokal. Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi
responden terhadap jeruk lokal adalah faktor pribadi, ekstrinsik, dan intrinsik.
Diantara ketiga faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap jeruk
lokal tersebut, faktor intrinsik yang menjadi pembeda atau yang paling dominan
mempengaruhi preferensi antar kelompok atau kategori. Fungsi diskriminan yang
terbentuk, yaitu D = -7.981 + 0.056Pribadi + 0.090Ekstrinsik + 0.418Intrinsik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi responden terhadap apel lokal
adalah faktor pribadi dan intrinsik. Diantara kedua faktor yang mempengaruhi
preferensi konsumen terhadap apel lokal tersebut, faktor intrinsik yang menjadi
pembeda antar kelompok. Fungsi diskriminan yang terbentuk, yaitu D = -7.371 +
0.081Pribadi + 0.418Intrinsik. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi yang dapat
dilakukan produsen buah lokal yang bekerjasama dengan pemerintah adalah
dengan lebih memperhatikan atribut buah lokal, dalam hal ini jeruk dan apel lokal
terutama rasa buah serta tampilan buah lokal agar dibuat lebih menarik minat
konsumen. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan rekayasa genetika.
Namun hal ini perlu untuk dipertimbangkan mengingat responden dalam
penelitian ini hanya konsumen golongan menengah ke atas. | |