Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorHendrawan, Dudi S.
dc.contributor.authorAnida, Ana
dc.date.accessioned2025-08-07T09:44:27Z
dc.date.available2025-08-07T09:44:27Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167304
dc.description.abstractPrinsip dasar dari Land Reform didasarkan kepada arti pentingnya kepemilikan (property right) terhadap aset yang dimiliki oleh masyarakat agar dapat dimanfaatkan sebagai modal (capital) dalam pengembangan usaha atau memulai suatu usaha perekonomian. Kurang memadainya luasan tanah yang dibagikan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan secara optimal, secara tidak langsung memicu banyaknya kasus pengalihan atau penjualan tanah hasil dari redistribusi tanah, hal ini tidak dapat dihindari selain dengan memberikan luasan tanah yang memenuhi standar minimum untuk usaha, yang harus disertai pula dengan upaya-upaya membuka access rakyat terhadap sumber-sumber pembiayaan, faktor-faktor produksi yang lebih berkualitas, teknologi, pasar dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui dan menganalisa faktorfaktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan penyediaan acces reform dalam program reforma agraria di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor (2) Menganalisa strategi yang menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan penyediaan Access Reform dalam program reforma agraria di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor (3) Mengetahui implementasi strategi prioritas pelaksanaan kegiatan penyediaan acces reform dalam program reforma agraria di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor (4) Merumuskan implikasi manajerial yang bisa direkomendasikan dalam kelanjutan pelaksanaan kegiatan penyediaan Access Reform dalam program reforma agraria di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner dengan alat analisis matriks IFE,EFE,SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukan, implementasi strategi prioritas pelaksanaan kegiatan penyediaan Access Reform dalam program reforma agraria di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor belum dapat dijalankan secara optimal.Diperlukan komitmen yang lebih keras lagi, khususnya bagi jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, untuk menuntaskan program reforma agraria, bukan hanya sebatas legalisasi asetnya, namun diharapkan memberikan kelanjutan kegiatannya sampai pada penyediaan Access Reform-nya. Implikasi manajerial dalam kegiatan pemberian Access Reform mengharuskan penerapan strategis secara terpadu yang dimulai dari tahapan pemetaan potensi sosial ekonomi, perumusan rencana aksi dan menjaga kesinambungan pelaksanaan kegiatan yang terkait reforma agraria . Perencanaan strategis sesuai sifatnya yang berorientasi pada pencapaian tujuan jangka menengah / panjang dan sesuai ketersediaan sumberdaya pembangunan (terutama dana), perlu dilaksanakan secara bertahap namun tetap harus terpadu, komperehensif dan berkesinambungan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleImplementasi Strategi Pengembangan Access Reform Dalam Program Reforma Agraria Di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogorid
dc.subject.keywordAccess Reformid
dc.subject.keywordBogorid
dc.subject.keywordImplementasi Strategiid
dc.subject.keywordReforma Agrariaid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordIfeid
dc.subject.keywordEfeid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record