| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan dan
switching behavior konsumen produk minuman teh dalam kemasan. Produk yang
dianalisis adalah merek yang baru muncul ke pasar yaitu Teh Pucuk Harum dan
pemimpin pasar yaitu Teh Botol Sosro.
Kepuasan konsumen merupakan salah satu faktor yang berpengaruh
terhadap loyalitas konsumen. Switching behavior sendiri adalah bentuk loyalitas
konsumen yang direpresentasikan dalam bentuk proporsi pembelian dalam kurun
waktu tertentu. Beberapa penelitian mengenai switching behavior sebelumnya
banyak dilakukan pada jasa atau produk yang switching barrier-nya mudah atau
rendah switching cost-nya. Secara spesifik, penelitian mengenai switching
behavior di Indonesia belum pernah dilakukan, terutama pada produk minuman
teh dalam kemasan. Penelitian ini dilakukan dengan mempelajari pengaruh
dimensi bauran pemasaran terhadap kepuasan dan switching behavior konsumen.
Metode penelitian adalah dengan metode survei dan wawancara pengisian
kuesioner. Jumlah responden 154 orang yang ditetapkan berdasarkan metode
sampling quota dengan alokasi 40% responden dari Jakarta, 20% dari Bogor, 20%
dari Tangerang dan 20% dari Bekasi. Variabel utama penelitian adalah kualitas
produk, harga, ketersediaan, komunikasi dan reputasi merek. Variabel ini
dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif dan Structural Equation Model
(SEM).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi bauran pemasaran
yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen adalah kualitas produk
dan reputasi merek. Kepuasan konsumen produk Teh Pucuk Harum lebih tinggi
dari produk Teh Botol Sosro. Switching behavior konsumen produk teh dalam
kemasan disimpulkan masuk kategori switcher loyalty yang sangat dipengaruhi
oleh ketersediaan. Konsumen teh dalam kemasan loyalitasnya rendah dan segera
beralih ke merek lain saat merek yang diinginkan tidak tersedia.
Implikasi manajerial yang dapat direkomendasikan untuk produsen Teh
Pucuk Harum adalah mengimplementasikan sistem jaminan mutu untuk
memastikan kualitas produk konsisten terjaga. Melakukan brand campaign untuk
meningkatkan reputasi merek sebagai produk yang higiene dan berkualitas tinggi
dengan cara iklan di televisi atau program factory visit ke pabrik bagi konsumen.
Berikutnya adalah perbaikan jaringan distribusi dan penjualan untuk memastikan
ketersediaan produk saat konsumen memerlukan. | |