| dc.description.abstract | Kandura Keramik merupakan sebuah perusahaan yang berfokus di bidang
pembuatan keramik mulai dari elemen estetis hingga aksesoris dengan berbagai
konsumen yang berbeda-beda. Proyek elemen estetis dan proyek tableware
memiliki sasaran konsumen bisnis project yang terdiri dari hotel, restoran, dan
hunian. Sedangkan untuk retail tableware dan retail aksesoris, perusahaan
menjual produknya kepada konsumen retail dengan rasio umur 21-45 tahun.
Setiap sasaran yang dituju memiliki harga, desain, dan sistem penjualan yang
berbeda-beda, namun hasil dari perlakukan yang berbeda-beda tersebut, proyek
tablewarelah yang memiliki keuntungan lebih besar dibandingkan dengan
lainnya. Hal ini dikarenakan proyek tableware untuk satu konsumen dapat
memesan produk dengan jumlah yang sangat besar. Dilihat dari jumlah penjualan
tableware yang jauh lebih dominan dibandingkan yang lainnya, maka perusahaan
lebih fokus dalam memasarkan produknya dibidang tableware.
Penjualan yang flutuatif setiap tahunnya disebabkan oleh beberapa
permasalahan. Permasalahan pertama yang dialami perusahaan yaitu perusahaan
tidak mampu menjual produknya ke masyarakat Bandung dan sekitarnya. Faktor
dari pola produktif yang telah diterapkan di daerah Bandung justru menyebabkan
perusahaan harus menjual produknya ke masyarakat luar wilayah Bandung.
Berdasarkan informasi dari internal perusahaan, tahun 2005-2013 hanya 10% nya
berasal dari hotel dan restoran kota Bandung. Berbeda dengan jumlah konsumen
yang berasal dari luar wilayah Bandung yang meningkat hingga 90% dari tahun
2005-2013. Permasalahan kedua adalah perusahaan terlalu bergantung kepada
mitra bisnisnya. Selama ini untuk pemasaran perusahaan bergantung kepada rekan
bisnis online, kualitas bahan baku bergantung kepada industri keramik atau
pemasok bahan baku utama, dan pengiriman produk dengan menggunakan satu
rekanan kurir. Permasalahan yang ketiga adalah ketika dua mitra perusahaan
melakukan perubahan kebijakan bagi perusahaan. Mitra perusahaan tersebut
adalah rekanan kurir dan industri keramik. Rekanan kurir merubah kebijakan
untuk membatasi pengiriman keramik dari perusahaan. Sedangkan industri
keramik melakukan perubahan kebijakan yaitu perusahaan dapat melakukan order
keramik jika jumlah diproduksi minimum 16000 pieces per satu bentuk keramik.
Hambatan ini jelas mengganggu perusahaan karena harus mencari konsumen yang
ingin memproduksi barang dalam jumlah yang besar atau perusahaan harus bisa
mencari konsumen yang mau membeli produk dengan desain yang sama.
Hambatan ini mempengaruhi sistem produksi dan operasi perusahaan karena pada
kenyataannya perusahaan tidak sanggup memproduksi dengan kapasitas yang
sangat
Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode deskriptif
yaitu dengan mengumpulkan data melalui pendekatan studi kasus. Selain itu,
metode yang dilakukan juga menggunakan kombinasi pendekatan benchmarking
dan business model canvas melalui wawancara dan FGD yang dilakukan terhadap
responden. Setelah melakukan analisis business model canvas, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis SWOT pada masing-masing elemen
business model canvas (BMC).
Berdasarkan hasil penelitian, CV Kandura Keramik memiliki model bisnis
dimana konsumen bisnis project dan konsumen retail sebagai customer
segmentations perusahaan, dengan value propositions produk keramik tableware
memiliki desain yang kontemporer, bentuk, pewarnaan yang unik dan bahan baku
terstandarisasi. Untuk menghasil value prepositions yang sempurna perusahaan
menggunakan key activities yang dimulai dari tahap desain, art work, eksperimen,
hingga memproduksi keramik. Seluruh proses ini didukung sepenuhnya oleh key
resources perusahaan yaitu SDM yang berkualitas dan ilmu pengetahuan yang
dimiliki. Perusahaan menggunakan media/ channel partner yang berasal dari
pameran dan bazar, media sosial, liputan media, website, retail store untuk
memasarkan produknya. Konsumen bisnis project merupakan konsumen utama
yang customer relationshipsnya masih menggunakan pendekatan personal. Proses
operasional perusahaan ini didukung pihak eksternal yang berperan besar dalam
produktivitas dan distribusi dimana beberapa key partnerships tersebut antara lain
manufaktur, pemasok tunggal bahan baku, retail online, dan retail offline.
Revenue streams perusahaan terbagi menjadi empat bagian yaitu project,
penjualan online dan offline, workshop serta wisata edukasi, sedangkan cost
structures yang dikeluarkan perusahaan terdiri dari gaji karyawan, operasional
kantor, operasional workshop, sewa dan hutang modal, dan rekanan manufaktur.
Terdapat sembilan elemen yang membedakan antara PT XYZ sebagai
benchmarking dengan CV Kandura Keramik yaitu 1) segmentasi berpusat pada
wisatawan dalam dan luar negeri, hotel dan restoran bintang lima, dan konsumen
online, 2) desain yang memiliki nilai estetika dan daya tahan tinggi namun tetap
mempertahankan ciri khas bernuansa Bali, 3) media yang digunakan PT XYZ
terdiri dari showroom, website, liputan media, media sosial, pameran, 4) Customer
service melalui website maupun di showroom, 5) kunci dari sumber daya yang
digunakan berasal dari bahan baku, teknik pembakaran, kualitas SDM, 6) mitra
kerja utama PT XYZ terdiri dari pemasok bahan baku, retail online dan offline,
rekanan kurir 7) pendapatan perusahaan terdiri dari project, penjualan offline dan
online, ekspor 8) kunci aktivitas PT XYZ sama dengan CV Kandura Keramik
yaitu eksperimen, desain, art work, produksi, dan quality control 9) struktur biaya
PT XYZ terdiri dari Gaji karyawan, biaya showroom, operasional kantor, sewa
dan hutang modal, serta pembayaran untuk mitra bisnis.
Strategi-strategi yang digunakan untuk menyempurnakan model bisnis
perusahaan terbagi dalam empat bagian yaitu: strategi pengembangan pasar,
strategi pemanfaatan teknologi dan peningkatan pemasaran, mencari dan
mengadakan pelatihan bagi SDM yang potensial, dan strategi peningkatan kualitas
dan kuantitas produk. | |