Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorMaulana, Agus
dc.contributor.authorPutrianti, Oktri
dc.date.accessioned2025-08-07T09:43:53Z
dc.date.available2025-08-07T09:43:53Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167286
dc.description.abstractTeh merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang sudah diakui dunia karena tingginya tingkat katekin (sebagai anti oksidan) dibandingkan dengan teh negera lain. Pada tahun 2011 Indonesia termasuk peringkat delapan besar dunia produsen teh setelah China, India, Kenya, Srilanka, Turki, Vietnam dan Iran. Perkebunan teh yang menghasilkan teh terbesar di Indonesia adalah PTPN VIII yang berada di wilayah Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat menyumbang hampir 80 persen pasokan teh nasional. Produksi teh Indonesia saat ini semakin menurun karena semakin berkurangnya areal teh akibat adanya konversi kepada komoditas lain dan adanya penurunan produktivitas tanaman. Hal tersebut berdampak pada perusahaan teh nasional terutama PTPN VIII. Dengan kondisi tersebut maka untuk meningkatkan value added dari produk teh, PTPN VIII melakukan Pengembangan komoditi teh yang berkonsentrasi pada strategi intensifikasi dan strategi vertikal. Strategi intensifikasi meliputi optimalisasi teknologi dan metode baru dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan kualitas bahan baku panen. Sedangkan strategi yang bersifat vertikal merupakan strategi membangun industri hilir teh. Pembentukan Industri Hilir Teh Walini PTPN VIII akan mampu meningkatkan nilai tambah dari produk teh itu sendiri. Meningkatnya nilai tambah dari produk PTPN VIII maka keuntungan yang diperoleh juga meningkat, sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan. Dengan menghasilkan produk olahan teh dalam bentuk teh seduh dan teh celup, PTPN VIII mampu meningkatkan nilai tambah lebih dari 200 persen dibandingkan dijual dalam bentuk raw material. Produk baru dari PTPN VIII yang dimunculkan pada tahun 2009 yaitu ready to drink mampu memberikan nilai tambah lebih dari 3000 persen. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi volume penjualan Teh RTD Walini, 2) Merumuskan strategi bersaing IHT Walini untuk meningkatkan volume penjualan Teh RTD Walini, 3) Menentukan strategi prioritas yang tepat yang dapat diterapkan oleh IHT Walini dalam upaya meningkatkan volume penjualan Teh RTD Walini. Dengan menggunakan analisis IFE dan EFE, faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari produk RTD Walini dapat di identifikasi. Kekuatan yang dimiliki RTD Walini adalah ketersediaan bahan baku, keamanan produk, kualitas produk, teh minuman kesehatan, teh walini merupakan teh organik dan perkebunan teh yang luas. Pangsa pasar rendah, riset and development rendah, regional market (fokus di Bandung), Tidak mampu memproduksi sendiri, jumlah anggota spreading sedikit dan produk kurang variatif menjadi kelemahan dari RTD Walini. Peluang yang dimiliki RTD Walini adalah adanya pesaing yang hanya berorientasi pada harga, pola hidup masyarakat, dan calon konsumen yang semakin banyak. Produk olahan teh sejenis, produk susbtitusi, pesaing dengan harga rendah, dan adanya konsumen yang sensitif terhadap harga menjadi ancaman bagi produk RTD Walini. Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan harus menerapkan strategi pertumbuhan sesuai dengan kekuatan dan peluang bisnis yang ada. Perusahaan harus mampu memanfaatkan keunggulan bersaing dengan memanfatkan berbagai kekuatan dan peluang yang dimiliki. Strategi pertumbuhan yang yang dapat digunakan meliputi pengembangan pasar, penetrasi pasar, pengembangan produk dan integrasi. Strategi prioritas yang harus dijalankan oleh Walini untuk meningkatkan penjualan IHT Walini adalah dengan memperluas pangsa pasar. Prioritas strategi tersebut dipilih berdasarkan tingkat kesesuaian dengan faktor strategis internal dan eksternal. Melaksanakan kegiatan promosi dengan menggunakan kombinasi berbagai saluran distribusi merupakan cara yang dapat diaplikasikan secara langsung dalam meningkatkan pangsa pasar produk RTD yang dihasilkan oleh IHT Walini. Kegiatan promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya melalui berbagai kegiatan atau event-event dan melalui iklan agar mampu menarik minat konsumen. Perluasan pangsa pasar yang harus dilakukan oleh IHT Walini adalah dengan memasarkan produk yang sudah ada dengan usaha pemasaran yang lebih gencar. Pasar Jawa Barat yang menjadi target pasar utama harus tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi efektivitas pemasarannya. Pengembangan pasar dengan memperkenalkan produk RTD ke wilayah geografis baru selain Jawa Barat yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas seperti kota-kota besar yang ada di Indonesia menjadi langkah yang harus dilakukan. IHT Walini harus gencar melakukan promosi ke wilayah tersebut dengan meningkatkan kerja sama dengan distributor yakni PT Atridistribusindo. Langkah selanjutnya adalah tetap menjaga kualitas produk dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen agar konsumen memiliki kepuasan yang tinggi terhadap produk RTD sehingga pangsa pasar yang diraih oleh RTD akan semakin meningkat.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Keunggulan Bersaing Teh Walini Ready To Drinkid
dc.subject.keywordWaliniid
dc.subject.keywordStrategikid
dc.subject.keywordDaya Saingid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordAhpid
dc.subject.keywordAnalisis Matriks Ifeid
dc.subject.keywordAnalisis Matriks Efeid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record