| dc.description.abstract | Ekspor Impor Pertanian Indonesia menurut sub sektor tahun 2008-2012,
total nilai ekspor US$32.48 milyar berasal dari sumbangan ekspor komoditas
perkebunan. Subsektor Perkebunan merupakan satu-satunya komoditas yang
memberikan kontribusi positif pada neraca perdangan Sektor Pertanian. Potensi
Subsektor Perkebunan yang begitu besar, tidak diimbangi dengan penanaman
modal atau investasi yang cukup. Pasar saham merupakan sumber sarana bagi
pendanaan Perusahaan untuk melakukan kegiatan pengembangan usaha, ekspansi,
penambahan modal kerja dan lain-lain.
Kemampuan produk saham di dalam mencetak return yang tinggi tidak
terlepas dari risiko, sehingga investasi produk saham dapat disebut sebagai
instrumen investasi yang berisiko. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis
pengaruh pergerakan variabel makroekonomi (Suku Bunga SBI, nilai tukar valas
Dollar Amerika, inflasi, tingkat perubahan harga minyak dan Indeks Harga Saham
Gabungan) terhadap return dan meramalkan harga saham individual Subsektor
Perkebunan; 2) menganalisis pengaruh pergerakan dan meramalkan variabel
makroekonomi terhadap INDEX proxy dari emiten terpilih. Metode analisis data
di dalam studi ini menggunakan teknik analisis model persamaan multifaktor APT
(Multivariate Regression Model), untuk mengetahui pengaruh variabel
makroekonomi (Indeks Saham Sektor Pertanian, IHSG, nilai tukar, suku bunga,
harga minyak mentah WTI dan inflasi), terhadap return saham kelompok
Subsektor Perkebunan. Hasil dari pengujian APT untuk mendapatkan seberapa
besar beta ( )ߚmasing-masing variabel makroekonomi terhadap return individual.
Dari beta variabel makroekonomi dapat dibentuk sebuah model estimasi dalam
menaksir harga baru. Tahapan selanjutnya dilakukan pembentukan indeks dari
harga saham model estimasi APT sebagai sebuah proksi. Metode Vector
Autoregression (VAR)/ Vector Error Correction Model (VECM) digunakan untuk
mengetahui respon return dan risiko saham terhadap perubahan variabel
makroekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga minyak dunia
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham perkebunan. Faktor
nilai tukar memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap emiten return
saham AALI, LSIP, SMAR, TBLA dan return INDEX proxy. Faktor SBI
berpengaruh negatif secara signifikan terhadap return TBLA. Hal yang berbeda,
faktor SBI berpengaruh positif terhadap return AALI, SMAR dan return INDEX
proxy secara signifikan. Faktor inflasi berpengaruh positif secara signifikan
terhadap return TBLA. Faktor inflasi berpengaruh negatif secara signifikan
terhadap perubahan return INDEX proxy. Faktor Indeks Pertanian berpengaruh
positif secara signifikan terhadap return AALI, LSIP, SMAR, TBLA, UNSP dan
return INDEX proxy, hasil yang berbeda return SGRO merespon negatif secara
signifikan terhadap perubahan faktor Indeks Pertanian. Faktor IHSG berpengaruh
positif dan signifikan terhadap return saham AALI, LSIP, SMAR dan return
INDEX proxy. | |