| dc.description.abstract | Permintaan kayu lapis dalam negeri tidak diimbangi dengan jumlah produksi
kayu lapis di Indonesia dikarenakan penurunan bahan baku log bulat yang
didapatkan dari hutan alam. Oleh karena itu, penggunaan kayu bulat berdiameter
kecil (small diameter log) dijadikan alternatif bahan baku kayu lapis. Salah satu
kayu bulat berdiameter kecil yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku kayu
lapis adalah kayu sengon. Masa tanam yang cepat membuat pasokan kayu sengon
tak pernah habis.
Baru-baru ini industri kayu lapis (plywood) di dalam negeri terpukul setelah
kehilangan daya saing akibat dibombardir produk impor, terutama dari China dan
Malaysia. Sejumlah penggiat usaha kayu lapis kini hanya mengandalkan pasokan
bahan baku dari hutan tanaman rakyat dengan volume yang masih sangat kecil.
PT. Rimba Falcatta Cianjur sebagai salah satu perusahaan pengelola kayu lapis
mulai terkena dampak dari turunnya produksi kayu lapis secara global.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan rantai nilai industri kayu lapis
PT. Rimba Falcatta Cianjur; (2) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal
yang berpengaruh terhadap rantai nilai kayu lapis; (3) merumuskan alternatif
strategi perbaikan terhadap rantai nilai kayu lapis di PT. Rimba Falcatta Cianjur
sehingga bisa berkelanjutan; (4) menentukan prioritas strategi yang dapat
diterapkan oleh PT. Rimba Falcatta Cianjur.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013-Februari 2014 dengan
mengambil lokasi di PT. Rimba Falcatta Cianjur. Metode penelitian yang
digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang
digunakan di dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data
primer yang digunakan di dalam penelitian ini ialah para pelaku yang ikut ambil
andil di dalam rantai nilai kayu lapis, margin dari masing-masing pelaku di dalam
rantai nilai kayu lapis, faktor internal dan eksternal dari perusahaan yang diteliti,
serta isu-isu yang timbul dari aktivitas produksi. Data sekunder yang digunakan di
dalam penelitian ini ialah sejarah perusahan. Alat analisis dalam penelitian ini
adalah analisis rantai nilai, analisis faktor internal dan eksternal, analisis SWOT,
dan analisis AHP-SWOT.
Analisis rantai nilai dilakukan untuk mengidentifikasi semua pelaku yang
berperan serta di dalam rantai nilai kayu lapis. Kemudian akan dibuat sebuah peta
yang memberikan gambaran menyeluruh dari mulai pembahanan sampai produk
kayu lapis tersebut siap untuk dijual dan dikirim.
Pada analisis lingkungan bisnis, dapat diidentifikasi beberapa faktor internal
dan faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha PT. Rimba
Falcatta Cianjur. Faktor-faktor internal yang dimiliki oleh PT. Rimba Falcatta
Cianjur terdiri dari kekuatan dan kelemahan. Kekuatan yang dimiliki perusahaan
adalah kedekatan pabrik kayu lapis dengan bahan baku dan sudah memiliki
Sistem Verifikasi Legalitas Kayu untuk melakukan penjualan eksport produk
olahan kayu. Sedangkan, kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan adalah
produktivitas dan kapasitas produksi yang masih rendah, belum adanya
penanganan limbah, supervisi yang lemah di dalam perusahaan, dan mutu yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. Faktor-faktor eksternal yang
mempengaruhi pengembangan usaha PT. Rimba Falcatta Cianjur terdiri dari
peluang dan ancaman. Peluang tersebut antara lain: masih luasnya ketersediaan
bahan baku di daerah sekitar industri, dan permintaan kayu lapis di pasar
domestik dan internasional masih sangat besar. Ancaman yang perlu diperhatikan
PT. Rimba Falcatta Cianjur adalah tumbuhnya perusahaan-perusahaan sejenis di
Indonesia, dan kenaikan UMP yang cukup signifikan dan tidak seimbang dengan
peningkatan produktivitas sehingga menyebabkan inefisiensi.
Berdasarkan analisis rantai nilai, analisis lingkungan internal dan analisis
lingkungan eksternal, dirumuskan beberapa alternatif strategi yang dapat
dilakukan oleh PT. Rimba Falcatta Cianjur, yaitu: strategi SO terdiri dari
peningkatan volume produk bersetifikasi untuk memenuhi permintaan pasar
domestik dan ekspor, strategi WO terdiri dari peningkatan kinerja karyawan,
peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi kayu lapis PT. Rimba Falcatta
Cianjur, strategi ST terdiri atas pengembangan produk baru dari pemanfaatan
limbah dan peningkatan kuaitas produk terhadap produk perusahaan sejenis, dan
strategi WT terdiri atas system rewards and punishment berdasarkan pencapaian
mutu dan volume produksi.
Analisis lanjutan untuk menentukan prioritas strategi didapatkan dari urutan
besaran nilai bobot global melalui analisis AHP-SWOT. Adapun prioritas strategi
yang dihasilkan berturut-turut adalah: (1) peningkatan kinerja karyawan; (2)
sistem rewards and punishment berdasarkan pencapaian mutu dan volume
produksi ; (3) peningkatan kapasitas kerja karyawan produksi kayu lapis PT.
Rimba Falcatta Cianjur; (4) peningkatan kualitas produk terhadap produk
perusahaan sejenis; (5) pengembangan produk baru dari pemanfaatan limbah; (6)
peningkatan volume produk bersetifikasi untuk memenuhi permintaan pasar
domestik dan ekspor. | |