| dc.description.abstract | Industri pakan ternak di dalam negeri sangat berperan dalam mendukung
industri peternakan guna ketersediaan konsumsi daging dan produk turunannya
bagi masyarakat sebagai tambahan sumber protein. Peningkatan permintaan pakan
ternak sebanding dengan peningkatan populasi ternak ayam di Kabupaten Jember.
Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi pakan ternak karena
tersedianya bahan baku, lahan, dan juga SDM yang kompeten di bidang
peternakan. UPT Produksi Peternakan dan Jasa Politeknik Negeri Jember
merupakan salah satu produsen penyedia pakan ternak di Kabupaten Jember. UPT
Produksi Peternakan dan Jasa berdiri pada bulan Nopember 2007. Konsumen
pakan ternak UPT Produksi Peternakan dan Jasa Polije terdiri dari peternak non
ruminansia maupun ruminansia, sehingga peranannya sangat penting dalam
menunjang agribisnis peternakan khususnya di Kabupaten Jember.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi rantai pasok pakan ternak
mulai dari supplier, proses produksi, distributor, sampai dengan konsumen, untuk
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi rantai pasok
pakan ternak, dan merumuskan strategi peningkatan daya saing dan efisiensi
produksi pakan ternak.
Metode penelitian menggunakan analisis Diamond Porter, IFE, EFE, IE,
SWOT, dan AHP. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tujuh prioritas alternatif
strategi peningkatan daya saing rantai pasok produk pakan ternak UPT PPJ Polije
yaitu: (1) diversifikasi pasar dengan cara mengembangkan pasar yang sudah ada
dan mencoba memasuki pasar baru, (2) diversifikasi produk dengan cara
pengembangan jenis produk yang dihasilkan, (3) meningkatkan kerjasama Polije
dengan perusahaan asing untuk mendukung permodalan dan teknologi, (4)
meningkatkan kerjasama kemitraan untuk menjaga keberlanjutan proses produksi,
(5) mengembangkan program CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai
salah satu bentuk kepedulian UPT PPJ Polije kepada lingkungan dan masyarakat,
(6) mengoptimalkan manajemen UPT PPJ Polije yang meliputi manajemen SDM,
manajemen keuangan, dan manajemen produksi, (7) membentuk integrasi antar
unit kerja dengan tujuan untuk meningkatkan keberlanjutan masing-masing unit
kerja. | |