| dc.description.abstract | Merger dan akuisisi merupakan salah satu strategi perusahaan untuk
mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan, pertumbuhan dan
diversifikasi usaha. Merger dan akuisisi dalam penelitian ini adalah merger dan
akuisisi yang dilakukan antar perusahaan dalam industri yang sama. Tujuan lain
dari merger dan akuisisi ini adalah agar perusahaan dapat bertahan dalam
persaingan bisnis yang ketat, contohnya bisnis telekomunikasi Indonesia yang telah
mengalami penetrasi pasar lebih dari 100% dan cenderung jenuh. Beberapa contoh
perusahaan telekomunikasi Indonesia yang telah melakukan merger dan akuisisi
atau diakuisisi adalah Telkom Indonesia, Indosat, SmartFren dan Bakrie Telecom.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa dampak dari merger dan
akuisisi terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan beberapa rasio keuangan,
nilai tambah perusahaan dan nilai saham fundamental sebagai proxy, DSC dan
Altman Z-Score sebagai proxy kesulitan keuangan dan pangsa pasar terhadap lima
besar operator telekomunikasi Indonesia.
Analisis menggunakan Uji T berpasangan, menunjukkan ada perbedaan yang
signifikan untuk ROA dan MVA pada Bakrie Telecom, MVA dan total Debt to
Equity Ratio pada SmartFren dan beberapa rasio keuangan, EVA, MVA, PER dan
PBV untuk Indosat dan Telkom. Perbedaan dampak pada beberapa variabel ini
disebabkan oleh perbedaan durasi pasca merger dan akuisisi untuk tiap perusahaan
yang diamati.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa DSC sebagai proxy lebih tepat untuk
menggambarkan kesulitan keuangan selama lima perusahaan-perusahaan ini
Indonesia dibandingkan dengan Altman Z-Score. Tulisan ini juga menunjukkan
tidak ada perubahan dalam pangsa pasar untuk lima perusahaan setelah merger dan
akuisisi. | |