| dc.description.abstract | Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah atau yang kemudian disingkat
LARASITA merupakan layanan pertanahan bergerak (mobile land service) yang
bersifat pro aktif. Untuk penyelenggaraan pendaftaran dan sertifikasi tanah
terhadap sisa bidang tanah yang belum terdaftar/sertifikat (pendaftaran tanah
untuk pertama kali), apabila dilaksanakan dengan menggunakan anggaran
pemerintah (APBN dan APBD) sangat terbatas, sehingga perlu upaya lain sebagai
upaya percepatan penyelenggaraan pendaftaran dan sertifikasi tanah serta
sekaligus memberikan jaminan kepuasan masyarakat. Program LARASITA
merupakan salah satu terobosan dan ketika program ini pertama kali diluncurkan
langsung mendapat sambutan antusias dari warga.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian kualitas pelayanan (publik) pendaftaran tanah untuk
pertama kali program LARASITA terhadap kepuasan masyarakat di Kota
Bandung dengan judul “Analisis Kualitas Pelayanan Program Layanan Rakyat
untuk Sertifikasi Tanah terhadap Kepuasan Masyarakat di Kota Bandung”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tanggapan masyarakat
di Kota Bandung atas kualitas pelayanan pendaftaran tanah untuk pertama kali
program LARASITA berdasarkan dimensi tangibles, reliability, responsiveness,
assurance, dan empathy, menganalisis kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
pendaftaran tanah untuk pertama kali (initial registration) program LARASITA.
Kajian ini juga menguraikan hal–hal yang perlu diperbaiki dari kualitas pelayanan
pendaftaran tanah untuk pertama kali program LARASITA di Kota Bandung
berdasarkan dimensi kualitas pelayanan tersebut dan membuktikan seberapa besar
pengaruh kualitas pelayanan pendaftaran tanah untuk pertama kali program
LARASITA terhadap kepuasan masyarakat berdasarkan dimensi tangibles,
reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Jumlah sampel yang disurvey
pada penelitian ini adalah 112 responden dari populasi masyarakat di Kota
Bandung yang pernah dilayani oleh program LARASITA. Analisis data yang
digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis top two boxes, Importance
Performance Analysis (IPA), analisis korelasi, regresi dan analisis jalur (path
analysis).
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan
antara kualitas pelayanan program LARASITA terhadap kepuasan masyarakat di
Kota Bandung, sedangkan berdasarkan perhitungan koefisien determinasi,
pengaruh variabel kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability,
responsiveness, assurance, dan empathy terhadap kepuasan masyarakat sebesar
66.6%. Jika tangible ditingkatkan maka secara signifikan akan meningkatkan
kepuasan masyarakat yang mendapatkan pelayanan LARASITA. Sesuai dengan
pendapat Parasuraman (1985) bahwa tangible (bukti langsung) dalam kualitas
layanan adalah bentuk aktualisasi nyata secara fisik dapat terlihat atau digunakan
oleh pengguna atau konsumen sesuai dengan penggunaan dan pemanfaatannya
yang dapat dirasakan membantu pelayanan yang diterima oleh orang yang menginginkan pelayanan, sehingga puas atas pelayanan yang dirasakan. Artinya
masyarakat yang mendapatkan pelayanan LARASITA di Kota Bandung secara
jelas merasakan manfaat dari tangible yang tersedia pada program LARASITA
seperti mobil LARASITA, sarana komunikasi, dan fasilitas fisik yang membantu
kelancaran program LARASITA.
Apabila reliability ditingkatkan maka secara signifikan akan meningkatkan
kepuasan masyarakat yang mendapatkan pelayanan LARASITA di Kota
Bandung. Pengaruh reliability ini merupakan dimensi yang paling rendah
pengaruhnya terhadap kepuasan masyarakat. Reliability atau keandalan
merupakan kunci sukses baiknya suatu pelayanan. Dalam proses pelayanan
LARASITA di Kota Bandung, reliability pegawai pelayanan juga masih
dikeluhkan oleh beberapa masyarakat, salah satunya adalah masalah kecakapan
pegawai.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi responsiveness dapat
meningkatkan kepuasan masyarakat yang mendapatkan pelayanan program
LARASITA, apabila pelayanannya ditingkatkan. Apabila assurance ditingkatkan,
maka secara signifikan akan meningkatkan kepuasan masyarakat yang
mendapatkan pelayanan program LARASITA di Kota Bandung. Walaupun
demikian dalam pemberian pelayanan program LARASITA, masih ditemukan
sebagian masyarakat yang kurang percaya dengan program LARASITA. Sebagian
masyarakat menganggap pembuatan sertifikat tanah itu prosedurnya berbelit-belit,
lama dan biaya mahal.
Apabila empathy ditingkatkan maka secara signifikan akan meningkatkan
kepuasan masyarakat yang mendapatkan pelayanan program LARASITA di Kota
Bandung. Dalam aktivitas pelayanan program LARASITA, masyarakat belum
banyak yang memahami tentang LARASITA yang disebabkan kurangnya
sosialisasi kepada masyarakat tentang jadwal layanan LARASITA yang
mengakibatkan partisipasi masyarakat dalam membuat sertifikat tanah kurang .
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan terdiri atas
tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dari program
LARASITA dapat dikatakan telah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan oleh
tanggapan responden terhadap masing-masing indikator setiap dimensi dari
kualitas pelayanan, kepuasan masyarakat pada program LARASITA telah cukup
baik, yang direpleksikan oleh masing-masing item pernyataan dari kepuasan
masyarakat, terdapat pengaruh atau hubungan positif dan signifikan antara
kualitas pelayanan dengan kepuasan masyarakat tentang program LARASITA.
Dimensi assurance menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi kepuasan
masyarakat terhadap program LARASITA, kemudian diikuti oleh dimensi
tangible, empathy, dan responsiveness, sementara dimensi reliability menjadi
faktor terendah yang mempengaruhi kepuasan masyarakat terhadap program
LARASITA | |