| dc.description.abstract | Tembakau adalah komoditi penting di Jember. Perusahaan yang mengelola
tembakau memberikan kontribusi bagi pendapatan nasional dan penyediaan
lapangan kerja. Gading Mas Indonesian Tobacco (GMIT) Jember merupakan
salah satu perusahaan pengelola komoditi tembakau di Kabupaten Jember.
Perusahaan GMIT mampu menyerap lebih dari 1500 tenaga kerja. PT GMIT
Jember membeli daun tembakau lokal jenis VO Kasturi dari petani dan
mengolahnya di gudang Wirolegi. Proses pengolahan tembakau dilakukan dalam
upaya memenuhi beberapa persyaratan kualitas agar produk bisa diterima oleh
perusahaan rokok. Proses pengolahan daun tembakau di gudang Wirolegi dimulai
dari proses sortasi kasar, racak, fermentasi, strip/hand strip dan packing. Olahan
tembakau jenis kasturi juga menentukan kualitas rokok kretek.
Permasalahan perusahaan di gudang tembakau adalah kualitas sumber
daya manusia, khususnya buruh. Buruh yang bekerja di gudang memiliki karakter
individu dan kemampuan yang berbeda. Selain itu juga, buruh yang bekerja
memiliki motif kerja yang bervariasi yang berdampak pada kinerja perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh karakter individu, (2)
pengaruh kemampuan kerja dan (3) pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
buruh gudang pengolahan tembakau PT GMIT Jember.
Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif dengan metode survei,
dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Perolehan data dilakukan
dengan penyebaran kuisioner secara langsung kepada responden yaitu buruh
Gudang PT GMIT Jember. Jumah sampel penelitian sebanyak 105 responden dari
total populasi 215 responden. Data diolah dengan menggunakan analisis
Structural Equation Model (SEM) dengan program AMOS versi 5 dan MS Exel
2003. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel yang mempengaruhi kinerja
buruh antara lain karakter individu (X1), kemampuan kerja (X2) dan motivasi
kerja (X3).
Hasil analisis menunjukan bahwa karakter individu dan kemampuan kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja buruh gudang Wirolegi PT GMIT Jember
dengan nilai koefisien sebesar 0.447 dan 0.508. Sedangkan motivasi tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0.073. Hal
ini dikarenakan motivasi buruh yang bekerja di gudang hanya memanfaatkan
waktu untuk mendapatkan upah dan menambah kebutuhan keluarga. Buruh
bekerja di gudang sesuai dengan minat dan tidak melihat pada latar belakang
pendidikan. Selain itu juga buruh tidak memiliki keahlian di bidang yang lain dan
juga tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat mereka. | |