Pengaruh Kurs Rupiah, Biaya Upah, dan Listrik Terhadap Modal Kerja dan Profitabilitas Pada Pt Xyz
View/ Open
Date
2015Author
Sumantri, Maman
Juanda, Bambang
Rachmina, Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Manajemen modal kerja adalah salah satu aktivitas penting dalam
mengelola perusahaan. Pengelolaan modal kerja yang baik akan menentukan
keberlangsungan operasional perusahaan dan meningkatkan profitabilitas
perusahaan. Sehat tidaknya kondisi keuangan perusahaan tergantung pada
efektivitas manajemen modal kerja.
PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi benang
jahit (sewing thread), merupakan bagian dari industri tekstil memiliki tingkat
persaingan yang cukup tinggi. Sebagai perusahaan yang mensuplai bahan baku
benang untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT), tentu tidak terlepas dari
kondisi industri TPT secara keseluruhan dan kondisi ekonomi makro yang
mempengaruhi industri itu sendiri. Naik turunnya permintaan tekstil dan produk
tekstil akan mempengaruhi tingkat produksi tekstil dan produk tekstil yang pada
akhirnya akan mempengaruhi tingkat kebutuhan bahan baku benang jahit.
Dalam membuat perencanaan laba dan modal kerja, manajemen juga
mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi makro seperti tingkat inflasi dan kurs
Rupiah per Dollar Amerika. Tingkat inflasi dipakai dalam perencanaan biaya
produksi, biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum. Kurs Rupiah per
Dollar Amerika digunakan untuk mengkonversi pos pendapatan dan biaya serta
neraca ke dalam mata uang fungsional Dollar Amerika.
Kenaikan upah minimum adalah salah satu faktor yang bisa memicu inflasi.
Bagi perusahaan manufaktur dengan total karyawan sekitar 1.022 orang, kenaikan
upah minimum akan mempengaruhi dalam penyusunan perencanaan biaya.
Kenaikan upah minimum tidak hanya akan menambah gaji pokok, tetapi juga
biaya karyawan lainnya, seperti biaya tunjangan karyawan, biaya cadangan
pensiun, biaya jasa tenaga kerja dan biaya lainnya akan turut meningkat. Begitu
pula kenaikan tarif dasar listrik sangat mempengaruhi bisnis, karena biaya tersebut
akan menambah biaya produksi.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh kurs Rupiah per
Dollar Amerika, kenaikan biaya upah dan listrik terhadap rasio modal kerja bersih
dan profitabilitas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
studi kasus. Data sekunder dikumpulkan dari bulan Januari 2009 sampai dengan
Juni 2014 dan data bulanan rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio
aktivitas, dan rasio profitabilitas dianalisis dengan regresi berganda menggunakan
Minitab 16.
Hasil penelitian menunjukkan ada kecenderungan bahwa pelemahan kurs
Rupiah per Dollar Amerika akan menurunkan rasio modal kerja bersih. Kenaikan
upah per tenaga kerja dan biaya listrik per Kwh akan meningkatkan rasio modal
kerja bersih. Namun hasil regresi tidak bisa membuktikan pengaruh variabel
tersebut terhadap rasio modal kerja bersih.
Hasil penelitian menunjukan pengaruh pelemahan kurs Rupiah per Dollar
Amerika akan menurunkan profitabilitas namun secara menguntungkan kenaikan upah per tenaga kerja dan biaya listrik per Kwh meningkatkan profitabilitas akibat
dari peningkatan produktivitas karyawan dan efisiensi pemakaian listrik. Semua
variabel bebas tersebut secara tidak signifikan mempengaruhi profitabilitas.
Hasil penelitian juga menunjukan bahwa pelemahan kurs Rupiah per Dollar
Amerika dan variabel modal kerja yang diukur dengan umur piutang, umur
persediaan, dan umur hutang dapat mempengaruhi return on asset. Pelemahan
kurs Rupiah per Dollar Amerika, umur piutang dan persediaan mempunyai
pengaruh negatif yang signifikan terhadap return on asset. Umur hutang
mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap return on asset.
Pengaruh perubahan kurs Rupiah per Dollar Amerika, umur piutang dan
persediaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return on asset,
sehingga manajemen perusahaan harus lebih fokus melakukan antisipasi dari
dampak fluktuasi nilai tukar Rupiah dan pengelolaan piutang dan persediaan yang
lebih baik lagi.
Collections
- MT - Business [4057]
