| dc.description.abstract | PT Mitra Tani 27 Jember merupakan perusahaan eksportir utama di
Indonesia yang memiliki legalitas untuk memenuhi pasokan edamame di Jepang.
Persyaratan yang diminta agar dapat menembus pasar Jepang yaitu produk yang
dihasilkan harus memenuhi standar sanitasi dan higienis sesuai hazard analytical
critical control point (HACCP) sebagai pijakan standar pangan aman untuk
dikonsumsi. Indonesia terus melakukan upaya meningkatkan sektor pertanian
untuk menghasilkan produk yang bermutu. Sektor pertanian merupakan salah satu
sektor yang terus dipacu agar mampu bersaing di pasar internasional. Penjualan
ekspor edamame beku tahun 2004-2013 terjadi fluktuasi yang tidak menentu.
Penjualan ekspor produk edamame beku yang belum stabil menyebabkan produk
edamame yang dihasilkan belum seluruhnya mampu memenuhi permintaan
konsumen.
Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis penerapan standar kualitas
produk edamame beku, mengidentifikasi atribut kunci yang diharapkan konsumen
dalam peningkatan kualitas edamame beku, merumuskan strategi yang tepat
dalam peningkatan kualitas produk edamame beku dan menentukan prioritas
strategi yang dapat diterapkan dalam peningkatan kualitas produk edamame beku.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Responden yang menjadi
narasumber ahli yaitu general manager PT Mitra Tani 27 Jember, penguji mutu
dan praktisi. Penelitian ini menggunakan QFD untuk mengetahui atribut
pelanggan edamame beku, Pareto untuk mengukur permasalahan kualitas yang
muncul, SWOT untuk menentukan alternatif strategi dan AHP untuk merumuskan
prioritas strategi.
Hasil penelitian berdasarkan pengolahan data QFD yaitu tidak ada hama dan
penyakit merupakan harapan tertinggi dari pelanggan. Sortasi merupakan
titikpaling krusial dalam menghasilkan kualitas edamame yang diminta
pelanggan. Hasil analisis pareto menunjukkan bahwa permasalahan utama adalah
waktu pengolahan. Proses pengolahan yang belum mampu ditangani secara
optimal karena menumpuknya komoditas edamame pada saat musim panen raya.
Analisis SWOT menghasilkan empat alternatif strategi yaitu optimalisasi
penggunaan teknologi untuk menjaga kualitas edamame, evaluasi dan monitoring
SOP pengendalian kualitas, optimalisasi kerjasama research and development
dengan perguruan tinggi atau lembaga penelitian pemerintah untuk menghasilkan
benih unggul, efisiensi dan efektifitas kegiatan produksi. Analisis AHP
menghasilkan prioritas strategi yang direkomendasikan yaitu penerapan
optimalisasi penggunaan teknologi untuk menjaga kualitas edamame.
Implikasi manajerial utama PT Mitra Tani 27 Jember dapat meningkatkan
kapasitas mesin cold storage yang dimiliki saat ini agar semua hasil produksi
dapat ditampung secara keseluruhan terutama pada saat panen raya sehingga
edamame masih tetap segar hingga proses pengolahan. | |