| dc.description.abstract | Kepuasan kerja perawat dalam organisasi seperti rumah sakit menjadi salah
satu kunci yang sangat perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan kepuasan pelanggan
dan kenyamanan pelanggan dalam menerima pelayanan sangat dipengaruhi oleh
kondisi suka atau senangnya perawat dalam memberi tindakan perawatan kepada
pasien. Tindakan perawatan adalah bentuk perhatian, tanggung jawab, keramahan,
ketrampilan, kedisiplinan dan kejujuran dalam mewujudkan fungsi perawatan
dipelayanan kesehatan. Pelaksanaan fungsi keperawatan yang optimal ini akan
menghasilkan kerja tinggi bagi perawatnya. Sebaliknya keluhan perawat terhadap
pekerjaan keperawatan dan lingkungan perawat berkaitan dengan keinginan dan
kebutuhan perawat memengaruhi timbulnya kepuasan bagi perawat. Dan
kepuasan kerja yang timbul akan berhubungan dengan hasil kerja yang seharusnya
dicapai seorang perawat. Berlatar belakang kepuasan kerja, penelitian ini
bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pekerjaan
keperawatan dan faktor-faktor yang memengaruhi lingkungan pekerjaan
keperawatan. Dengan metode analisis regresi berganda terbukti adanya hubungan
antara faktor-faktor kepuasan pekerjaan keperawatan (faktor satisfies) dengan
kinerja dan faktor kepuasan lingkungan pekerjaan keperawatan (faktor
dissatisfies) dengan kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor
kepuasan kerja (faktor satisfies dan dissatisfies) memengaruhi peningkatan kinerja
perawat dan rumah sakit.
Tingkat kepuasan kerja berdasarkan sepuluh variabel kepuasan kerja, saat
ini cenderung cukup puas, sedangkan kinerja yang dicapai bernilai sangat baik.
Hasil uji regresi dengan menggunakan software SPSS, variabel kepuasan kerja
berdasarkan pekerjaan keperawatan (faktor satisfies) yaitu prestasi, promosi,
tanggung jawab dan pekerjaan mempunyai hubungan signifikan dengan kinerja
perawat (p= 0.00). Variabel kepuasan kerja berdasarkan lingkungan kerja
keperawatan (faktor dissatisfies) meliputi kebijakan, supervisi, gaji, kondisi kerja,
hubungan kerja dan status mempunyai hubungan signifikan dengan kinerja
perawat. Secara bersama sepuluh faktor kepuasan kerja meliputi prestasi, promosi,
tanggung jawab, pekerjaan, kebijakan, supervisi, gaji, kondisi kerja, hubungan
kerja dan status juga mempunyai hubungan signifikan dengan kinerja.
Secara parsial variabel prestasi dan promosi mempunyai hubungan yang
tidak signifikan dengan kinerja. Pengelola rumah sakit harus menetapkan aturan
penilaian hasil kerja yang dipahami perawat sehingga penilaian prestasi akan
memberi pengaruh pada peningkatan kinerja. Dan sistem penghargaan atau
kenaikan jenjang kewenangan serta tanggung jawab perawatan yang sesuai
dengan keinginan dan harapan perawat. Perawat tidak merasa dirugikan dengan
pemberian promosi yang sesuai dengan profesionalnya. Kebijakan penetapan
pendapatan (gaji/insentif) harus tepat bagi perawat honor dan PNS, sehingga
kecemburuan sosial tidak berakibat pada kinerja yang sebaliknya. Pada variabel
status manajemen harus menetapkan kebijakan yang tepat agar kondisi kepuasan
saat ini tidak berdampak sebaliknya nantinya pada kinerja. Variabel-variabel
kepuasan pekerjaan, kebijakan, supervisi, kondisi kerja dan hubungan kerja secara
parsial memberikan pengaruh pada kepuasan dan kinerja perawat. Uji perbedaan nilai kepuasan kerja pada ketujuh instalasi pelayanan medik ternyata hanya pada
instalasi Hemodialisa nilai kepuasan kerjanya paling rendah, hal ini berkaitan erat
dengan tanggung jawab, resiko dan pendapatan kerjanya. Meskipun kepuasan
kerja pada instalasi pelayanan medik lainnya menunjukkan kepuasan kerja yang
tidak berbeda, akan tetapi kinerja seluruh instalasi pelayanan medik tersebut,
seluruhnya berhasil baik. | |