Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Heny K.
dc.contributor.advisorMerry, Rr.
dc.contributor.authorKhusna, Asmaul
dc.date.accessioned2025-08-07T09:42:14Z
dc.date.available2025-08-07T09:42:14Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167229
dc.description.abstractKabupaten Bondowoso mempunyai program menjadi lumbung daging untuk membantu pasokan daging sapi nasional. Pemenuhan pasokan daging sapi ini dapat terwujud dengan strategi pengembangan agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso; b) Menganalisis alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso; c) Menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Kajian penelitian dibatasi pada aspek perumusan atau formulasi strategi prioritas yang dapat diterapkan di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan dilakukan dalam bentuk survei. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh langsung dari informan kunci yang terdapat pada masing-masing subsistem agribisnis sapi potong. Tahapan analisis yang dilakukan dalam analisis data adalah: (1) analisis IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), IE (Internal Eksternal); (2) matriks SWOT (Strengths-WeaknessesOpportunities-Threats); dan (3) analisis QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix) Hasil analisis IFE menunjukkan bahwa kekuatan utama adalah ketersediaan bibit, mutu bibit dan produktivitas ternak dengan skor sebesar 0.365 dan kelemahan utama adalah kemampuan manajerial peternak dengan skor sebesar 0.058 sedangkan hasil analisis EFE menunjukkan bahwa peluang utama adalah peningkatan harga daging dengan skor sebesar 0.733 dan ancaman utama adalah kebijakan impor daging masuk ke Indonesia dengan skor 0.450. Posisi pengembangan agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso dalam matriks IE menunjukkan bahwa Kabupaten Bondowoso berada pada kuadran V yang berarti hold and maintain. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT diperoleh 5 alternatif strategi yaitu integrasi antar sub sistem agribisnis, penambahan populasi sapi potong, Penguatan kelembagaan peternak untuk mengatasi kebijakan impor daging, Pelatihan bagi peternak dalam hal manajemen dan pemanfaatan teknologi tepat guna, Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi. Prioritas strategi yang diperoleh dari hasil analisis dengan QSPM adalah integrasi antar sub sistem agribisnis dengan skor 15.616.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Agribisnis Sapi Potong Di Kabupaten Bondowosoid
dc.subject.keywordAgribisnisid
dc.subject.keywordIeid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordSapi Potongid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordAnalisis Ifeid
dc.subject.keywordAnalisis Efeid
dc.subject.keywordBeef Cattleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record