| dc.description.abstract | Kabupaten Bondowoso mempunyai program menjadi lumbung daging
untuk membantu pasokan daging sapi nasional. Pemenuhan pasokan daging sapi
ini dapat terwujud dengan strategi pengembangan agribisnis sapi potong di
Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengidentifikasi faktor
internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agribisnis sapi potong di
Kabupaten Bondowoso; b) Menganalisis alternatif strategi yang dapat diterapkan
dalam mengembangkan agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso; c)
Menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan
agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Kajian penelitian dibatasi pada
aspek perumusan atau formulasi strategi prioritas yang dapat diterapkan di
Kabupaten Bondowoso.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan dilakukan
dalam bentuk survei. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder
yang diperoleh langsung dari informan kunci yang terdapat pada masing-masing
subsistem agribisnis sapi potong. Tahapan analisis yang dilakukan dalam analisis
data adalah: (1) analisis IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor
Evaluation), IE (Internal Eksternal); (2) matriks SWOT (Strengths-WeaknessesOpportunities-Threats); dan (3) analisis QSPM (Quantitative Strategies Planning
Matrix)
Hasil analisis IFE menunjukkan bahwa kekuatan utama adalah
ketersediaan bibit, mutu bibit dan produktivitas ternak dengan skor sebesar 0.365
dan kelemahan utama adalah kemampuan manajerial peternak dengan skor
sebesar 0.058 sedangkan hasil analisis EFE menunjukkan bahwa peluang utama
adalah peningkatan harga daging dengan skor sebesar 0.733 dan ancaman utama
adalah kebijakan impor daging masuk ke Indonesia dengan skor 0.450. Posisi
pengembangan agribisnis sapi potong di Kabupaten Bondowoso dalam matriks IE
menunjukkan bahwa Kabupaten Bondowoso berada pada kuadran V yang berarti
hold and maintain. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT diperoleh 5
alternatif strategi yaitu integrasi antar sub sistem agribisnis, penambahan populasi
sapi potong, Penguatan kelembagaan peternak untuk mengatasi kebijakan impor
daging, Pelatihan bagi peternak dalam hal manajemen dan pemanfaatan teknologi
tepat guna, Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi. Prioritas strategi yang
diperoleh dari hasil analisis dengan QSPM adalah integrasi antar sub sistem
agribisnis dengan skor 15.616. | |