| dc.description.abstract | Globalisasi, teknologi, kompetisi dan tantangan lainnya yang selalu muncul di
industri merupakan alasan yang mendasar kenapa organisasi membutuhkan untuk
melakukan Perubahan fungsi MSDM mereka. Pada saat ini MSDM dituntut untuk
berperan strategik didalam organisasi sebagai respon atas tantangan-tantangan tersebut.
Bank XYZ sebagai salah satu bank asing di Indonesia telah mencanangkan struktur dan
visi baru MSDM mereka sebagai “MSDM Mitra Strategik”. Tetapi berdasarkan hasil
survei internal (survei HRRA) yang dilaksanakan pertengahan 2014, para manajer lini
berpendapat bahwa peran MSDM Bank XYZ saat ini masih lebih didominasi oleh peran
administratif daripada peran strategik. Untuk itu, MSDM Bank XYZ membutuhkan
untuk melakukan proses perubahan peran mereka menjadi mitra strategik.
Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas peran MSDM Bank XYZ
dalam menyukseskan proses perubahan mereka. Metode evaluasi dieksplorasi untuk
membuat model teori evaluasi efektivitas peran MSDM. Kriteria evaluasi yang
digunakan dalam model ini, terdiri dari: kontribusi, proses dan kompetensi. Dua teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini: (1) kuesioner dengan
menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka, dan (2) observasi. Analisis kualitatif dan
kuantitatif (menggunakan metode Importance Performance Analysis) juga
diimplementasikan dalam penelitian ini.
Hasil dari penelitian menunjukkan kinerja MSDM Bank XYZ belum efektif
dibeberapa indikator dari kriteria evaluasi. Untuk menyukseskan proses perubahan,
fungsi MSDM Bank XYZ sebagai business partner harus meningkatkan kontribusi dan
proses meraka dalam hal: penyusunan strategi organisasi, penyusunan balanced
scorecard, audit kapabilitas, manajemen perubahan, manajemen talenta, menganalisis
stakeholders, mengukur kinerja melalui HR scorecard. Fungsi MSDM Bank XYZ
sebagai center of expertise harus meningkatkan kontribusi dan proses mereka dalam hal:
pengembangan pemimpin masa depan, manajemen talenta, mengelola perencanaan karir
atau suksesi, mengembangkan leadership program, mengelola pengembangan organisasi
dan menganalisis produktivitas. Fungsi MSDM Bank XYZ sebagai shared service
center harus meningkatkan kontribusi dan proses mereka dalam hal: pengembangan
outsourcing, business re-engineering, mengurangi birokrasi, mempercepat proses
administrasi, implementasi teknologi Human Resources Management System yang
komprehensif dan penyediaan media informasi yang komprehensif. Kompetensi teknis
yang harus dimiliki oleh para profesional MSDM Bank XYZ sebagai business partner
adalah: strategic positioner, capability builder dan change management. Kompetensi
teknis yang harus dimiliki oleh para profesional MSDM Bank XYZ sebagai center of
expertise adalah: HR innovator and integrator, strategic positioner dan capability
builder. Kompetensi teknis yang harus dimiliki oleh para profesional MSDM Bank
XYZ sebagai shared service center adalah: technology proponent, capability builder
dan effective communication.
Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas
peran MSDM strategik di Bank XYZ dan untuk menyukseskan proses perubahan peran MSDM strategik, maka MSDM Bank XYZ harus melakukan beberapa inisiatif baru
diantaranya: mendesain ulang deskripsi pekerjaan fungsi MSDM yang berorientasi pada
peran MSDM strategik, meningkatkan kompetensi para profesional MSDM sesuai
dengan model kompetensi teknis MSDM strategik, meningkatkan kompetensi para
manajer lini sehingga dapat mengimplementasikan program MSDM secara efektif,
berinvestasi dalam pengembangan teknologi informasi (HRMS) yang komprehensif
melalui aplikasi employee self service, manager self service dan business inteligence,
mengalihkan pekerjaan yang bersifat administratif kepada pihak outsourcing sehingga
MSDM dapat lebih fokus kepada peran yang strategik, merekrut SDM bertalenta dan
menempatkannya pada posisi yang tepat sesuai dengan kualifikasi jabatannya,
menciptakan iklim organisasi yang kondusif dan merancang program sistem imbalan
yang dapat meningkatkan engagement level karyawan bertalenta, merancang
manajemen talenta dan program kepemimpinan untuk menyiapkan suksesor yang dapat
mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, mengembangkan BSC dengan
memasukkan perspektif SDM dan performance tracking melalui HR scorecard untuk
memastikan investasi SDM dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi,
mengembangkan panduan atau media informasi guna mempermudah manajer lini dan
karyawan dalam memahami dan mengakses informasi terkait program MSDM. | |