Pengaruh Pengumuman Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) Terhadap Return Saham Perusahaan Di Bursa Efek Indonesia Th.2010-2013
View/ Open
Date
2014Author
Murogi, Ahmad
Anggraeni, Lukytawati
Maulana, Tb.Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Setiap perusahaan yang ingin melakukan ekspansi umumnya melakukan
aksi korporasi. Aksi korporasi ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kinerja
atau menunjukkan performance, baik untuk jangka pendek maupun jangka
panjang. Aksi korporasi yang sering dilakukan ini sangat bervariasi dengan
berbagai macam bentuknya, mulai dari pergantian manajemen perusahaan,
pembagian dividen, stock split, revers split, merjer, akuisisi, divestasi, penerbitan
saham baru, pembagian saham bonus, dan lain sebagainya. Pasar modal
menyimpan aksi korporasi ini sebagai sebuah informasi yang dapat diketahui oleh
investor.
Pasar modal dikatakan efisien ketika harga dapat merespon segala bentuk
perubahan informasi dan pengumuman yang dipublikasikan oleh perusahaan.
Ketika pengumuman stock split mengandung informasi maka pasar akan bereaksi,
baik positif maupun negatif. Reaksi pasar tersebut dapat tercermin salah satunya
melalui perubahan return serta likuiditas saham.
Harga saham sebuah perusahaan di pasar modal pada dasarnya mengikuti
kaidah permintaan dan penawaran. Harga saham yang terlampau tinggi pada
akhirnya dapat berakibat pada penawaran dan permintaan. Disamping itu, harga
saham perusahaan akan mengalami stagnasi. Terlebih lagi investor akan tidak
tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut, terutama investor yang
memiliki dana terbatas.
Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk menurunkan harga
sahamnya yaitu melalui stock split atau pemecahan nilai nominal saham. Stock
split yang dilakukan oleh para emiten tersebut bertujuan untuk menempatkan
harga saham pada kisaran yang optimal sehingga dapat meningkatkan likuiditas
perdagangan saham. Selain itu, aksi korporasi stock split ini juga membawa
kandungan informasi yang berdampak pada investor yang ditunjukkan oleh
adanya abnornal return saham yang diperoleh investor.
Penelitian ini dilakukan atas dasar terjadinya gelombang stock split yang
melanda BEI pada periode 2010-2013 pasca terjadinya krisis finansial globalserta
adanya indikasi dari pengumuman stock split dalam meningkatkan atau
menurunkan kesejahteraan investor mengingat pasar modal yang tidak efisien.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisa
apakah stock split memiliki dampak bagi investor dan perusahaan baik positif atau
negatif.
Penelitian dilakukan menggunakan metode event study dengan pendekatan
market model. Event window yang digunakan yaitu 5 dan 10 hari sebelum dan
setelah pengumuman stock split dilakukan. Sampel penelitian adalah 30
perusahaan dari seluruh sektor yang melakukan aksi korporasi stock split pada
periode 2010-2013. Uji statistik terhadap abnormal return, dan trading volume activity menggunakan Paired Sample T-test pada periode sebelum dan setelah
peristiwa.
Hasil pengujian terhadap abnormal return untuk event window 5 hari
menunjukkan bahwa rata-rata abnormal return positif signifikan terjadi pada hari
pertama dan kedua setelah pengumuman dilakukan. Pada event window 10 hari
rata-rata abnormal return positif signifikan terjadi pada satu hari setelah
pengumuman dilakukan. Setelah itu abnormal return bergerak negatif yaitu saat
hari pengumuman dilakukan, t+5, t+7, t+8, dan t+10. Munculnya abnormal return
negatif yang terjadi setelah pengumuman stock split mengindikasikan bahwa stock
split tidak memberikan informasi yang cukup kepada investor sehingga investor
merespon negatif serta menganggap pengumuman stock split yang dilakukan
mengindikasikan prospek yang baik pada masa mendatang.
Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa abnormal return pada aksi stock split
yang dilakukan tidak memiliki perbedaan signifikan pada periode sebelum dan
setelah pengumuman dilakukan, baik untuk event window 5 hari maupun 10 hari.
Secara teoritis tidak ada perbedaan abnormal return pada periode sebelum dan
setelah stock split menunjukkan bahwa hasil ini bertentangan dengan signaling
theory terkait adanya keuntungan maupun prospek perusahaan yang lebih baik di
masa mendatang. Aktifitas stock split yang dilakukan oleh perusahaan akan
diinterpretasikan oleh investor sebagai sinyal bahwa manajer memiliki informasi
yang menguntungkan dimana hal tersebut ditunjukkan dengan adanya abnormal
return yang signifikan di sekitar pengumuman split. Melalui penelitian ini
diperoleh hasil yang berbeda, yaitu rata rata abnormal return tidak mengalami
perbedaan yang signifikan pada periode sebelum dan sesudah pengumuman stock
split. Hal ini berarti bahwa investor tidak mengantisipasi adanya informasi baru
yang dipublikasikan ke pasar, atau investor menganggap bahwa peristiwa
pemecahan saham bukanlah good news, sehingga tidak mengubah preferensi
investor terhadap keputusan investasinya.
Hasil penelitian mengenai likuiditas saham yang ditunjukkan oleh trading
volume activity diperoleh bahwa Pertambangan merupakan sektor yang memiliki
rata-rata perubahan TVA paling tinggi yakni sebesar 0.31% kemudian diikuti oleh
sektor Property & Real Estate dan Pertanian (Perkebunan) yang masing-masing
memiliki persentase sebesar 0.26% dan 0.22%. Hal ini menunjukkan ketiga sektor
tersebut memiliki likuiditas paling tinggi jika dibandingkan sektor lainnya.
Berdasarkan hasil pengujian, terdapat perubahan signifikan pada periode
sebelum dan setelah pengumuman dilakukan. Trading volume activity yang
signifikan sebelum dan setelah pengumuman stock split menunjukkan bahwa
investor di Indonesia memberikan feedback yang cepat terhadap informasi yang
diterimanya. Sesuai dengan trading range theory, hasil ini membuktikan bahwa
harga saham yang menjadi lebih rendah setelah peristiwa stock split yang
dilakukan perusahaan membuat investor tertarik dengan saham yang diperjual
belikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa saham menjadi lebih likuid untuk
diperdagangkan.Selain peningkatan volume perdagangan saham, tindakan stock
split juga dapat memperluas kepemilikan saham di masyarakat, karena dengan
harga saham yang baru investor kecil dapat menjangkau saham tersebut.
Collections
- MT - Business [4057]
