| dc.description.abstract | Evaluasi kinerja implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan
atau Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan manfaat teknis, bisnis
dan sosial bagi perusahaan. Salah satu kriteria evaluasi kinerja implementasi
program CSR adalah efektivitas program. Efektivitas implementasi program CSR
dapat diukur dari kepuasan masyarakat sebagai peserta program CSR dan
keberhasilan pencapaian tujuan program CSR yaitu peningkatan taraf hidup dan
peningkatan perilaku positif masyarakat.
PT Astra Agro Lestari, Tbk (AALI) melalui salah satu anak perusahaannya
yaitu PT Suryaraya Lestari 1 (SRL 1) telah menjalankan program IGA (Income
Generating Activity) kelapa sawit sebagai salah satu program CSR bidang
ekonomi. Program IGA kelapa sawit adalah program yang membantu masyarakat
lokal sekitar operasional perusahaan dalam mengembangkan perkebunan kelapa
sawit milik masyarakat sendiri. Perusahaan menyalurkan bantuan dalam bentuk
bibit kelapa sawit, pupuk, pelatihan dan dukungan teknis lainnya yang diperlukan
petani peserta dalam menerapkan teknik pemeliharaan dan pengelolaan bisnis
kelapa sawit. Para petani didorong secara bertahap menjadi mandiri dalam
mengembangkan dan mengelola perkebunan mereka. SRL 1 telah melaksanakan
evaluasi terhadap kinerja implementasi program IGA kelapa sawit SRL 1 pada
aspek teknis dan bisnis, sedangkan evaluasi pada aspek sosial masih perlu
dilakukan.
Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis: (1) manfaat program IGA kelapa sawit SRL 1 menurut persepsi
peserta program; (2) kepentingan dan kinerja program IGA kelapa sawit SRL 1
menurut persepsi peserta program; (3) efektivitas program IGA kelapa sawit SRL
1 ditinjau dari kepuasan peserta program; (4) efektivitas program IGA kelapa
sawit SRL 1 ditinjau dari perubahan taraf hidup dan perilaku peserta program.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berupa survei kepada
kelompok tani peserta program IGA kelapa sawit SRL 1. Peserta program yang
menjadi sampel dipilih melalui stratified random sampling dan memenuhi syarat
tertentu. Aspek dan atribut yang digunakan untuk membatasi konsep program
IGA kelapa sawit dikembangkan dari subjek inti dan isu SNI ISO 26000:2013
panduan tanggung jawab sosial yang relevan dengan program IGA kelapa sawit
SRL 1. Untuk mengukur kesahihan dan keakuratan, kuesioner diuji validitasnya
menggunakan korelasi pearson dan diuji reliabilitasnya menggunakan alpha
cronbach. Analisis kepuasan terhadap peserta program dilakukan dengan IPA
(Important Performance Analysis) yang terdiri dari analisis kuadran dan analisis
kesenjangan (gap) serta CSI (Customer Satisfaction Index). Untuk menguji
adanya perubahan taraf hidup dan perilaku peserta sebelum dan sesudah
mengikuti program dilakukan uji t berpasangan terhadap hipotesis yang telah
ditentukan. Indikator taraf hidup dan indikator perilaku didasarkan atas indikator
kemajuan program menurut SPFS-FAO yang dikembangkan berdasarkan
relevansi terhadap program IGA kelapa sawit SRL 1 dan pilar behavior dalam Astra Friendly Company (AFC). Analisis efektivitas berdasar perubahan taraf
hidup dan perilaku menggunakan VPA (Vectorial Project Analysis).
Berdasarkan persepsi peserta program, manfaat program yang paling
dirasakan atau dianggap penting adalah pendapatan meningkat (45,45%). Analisis
terhadap kepentingan dan kinerja program memperlihatkan bahwa aspek investasi
sosial dipersepsikan memperoleh tingkat kepentingan tertinggi (3,74) sekaligus
aspek dengan kinerja tertinggi (3,55). Aspek pendidikan dan ketrampilan
merupakan aspek yang dipersepsikan memiliki tingkat kepentingan terendah
(2,88) sekaligus aspek dengan tingkat kinerja terendah (2,79). Berdasar analisis
kuadran pada IPA, keseluruhan aspek program IGA kelapa sawit SRL 1 berada
pada kuadran 2 yaitu memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan kinerjanya
dinilai memuaskan sehingga program dinilai efektif karena telah dapat
memberikan kepuasan kepada peserta sesuai dengan tingkat kepentingannya.
Berdasar analisis kesenjangan pada IPA, total nilai kesenjangan pada keseluruhan
aspek program adalah negatif yaitu -0,15 artinya secara keseluruhan program
belum efektif karena tingkat kinerja program belum memenuhi atau melampaui
tingkat kepentingan masyarakat peserta program. Analisis kepuasan peserta
program menggunakan CSI menghasilkan nilai CSI sebesar 82,02 atau sangat
puas artinya program dinilai telah efektif. Analisis menggunakan VPA
memperlihatkan bahwa program berjalan efektif karena mampu meningkatkan
taraf hidup dan perilaku positif peserta, yaitu dengan peningkatan indikator
perilaku sebesar 4,30 dan peningkatan indikator taraf hidup sebesar 1,43 sehingga
diperoleh rata-rata peningkatan taraf hidup dan perilaku mencapai 0,70 per tahun.
Implikasi manajerial penelitian ini adalah: (1) pengembangan program CSR
bidang ekonomi pada kelompok masyarakat sekitar area operasional perusahaan
yang belum dapat terlibat dalam program IGA kelapa sawit; (2) harmonisasi
program CSR SRL 1 dengan program pembangunan pemerintah untuk
mempercepat pencapaian MDGs; (3) pengembangan usaha produktif non kelapa
sawit sebagai sarana investasi pendapatan dari hasil berkebun kelapa sawit
sekaligus diversifikasi pendapatan petani; (4) pengembangan aktivitas kelompok
tani diluar aktivitas program IGA kelapa sawit; (5) penyediaan fasilitas anjak
piutang oleh LKM Mitra Surya Sejahtera untuk memfasilitasi kebutuhan dana
peserta program IGA kelapa sawit sekaligus sumber pendapatan LKM Mitra
Surya Sejahtera. | |