| dc.description.abstract | Karyawan sales merupakan sumber daya manusia yang penting karena
dianggap sebagai mesin yang menggerakkan roda perusahaan. Salah satu isu
penting yang menjadi perhatian perusahaan adalah tingginya angka turnover
karyawan sales. Salah satu penyebab tingginya angka turnover karyawan adalah
faktor kepuasan kerja. Kepuasan kerja juga memiliki hubungan erat dengan
komitmen organisasi karena karyawan yang merasa puas cenderung tetap tinggal
di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan
kerja terhadap komitmen organisasi, menganalisis pengaruh kepuasan kerja
terhadap turnover intention, dan menganalisis pengaruh komitmen organisasi
terhadap turnover intention pada karyawan Sales Motorist LTD. Data penelitian
diperoleh dengan menggunakan kuisioner kepada 193 Sales Motorist LTD .
Format skala yang digunakan adalah skala Likert. Data kemudian dianalisis
dengan menggunakan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) versi
8.8.
Melalui pengujian hipotesis yang ditunjukkan dengan menggunakan uji-t
dengan t-hitung 5.44, nilai t-hitung>t-tabel (1.96) memperlihatkan bahwa
kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi.
Selain itu untuk pengujian hipotesis kedua, diperoleh t-hitung 0.57, nilai thitung<t-tabel (1,96) yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara
kepuasan kerja terhadap turnover intention. Pengujian hipotesis yang ketiga
dengan t-hitung 2.91, nilai t-hitung>t-tabel (1,96) menunjukkan bahwa komitmen
organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention.
Selain melakukan pengujian hipotesis, juga dilakukan pengujian korelasi
antara karakteristik responden seperti usia, pendidikan, posisi pekerjaan, masa
kerja, status pernikahan, dan jumlah tanggungan terhadap ketiga variabel
penelitian. Melalui hasil pengujian korelasi, ditemukan bahwa tingkat usia tidak
memiliki hubungan dengan kepuasan kerja dan turnover intention, namun
menunjukkan hubungan positif dengan komitmen organisasi. Disamping itu,
ditemukan bahwa tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan dengan kepuasan
kerja, komitmen organisasi, dan turnover intention. Sementara posisi pekerjaan
(Sales Motorist dan Leader Motorist) memiliki hubungan negatif dengan
kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan turnover intention. Masa kerja
karyawan ditemukan tidak memiliki hubungan dengan kepuasan kerja dan
turnover intention, namun memiliki hubungan positif dengan komitmen
organisasi. Status pernikahan tidak memiliki hubungan terhadap kepuasan kerja
dan turnover intention, namun memiliki hubungan negatif dengan komitmen
organisasi. Hubungan positif juga ditemukan antara jumlah tanggungan dengan
kepuasan kerja dan komitmen organisasi, namun jumlah tanggungan tidak ada
hubungannya dengan turnover intention. | |