Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kesediaan Nelayan Untuk Mengagunkan Sertipikat Hak Atas Tanah Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan
Abstract
Penelitian dilakukan di Kabupaten Indramayu yang merupakan wilayah dengan
jumlah nelayan paling banyak di Provinsi Jawa Barat dari bulan Nopember hingga
bulan Desember 2014. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi/mendorong nelayan peserta program sertipikasi hak atas tanah
nelayan bersedia mengagunkan/menjaminkan sertipikat hak atas tanah untuk
mendapatkan pinjaman dan menganalisis dampak program sertipikasi tanah
nelayan terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Penelitian ini
menggunakan data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara dengan
para responden, serta data sekunder dari instansi terkait. Data-data tersebut
dianalisis dengan analisa regresi logistik, regresi linear berganda, uji F dan
analisis koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa
pendidikan, status nelayan, luas tanah, kepemilikan aset lain dan usaha sampingan
berpengaruh terhadap minat nelayan untuk menjaminkan sertipikat yang di
peroleh dari “Program Pemberdayaan Nelayan dan Usaha Penangkapan Ikan
Skala Kecil Melalui Sertipikasi Hak Atas Tanah”. Nelayan yang mau
menjaminkan sertipikat tanah yang dimilikinya dengan pemanfaatan yang tepat
guna, mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. Tingkat
pendidikan nelayan yang lebih tinggi dapat mendorong nelayan untuk
menjaminkan sertipikat tanah yang dimilikinya, dan selanjutnya
memanfaatkannya sebagai modal usaha, sehingga lebih berdaya serta mampu
meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya.
Variabel lainnya yang berpengaruh signifikan terhadap nelayan dalam
menjaminkan/ mengagunkan sertipikat adalah status nelayan. Nelayan pemilik
lebih tertarik menjaminkan sertipikatnya dari pada nelayan buruh. Hal ini terjadi
karena nelayan pemilik yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan
usahanya dapat menjaminkan/ mengagunkan sertipikat tanah, sedangkan nelayan
buruh tidak tertarik menjaminkan/ mengagunkan sertipikat tanah karena
beranggapan bahwa memperoleh modal dengan mengagunkan sertipikat tanah
akan menambah beban ekonomi mereka. Oleh sebab itu perlu adanya regulasi dari
pemerintah pusat dan daerah yang bekerjasama dengan lembaga keuangan untuk
dapat memberikan pinjaman dengan bunga rendah dan jangka waktu yang lebih
lama dengan syarat-syarat yang mudah untuk nelayan-nelayan buruh, serta
memberikan pemahaman/ sosialiasi kepada nelayan buruh tentang manfaat
sertipikat tanah sebagai jaminan mendapatkan modal agar nelayan buruh dapat
menjadi nelayan pemilik, sehingga dapat meningkatkan pendapatannya, apabila
pemanfaatannya tepat guna, yang pada akhirnya akan memperbaiki
kesejahteraannya.
Hasil analisis juga menunjukan bahwa variabel luas tanah, aset lain dan usaha
sampingan berpengaruh siginifikan terhadap nelayan dalam menjaminkan/
mengagunkan, dimana semakin besar luas tanah maka semakin besar kemungkinan nelayan tersebut menjaminkan sertipikatnya. Hal ini terjadi karena
nelayan yang mempuyai tanah yang luas membutuhkan modal untuk
menguasahakan tanahnya untuk usaha sampingannya, seperti sawah dan kebun
mangga. Modal tersebut diperlukan untuk proses produksi seperti membeli bibit,
pupuk dan biaya produksi lainnya. Nelayan dengan luas tanah yang kecil dapat
menambah permodalan untuk usaha seperti membuka warung. Oleh karena itu
selain memberikan regulasi dalam proses peminjaman di lembaga keuangan, juga
memberikan pendampingan dengan melakukan pelatihan-pelatihan dalam usaha
sampingan seperti cara bercocok tanam yang baik, penggunaan teknologi
pertanian dan kewirausahaan, serta memberikan informasi mengenai programprogram pemerintah yang pro rakyat seperti program subsidi pupuk, bibit murah
dan lainnya. Hal tersebut di atas dilaksanakan pada pasca sertipikasi tanah,
sehingga sertipikat dapat dimanfaatkan dengan optimal.
Aset lain berpengaruh signifikan terhadap nelayan dalam menjaminkan/
mengagunkan sertipikat. Aset-aset lain yang dimaksud seperti kapal/perahu, jaring
dan alat tangkap lainnya, dimana nelayan yang memiliki aset lain membutuhkan
biaya untuk memperbaiki kapal/perahu, jaring dan alat tangkap lainnya, atau
modal untuk menambah aset lain tersebut untuk meningkatkan hasil tangkap
nelayan. Pemerintah hendaknya mengintensifkan program-program yang dapat
mengurangi biaya tangkap ikan, seperti program subsidi solar (bahan bakar
minyak) dan pemberian alat tangkap gratis untuk nelayan buruh.
Antara variabel-variabel yang berpengaruh signifikan terhadap nelayan dalam
menjaminkan/ mengagunkan sertipikat yaitu pendidikan, status tanah, luas tanah,
aset lain dan usaha sampingan memiliki korelasi satu sama lain. Dimana nelayan
pemilik biasaya memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, luas tanah yang
lebih besar, kepemilikan aset lain yang banyak dan memeliki usaha sampingan
dari pada nelayan buruh yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, luas
tanah yang kecil, tidak mempuyai aset lain dan usaha sampingan.
Collections
- MT - Business [4109]

