| dc.description.abstract | Sektor perbankan syariah memiliki peran sebagai lembaga intermediasi
yang berorientasi pada prinsip syariah, dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja
di tengah persaingan yang ketat pada industri ini. Ukuran keberhasilan suatu bank
dapat dilihat dari kinerja keuangannya. Peningkatan Non Performing Financings
(NPFs) berdampak langsung pada laba rugi bank, karena timbulnya tambahan
biaya akibat Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang harus
dibentuk berkenaan dengan meningkatnya NPFs tersebut.
Evaluasi kinerja dari sisi keuangan terutama tingkat NPFs saja tidak cukup
untuk menciptakan kinerja bank yang bersih dari pembiayaan bermasalah
sehingga dibutuhkan evaluasi kinerja yang lebih komprehensif dengan
mempertimbangkan faktor eksternal dan internal bank. Tujuan dari penelitian ini
adalah (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian
pembiayaan (pembiayaan) pada Syariah XYZ kantor cabang Jakarta Barat, (2)
Merumuskan dan merekomendasikan perencanaan strategis Bank Syariah XYZ
dalam rangka menekan tingkat NPF di masa yang akan datang untuk mendapatkan
kriteria nasabah dengan baik dan menghindari pemberian pembiayaan pada
perusahaan yang berpotensi menjadi pembiayaan bermasalah.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus faktor-faktor
yang mempengaruhi kolektibilitas pembiayaan yang diidentifikasi berdasarkan
penelitian terdahulu. Faktor-faktor tersebut antara lain Jenis Akad Pembiayaan,
Equivalent Rate Tingkat Bagi Hasil atau Margin Pembiayaan, Jangka Waktu
Pembiayaan, Rasio Plafon Pembiayaan terhadap Total Assets, Jenis Jaminan,
Sektor Ekonomi, Bentuk Badan Usaha, dan Nilai Altman-Z Score.
Untuk menganalisa pengaruh dari faktor-faktor tersebut terhadap tingkat
kolektibilitas pembiayaan digunakan model Binary Logistic Regression dengan
software SPSS 17.0. Dari hasil penelitian ini diperoleh lima variabel yang
berpengaruh signifikan terhadap tingkat kolektibilitas pembiayaan yaitu : Jenis
Akad Pembiayaan, Equivalent Rate bagi hasil atau margin, Jenis Jaminan, Sektor
Industri, dan nilai Altman Z-Score
Berdasarkan analisis internal dan eksternal, Bank Syariah XYZ berada pada
Kuadran IV (empat) dimana strategi yang direkomendasikan adalah Strategi
Defensif. Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan
berusaha meminimalkan kelemahan serta menghindari ancaman. Ciptakan strategi
yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. | |