Show simple item record

dc.contributor.advisorFirdaus, Muhammad
dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.authorDalian, Yuri
dc.date.accessioned2025-08-07T09:41:08Z
dc.date.available2025-08-07T09:41:08Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167194
dc.description.abstractBerdasarkan permasalahan perkembangan budidaya kelapa sawit dan perkembangan teknologinya di Indonesia, maka seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia berlomba mebuat inovasi baru dalam bidang teknologi untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal dan mutu yang baik, sehingga pada akhirnya dapat tetap bertahan dan berkembang di pasar. PT Cakra Multi Sawit Mandiri adalah salah satu perusahaan perkebunan yang baru berkembang sejak 2006 dengan pola budidaya yaitu pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan riset pengembangan. Perusahaan ini berinovasi dengan memodifikasi beberapa alat untuk keperluan budidaya dan pemanenan, salah satunya adalah alat kastrasi yang oleh bahasa setempat disebut capit udang. PT Cakra Multi Sawit Mandiri berencana untuk menjual salah satu produk inovasinya tersebut di pasaran, sehingga untuk itu dibutuhkan analisis mutu alat guna mendukung proses penjualannya. Total Quality Management adalah salah rangkaian analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui mutu suatu alat sedangkan Quality Function Deployment adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur mutu sebuah alat. Atribut mutu yang didapatkan akan diolah dengan menggunakan matriks House Of Quality. House Of Quality (HOQ)atau rumah kualitas adalah sebuah rangkaian/matriks yang dapat menjabarkan dan menghubungan atribut-atribut yang terbagi dalam dua buah faktor yaitu faktor What’s dan faktor Who’s. Data yang diolah diperoleh dari 30 orang responden, dua orang pakar dan tiga perusahaan pembanding yaitu PT London Sumatra Indonesia, PT Eastern Sumatra Indonesia dan PT Socfin Indonesia. Faktor What’s adalah faktor yang berhubungan langsung dengan keinginan pelanggan atau kepuasan konsumen. Faktor What’s terdiri atas atribut-atribut yang didapatkan melalui kuisioner. Penulis menyebarkan kuisioner awal dan mendapatkan 15 atribut dari 30 orang responden yang bekerja sebagai petani kelapa sawit, diantaranya yaitu Harga alat, cara pembuatan, gaya yang dikeluarkan, umur teknis, ergonomika, daya yang dikeluarkan, waktu kerja, kemudahan mendapatkan alat, dimensi alat, berat alat, kemudahan perbaikan, aplikatif, biaya pembuatan, daya tahan alat dan kapasitas. Dari 15 atribut ini dilakukan uji validitas untuk menetapkan atribut mana yang benarbenar diidentifikasi sebagai atribut terpenting oleh konsumen. Penulis menggunakan program SPSS Versi 16.0 untuk menyeleksi atribut-atribut terpenting sehingga diperoleh 15 korelasi product moment. Selanjutnya dilakukan pensortiran 15 korelasi product moment dengan menggunakan taraf siginifikan sebesar 99% dalam pemilihan atribut terpenting penyusun faktor What’s. Dari hasil sortiran tersebut diperoleh 8 atribut penting yang setelah diurutkan kembali oleh pakar berdasarkan tingkat kepentingannya dalam membuat sebuah alat, yaitu umur teknis, ergonomika, daya yang dikeluarkan, waktu kerja, aplikatif, kemudahan perbaikan, daya tahan alat dan kapasitas. Dari pembahasan yang dilakukan pada faktor What’s, capit udang modifikasi PT Cakra Multi Sawit Mandiri memiliki keunggulan pada atribut waktu kerja dan kapasitas yang kedua atribut memiliki nilai target dan rasio 5;1 atas tiga perusahaan pembanding. Adapun atribut kemudahan perbaikan sebagai atribut yang paling banyak dipilih dan mendapatkan nilai yang baik dari setiap perusahaan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Teknologiid
dc.titleAnalisis Mutu Capit Udang Modifikasi Pt. Cakra Multi Sawit Mandiriid
dc.subject.keywordCapit Udang Kastrasiid
dc.subject.keywordKelapa Sawitid
dc.subject.keywordQuality Function Deploymentid
dc.subject.keywordHouse Of Qualityid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record