Show simple item record

dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.advisorYuliati, Lilik Noor
dc.contributor.authorBainnaura, Afiefah
dc.date.accessioned2025-08-07T09:41:06Z
dc.date.available2025-08-07T09:41:06Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167193
dc.description.abstractHutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) menerapkan konsep Pengelolaan Hutan Lestari untuk Hutan Skala Kecil, tanpa menebang dengan mengandalkan pemanfaatan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) berupa getah pinus dan kopal, serta jasa lingkungan. Penerapan konsep tersebut perlu didukung dengan upaya-upaya strategis berkelanjutan, salah satunya yaitu upaya pengembangan HPGW untuk mencapai optimalisasi fungsi Tridharma. Upaya pengembangan HPGW untuk mencapai tujuan optimalisasi fungsi Tridharma dapat dilakukan jika organisasi mengetahui sasaran pelanggan yang dituju, nilai yang akan diberikan, melalui saluran apa, bagaimana hubungannya dengan pelanggan bisa terjalin, aliran pendapatannya, potensi sumberdaya yang dimiliki, kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan, mitra yang dapat membantu, dan perkiraan biaya yang harus dikeluarkan. Semua faktor yang dapat mendukung upaya tersebut tercakup dalam suatu pendekatan Business Model Canvas (BMC). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi gambaran model bisnis pengelolaan HPGW saat ini, (2) Menganalisis faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan hambatan mempengaruhi perkembangan organisasi HPGW. (3) Membuat model bisnis perbaikan yang mendukung upaya pengembangan HPGW. (4) Merumuskan strategi alternatif pengembangan HPGW dan implikasi manajerial. Obyek penelitian adalah HPGW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan BMC. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa model bisnis HPGW saat ini sudah cukup baik, hanya perlu melakukan optimalisasi disetiap elemen BMC. Sumber daya yang berlimpah, aktivitas yang beragam menjadi kekuatan HPGW, sedangkan kelemahannya secara umum berasal dari fasilitas dan promosi yang kurang. Peluang untuk menambah pemasukan berasal dari kegiatan jasa, termasuk didalamnya program kerjasama dengan perusahaan, sedangkan regulasi yang membatasi kegiatan HPGW dikhawatirkan menjadi ancaman dimasa yang akan datang. Perbaikan model bisnis pada satu elemen akan memberikan perubahan terhadap elemen lainnya. Pada model bisnis perbaikan, customer segments HPGW ditujukan untuk penambahan jumlah dan ragam pelanggan. Value propositions berupa optimalisasi fungsi Tridharma. Customer relationship dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik. Channels terdiri dari saluran langsung yaitu melalui informasi words of mouth dan website, juga tidak langsung yaitu melalui channels mitra usaha. Revenue stream ditujukan untuk peningkatan pendapatan dari pendapatan non getah, yaitu pelayanan jasa, program kerjasama dan lain-lain. Key activities yaitu sebagai media implementasi Tridharma dan pemanfaatan HHNK dan aktivitas jasa seperti wisata alam atau outbond. Sumberdaya kunci yang sudah ada ditambah dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Key partnership yang sudah ada diperluas dan disesuaikan dengan aktivitas yang akan dijalani. Biaya-biaya terdiri dari biaya operasional produk/jasa, rutin, dan pengadaan progam kerjasama. Strategi pengembangan HPGW terdiri dari penguatan bidang manajemen kawasan yaitu pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki di HPGW dengan mengindahkan aspek legalitas dan aspek konservasi dan keberlanjutannya; bidang manajemen hutan sebagai media Tridharma, yaitu pemanfaatan sumberdaya hutan di HPGW berupa pemanfaatan hasil hutan non kayu, pemanfaatan jasa lingkungan, dan pengembangan ekowisata; serta bidang penguatan kelembagaan yaitu melalui penataan organisasi dan SDM, regulasi dan sistem manajemen, pendanaan, serta jejaring kerja dan kemitraan. Implementasi program yang dapat mendukung pengembangan HPGW kedepannya antara lain seperti menindaklanjuti aspek legalitas HPGW dari lembaga pemerintah terkait, dan melakukan penataan kawasan serta melakukan penambahan atau memperbaiki fasilitas yang ada secara bertahap. HPGW juga perlu memperkuat program jasa lingkungan seperti wisata alam berbasis pendidikan lingkungan, dan outbond serta melakukan promosi promosi ke sekolah-sekolah maupun ke perusahaan-perusahaan. HPGW juga perlu mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM, dan pembuatan program kerjasama dengan perusahaan terkait dengan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Hutan dan Pendidikan Gunung Walat (Hpgw) Menggunakan Pendekatan Business Model Canvasid
dc.subject.keywordHutan Pendidikan Gunung Walat (Hpgw)id
dc.subject.keywordModel Bisnisid
dc.subject.keywordBusiness Model Canvasid
dc.subject.keywordManajemen Strategiid
dc.subject.keywordAnalisis Swotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record