Show simple item record

dc.contributor.advisorOktaviani, Rina
dc.contributor.advisorSaptono, Imam Teguh
dc.contributor.authorRidwansyah, Fauzi
dc.date.accessioned2025-08-07T09:40:46Z
dc.date.available2025-08-07T09:40:46Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167183
dc.description.abstractKeberhasilan suatu bisnis ditentukan oleh kesiapan industri dan kesiapan pasar atau konsumen. Suatu produk atau layanan tidak akan berhasil apabila pasarnya belum siap menerima, begitupun suatu produk tidak akan berhasil apabila industri belum mampu memproduksinya sesuai dengan kebutuhan konsumen. Bisnis mobile payment yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 2009 belum mengalami perkembangan optimal sampai tahun 2014. Hal ini menjadi suatu fenomena bisnis yang menarik untuk diteliti. Pada sisi lain, program masyarakat non tunai (less cash society) adalah dorongan pemerintah Indonesia kepada masyarakatnya untuk merubah kebiasaan transaksi pembayaran dari tunai menjadi non tunai. Layanan mobile payment Indosat Dompetku belum berkembang dengan optimal secara pertumbuhan pengguna maupun kontribusi pendapatannya, maka meneliti kemungkinan adanya ketidaksesuaian strategi yang dijalankan oleh Indosat terhadap pasar dan lingkungannya menjadi penting. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi positioning PT. Indosat dalam memberikan respon terhadap pasar mobile payment di Indonesia, (2) menganalisis kesesuaian kapabilitas internal dan model bisnis mobile payment Indosat dengan turbulensi lingkungan, (3) merumuskan rancangan pengembangan model bisnis mobile payment yang optimal bagi Indosat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi analisis kualitatif dan kuantitatif melalui interpretasi dan kuantifikasi hasil wawancara mendalam narasumber ahli yang ditentukan secara purposive judgement sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Bisnis Kanvas (MBK) dan Strategic Diagnosis Ansoff. Narasumber penelitian adalah perwakilan manajemen PT. Indosat dan pemangku kepentingan didalam rantai nilai dasar bisnis mobile payment. Hasil diagnosis menunjukkan adanya gap yang cukup jauh (>1). Lingkungan pasar Indonesia belum siap menerima perubahan atau kehadiran produk layanan maupun teknologi sistem mobile payment sebagai bagian dari solusi masalah pembayaran non-tunai di masa depan, terutama pada faktor budaya masyarakat dan regulasi yang mengatur konvergensi bisnis telekomunikasi dan keuangan. Rendahnya penetrasi Dompetku Indosat didalam industri mobile payment di Indonesia disebabkan oleh masih adanya gap antara agresifitas strategi Dompetku dengan tingkat turbulensi lingkungan masa depan. Gap ini juga menunjukkan Indosat secara stratejik belum siap menghadapi lingkungan bisnis mobile payment masa depan, dan harus merubah strategi kompetitifnya agar dapat menyesuaikan dengan lingkungan pada masa depan yang diharapkan. Untuk pengembangan model bisnis Dompetku yang optimal, tujuh elemen model bisnis saat ini memerlukan pengembangan strategi, yaitu proposisi nilai, segmen pelanggan, hubungan pelanggan, saluran, dan arus pendapatan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Kesesuaian Model Bisnis Mobile Payment Dengan Menggunakan Pendekatan Strategic Diagnosis (Studi Kasus Dompetku Indosat)id
dc.subject.keywordIndosatid
dc.subject.keywordMasyarakat Non Tunaiid
dc.subject.keywordMobile Paymentid
dc.subject.keywordModel Bisnis Kanvasid
dc.subject.keywordStrategic Diagnosisid
dc.subject.keywordAnsoffid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record