| dc.description.abstract | Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia setiap tahun terus
mengalami peningkatan. Sampai pada tahun 2013 pertumbuhan penumpang
dibandara mencapai 60 juta penumpang. Hal tersebut membuktikan bahwa
pelayanan transportasi udara masih memiliki kontribusi besar dan banyak diminati
oleh masyarakat.
PT Angkasa Pura II merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa
pelayanan bandar udara, salah satunya adalah Bandara Internasional Soekarno
Hatta. Seiring dengan peningkatan penumpang dan laju pergerakan maskapai
yang meningkat, Bandara Internasional Soekarno Hatta harus terus melakukan
pengembangan baik dari airside maupun landside. Pada kenyataannya sekarang
ini Bandara Internasional Soekarno Hatta sedang mengalami kendala kapasitas
dan fasilitas bandara yang belum lengkap untuk mendukung pelayanan bandara
secara optimal. Oleh karena itu pihak bandara harus secara cepat dan tanggap
melakukan pengembangan serta perbaikan dalam meningkatkan pelayanan
bandara.
Salah satu strategi dalam pengembangan bandara yang dapat dilakukan
yaitu dengan pendekatan model bisnis kanvas. Model bisnis kanvas ini bisa
mengintegrasikan kondisi bandara secara menyeluruh karena terdiri dari sembilan
komponen yaitu customer segments, channels, customer relationships, value
propositions, key activities, key resources, key partner, cost structures, dan
revenue streams. Semakin ketatnya persaingan dalam bisnis bandara, maka PT
Angkasa Pura II harus melakukan strategi prioritas dengan melakukan metode
gabungan SWOT-AHP.
Perbaikan bandara melalui pendekatan model bisnis kanvas dengan
menentukan prioritas strategi dari tiga elemen yang dipilih yaitu key activities, key
resources dan channels. Ketiga komponen tersebut dinilai memiliki pengaruh
besar terhadap elemen lainnya dalam pengembangan Bandara Internasional
Soekarno Hatta dimasa mendatang. | |