| dc.description.abstract | Penurunan permintaan kendaraan bermotor setelah krisis finansial
berpengaruh terhadap industri hulu kendaraan bermotor, yaitu permintaan spare
part kendaraan bermotor yang berpengaruh terhadap penerimaan dan pendapatan
perusahaan yang berbasis bisnis spare part salah satunya PT Laksono Fajar
Handoyo. Penurunan permintaan produk membuat pihak manajemen melakukan
perubahan agar dapat meningkatkan penjualan, yaitu melonggarkan sistem
penjualan dengan memperpanjang usia piutang sehingga berpengaruh terhadap
modal kerja khususnya piutang, persediaan, hutang usaha, dan perputaran kas
perusahaan. Penjualan perusahaan meningkat dari tahun 2007 sampai 2011 namun
peningkatan penjualan tidak diikuti dengan tingkat laba yang didapat. Dalam
kurun waktu tahun 2009 sampai 2011 laba perusahaan mengalami penurunan,
berbanding terbalik dengan penjualan. Dari uraian maka perumusan masalah
dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana modal kerja perusahaan dan kinerja
keuangan perusahaan dilihat dari aspek likuiditas, aktivitas, dan profitabilitas?, (2)
Bagaimana pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan?. Dari
rumusan masalah dapat disusun rangka penelitian yang dilakukan, yaitu: (1)
Menganalisis kebijakan modal kerja yang diterapkan perusahaan selama periode
tahun 2007 sampai 2011, (2) Menganalisis pengaruh modal kerja terhadap profit
perusahaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada PT Laksono
Fajar Handoyo selama 5 tahun, yaitu sejak tahun 2007 sampai 2011. Metode
penelitian menggunakan analisis vertikal, horizontal, modal kerja bersih, siklus
kas, dan analisis regresi linier berganda. Variabel-variabel modal kerja yang
digunakan pada penelitian ini disadur dari penelitian terdahulu. Hasil analisis
selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk merumuskan implikasi manajerial
perusahaan.
Hasil penelitian menggunakan analisis deskriptif menunjukan bahwa
selama tahun 2007 sampai 2011 modal kerja bersih perusahaan dalam melakukan
kegiatan usahanya bernilai positif. Hal ini menggambarkan bahwa pendanaan
kegiatan produksi perusahaan dibiayai oleh aktiva lancar atau dapat dikatakan
dengan hasil yang didapat perusahaan selama 5 tahun dari mulai tahun 2007
sampai 2011 menganut pendekatan konservatif. Pendekatan ini memiliki risiko
lebih rendah dan hasil juga lebih rendah. PT Laksono Fajar Handoyo
menggunakan ekuitas untuk mendanai seluruh aktiva tetap, aktiva lancar, dan
aktiva lancar temporer.
Kebijakan perusahaan selama 5 tahun terakhir walaupun menganut
konservatif namun cenderung mendekati moderat bahkan bisa menjadi agresif,
Perputaran persediaan mengalami percepatan menyusul perbaikan dalam umur
persediaan. Dari 7 kali dalam tahun 2007 menjadi 192 kali pada tahun 2011.
Percepatan ini menunjukan bahwa perusahaan dalam mendapatkan kembali uang
dalam bentuk tunai dari persediaan yang dilakukan. Hal ini akibat dari kebijakan
perusahaan yang melakukan penjualan hanya melalui sistem pesanan sehingga perusahaan tidak perlu mengadakan persediaan yang berlebih untuk penjualan,
persediaan dilakukan hanya 10% dari total produksi.
Siklus kas perusahaan selama lima tahun mengalami perubahan dari 25 hari
pada tahun 2007 menjadi 0 hari pada tahun 2011, atau 14 kali perputaran pada
tahun 2007 menjadi 360 kali pada tahun 2011. Tahun 2009 perputaran kas
mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan perusahaan yang
melakukan melonggarkan kebijakan kredit untuk penjualan sehingga nilai piutang
pada tahun tersebut mengalami kenaikan. Setiap tahun perusahaan mengalami
perubahan baik dari aktiva lancar dan hutang lancar. Perubahan tersebut jelas
sangat berpengaruh terhadap profit dan risiko likuiditas yang terjadi akibat
perubahan tersebut.
Perubahan nilai rasio dapat mengakibatkan bertambah atau menurunnya
efek terhadap profit dan risiko likuiditas yang timbul akibat perubahan rasio.
secara keseluruhan rasio aktiva lancar terhadap total aktiva perusahaan cenderung
turun, keadaan ini mengakibatkan laba perusahaan akan meningkat seiring dengan
penurunan nilai rasio, namun kenyataannya perusahaan mengalami penurunan
laba. Secara total umur dan perputaran piutang usaha dari tahun 2007 sampai 2011
mengalami kenaikan dan penurunan yang fluktuatif. Umur piutang yang hanya 28
hari pada tahun 2007 menjadi hanya 6 hari pada tahun 2011 dan perputaran
piutang yang hanya 13 kali pada tahun 2007 menjadi 65 kali pada tahun 2011.
Dari pengelolaan data sebanyak 60 bulan yaitu dari bulan November 2006
sampai Desember 2011 diperoleh persamaan regresi untuk profitabilitas yang
diukur dengan return on assets menunjukan bahwa setiap perubahan penurunan
rata-rata umur piutang sebesar 1 hari maka akan meningkatkan ROA sebesar
0.002% dan ROE sebesar 0.030% hasil ini sesuai dengan hipotesis hubungan
penelitian dimana piutang berpengaruh negatif terhadap nilai ROA dan ROE.
Nilai regresi piutang secara signifikan mempengaruhi ROA dan ROE pada taraf α
10%. Apabila ada penambahan nilai rasio hutang sebesar 1% maka akan
menambah ROA sebesar 0.135%. dan ROE sebesar 1.624%. Hasil ini sesuai
dengan hipotesis penelitian dimana financial asset ratio berpengaruh positif
terhadap ROA dan ROE. Nilai hasil regresi signifikan pada taraf nyata 5%.
Perubahan penurunan fixed financial assets ratio sebesar 1% maka akan
menambah ROA sebesar 0.296% dan ROE sebesar 3.715%. Hasil ini tidak sesuai
dengan hipotesis penelitian dimana FFAR berpengaruh positif terhadap ROA dan
ROE. Ketidaksesuaian hipotesis dengan hasil karena penanaman investasi belum
tentu berpengaruh langsung terhadap laba (ROA/ROE) pada saat itu juga.
Pengaruh yang akan terjadi akan terlihat pada waktu yang relatif lama karena
adanya lead time untuk pemasangan mesin dan juga alat pendukung sebelum
mesin tersebut menghasilkan produk untuk meningkatkan total penjualan
perusahaan. Perubahan ekspansi membawa perubahan kenaikan ROA menjadi
0.017% dan ROE sebesar 0.478%. Hasil ini sesuai dengan hipotesis penelitian
dimana ekspansi akan berpengaruh positif terhadap ROA. Dengan ekspansi
tersebut perusahaan dapat meningkatkan produksi untuk dapat meningkatkan
penjualan dan menghasilkan laba lebih besar. | |