| dc.description.abstract | Kinerja Keuangan Bank Syariah selain dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan BI rate, juga dipengaruhi oleh faktor internal bank seperti permodalan, likuiditas, kualitas aset, rentabilitas, dan efisiensi. Disamping faktor eksternal dan faktor internal tersebut, penelitian ini juga akan melihat faktor nilai kebajikan sebagai variabel yang mempengaruhi kinerja keuangan Bank Syariah. Nilai kebajikan dihitung dari jumlah Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) yang disalurkan Bank Syariah dibandingkan dengan Laba sebelum pajak.
Penelitian ini akan melihat keterkaitan antara inflasi sebagai salah satu parameter makroekonomi, dan rasio-rasio keuangan yang mencerminkan permodalan, likuiditas, kualitas aset, rentabilitas, dan efisiensi, seperti CAR, FDR, NPF, NOM, dan BOPO serta rasio nilai kebajikan (ZIS). Bank Syariah yang dijadikan sampel adalah Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, Bank Mega Syariah, BNI Syariah, dan BCA Syariah. Kelima bank ini dijadikan objek penelitian dengan pertimbangan sudah beroperasi sejak tahun 2010, dan memiliki laporan penghimpunan dan penyaluran ZIS yang dipublikasikan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Nilai kebajikan serta parameter kinerja makroekonomi dan keuangan lainnya secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Return on Asset (ROA) yang merupakan salah satu indikator kinerja. Manajemen bank syariah harus dapat mengelola dengan baik atas nilai kebajikan yang tercermin dari penyaluran ZIS, karena setiap 1% kenaikan rasio nilai kebajikan akan berdampak pada kenaikan ROA sebesar 0,95%. Selain itu manajemen juga harus memberikan perhatian lebih kepada pengelolaan Net Operating Margin (NOM), karena setiap 1% kenaikan NOM akan berdampak pada kenaikan ROA sebesar 0,50%. | |