| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini mengukur efisiensi asuransi jiwa syariah di
Indonesia selama periode2011-2014, yang dilanjutkan dengan menganalisis
pengaruh terhadap faktor rasio tingkat solvabilitas dana Tabbaru’ dan Rasio
tingkat solvabilitas dana perusahaanasuransi jiwa syariah di Indonesia terhadap
efisiensiasuransi jiwa syariah di Indonesiasehinggadapat dirumuskan suatu
implikasi kebijakan untuk asuransi jiwa syariah agar dapat lebih efisien.
Salah satu aspek paling penting bagi keberhasilan suatu perusahaan adalah
efisiensi.Efisiensi tidak hanya sekadar menekan biaya serendah mungkin tetapi
menyangkut pengelolaan hubungan input dan output yaitu bagaimana mengelola
faktor-faktor input sehingga dapat memberikan hasil outputyang optimal.Suatu
perusahaan akan dianggap lebih efisien apabila dengan tingkat input tertentu dapat
menghasilkan output lebih banyak atau pada tingkat output tertentu bisa
menggunakan input lebih sedikit.
Penelitian inimenggunakan alat analisis Data Envelopment Analisis (DEA)
dengan pendekatan Constant Return Scale (CRS) dan Variabel Return Scale
(VRS) dengan Orientasi Input dan Output, sedangkan sample diambil secara
Perposive yaitu data 14 perusahaan asuransi jiwa syariah di Indonesia dari tahun
2011 sampai dengan 2014 , yang dilanjutkan dengananalisis Tobit pada tingkat
kedua.
Penelitian ini menunjukan bahwa secara rata-rata hasil analisis DEA untuk
seluruh DMU(Decition making Unit) belum efisien, baik efisiensi secara
ekonomis (overall technical) atau CRS dengan skor 0,693116, efisiensi secara
teknik (pure technical) atau VRS dengan skor 0,776011,dan skor efisiensi untuk
efisiensi secara skala sebesar 0,884275, dari rata-rata skorefisiensi, Perusahaan
asuransi jiwa syariah di Indonesia masih dapat diingkatkan potensinya untuk lebih
efisien, baik dari ekonomis (CRS) atau teknis (VRS) dari orientasi input maupun
output, dengan besaran yang berbeda beda pada setiap perusahaan, sedangkan
pada Analisis tingkat ke dua (Analisis Tobit) menunjukan bahwa rasio tingkat
solvabilitas dana Tabbaru’memiliki pengaruh Positif dan signifikan terhadap
efisiensi teknis dan skala,Sedangkanrasio tingkat solvabilitas dana
perusahaanmemiliki pengaruh Positif dan signifikan terhadap efisiensi
ekonomisdan skala
Implikasi manajerial dari penelitian ini diharapkan jumlah perusahaan
asuransi jiwa syariah yang mandiri dapat terus tumbuh dan berkembang.
Kebijakan atau regulasi pemerintah sebagai Pionir sangat dibutuhkan mengingat
industri ini memiliki potensi yang besar dan juga tetap harus memberikan rasa
aman kepada masyrakat terhadap ketersediaan dana peserta guna mengantisipasi
resiko-resiko yang akan datang. Dari Penelitan ini perusahaan-perusahan asuransi
jiwa syariah yang telah efisien dapat dijadikan benchmark dalam menyusun
strategi atau kebijakan perusahaan agar lebih efisien sebagai pengembangan dari
Potential Improvement yang ada sebagai salah satu dasar pertimbang pengambilan keputusan. Merger atau akusisi pun dapat dilakukan sehingga
pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien dapat tercapai. Semoga penelitian ini
dapat dijadikan bahan masukan bagi nasabah atau calon nasabah dalam memilih
asuransi jiwa syariah di Indonesia | |