| dc.description.abstract | Tujuan penelitian adalah 1) mengidentifikasi faktor-faktor penentu kepuasan pelaku usaha terhadap layanan perizinan pendaftaran pupuk yang mempengaruhi kepuasan pelaku usaha pertanian, 2) menganalisis tingkat kepuasan pelaku usaha terhadap pelaksanaan pelayanan perizinan di Kementerian Pertanian dan 3) merumuskan kebijakan yang tepat dalam upaya meningkatkan kepuasan pelaku usaha pertanian terhadap layanan pendaftaran pupuk.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah, pengambilan sampling dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara langsung cara sensus (semua pendaftar dijadikan responden), analisa yang digunakan adalah: 1) tabulasi silang yaitu pola analisa yang dilakukan dengan cara melakukan tabel silang (cross-tabulation) frekuensi yang dapat memberikan gambaran dominasi atau kecenderungan faktor yang mempengaruhi pengambilan faktor yang mempengaruhi kepuasan pelaku usaha dalam proses pendaftaran izin edar pupuk di Kementerian Pertanian., 2) analisa jalur (path analysis) pada dasarnya adalah sarana untuk menganalisis hubungan kausal antara variabel guna mengetahui baik pengaruh langsung maupun tak langsung diantara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan Lisrel 8.30.
Hasil penelitain menunjukan bahwa secara langsung variabel keandalan (reliability) dan empati (empathy) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan sedangkan tampilan fisik (tangible), ketanggapan (responsiveness) dan jaminan (assurance) tidak berpengaruh signifikan. Secara langsung tidak ada satupun variabel yang memberikan pengaruh signifikan pada keinginan. merekomendasikan (rekomendasi). Secara tidak langsung dengan melalui kepuasan, tampilan fisik (tangible), keandalan (reliability) serta ketanggapan petugas (responsiveness) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rekomendasi.
Untuk mengetahui besaran pengaruh secara keseluruhan terhadap keinginan merekomendasikan, maka dapat dilakukan penghitungan total. Dari nilai T hitung disimpulkan bahwa variabel jaminan (assurance) memberikan pengaruh terkecil terhadap rekomendasi, dan variabel yang paling berpengaruh adalah tampilan fisik (tangible). Sama dengan hasil yang didapatkan pada analisis pengaruh tidak langsung, pada pengaruh total dijelaskan bahwa yang berpengaruh signifikan terhadap rekomendasi adalah variabel tangible, reliability dan responsiveness, sedangkan assurace dan empathy tidak memberikan pengaruh vang signifikan.
Mengingat Kementerian Pertanian (PPVTPP dan Ditjen PSP) merupakan instansi pemerintah yang selalu dituntut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam hal ini para pelaku usaha yang mengurus perizinan maka pihak manajemen PPVTPP dan Ditjen PSP perlu melakukan upaya peningkatan kualitas layanan dan melakukan penelitian mengenai kepuasan pelanggan lanjutan sebagai landasan penetapan alternatif strategi kualitas pelayanan berikutnya. Berkenaan dengan perubahan sistem dan tatacara alur....dst. | |