Show simple item record

dc.contributor.advisorBeik, Irfan Syauqi
dc.contributor.advisorTanjung, Hendri
dc.contributor.authorCoryna, Ita Aulia
dc.date.accessioned2025-08-07T09:39:16Z
dc.date.available2025-08-07T09:39:16Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167139
dc.description.abstractPotensi zakat di Indonesia merupakan potensi zakat yang terbesar di dunia, yaitu sebesar 217 trilliun rupiah (BAZNAS dan FEM IPB, 2011). Namun realisasi penghimpunan zakat nasional tidak sampai 2 persen dari total potensi yang ada. Menurut laporan BAZNAS penghimpunan zakat tahun 2014 dalam skala nasional sebesar 3,2 trilliun rupiah. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang sangat tinggi antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat nasional di Indonesia. Dalam rangka membantu pelaku industri zakat Indonesia menyerap potensi yang ada, pemerintah belum lama ini mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 tahun 2014 yang ditujukan kepada seluruh lembaga pemerintah agar memfasilitasi para karyawan di institusi masing-masing untuk menyalurkan dana zakatnya melalui BAZNAS. Adapun instruksi yang ditujukan kepada BAZNAS yaitu untuk melakukan sosialisasi hingga melakukan proses penghimpunan zakat dari setiap lembaga pemerintah. Berdasarkan latar belakang di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi bagi BAZNAS dalam menjalankan Inpres tersebut dengan terlebih dahulu menganalisis faktor-faktor internal dan juga eksternal BAZNAS. Analisis faktor internal BAZNAS menunjukkan bahwa BAZNAS memiliki masing-masing lima faktor kekuatan dan juga lima faktor kelemahan. Yang menjadi kekuatan internal BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014 antara lain tokoh BAZNAS yang memiliki jaringan ke lembaga pemerintah, transparansi dan akuntabilitas keuangan yang dimiliki oleh BAZNAS, program-program pemberdayaan unggulan, model penghimpunan dana zakat dan kejasama yang sudah dijalankan oleh BAZNAS dengan banyak lembaga di dalam maupun luar negeri. Sedangkan yang menjadi kelemahan internal BAZNAS antara lain sistem jaringan IT di BAZNAS daerah, jumlah SDM terbatas, besaran APBN yang diterima tiap tahunnya, rangkap jabatan di BAZNAS pusat, dan pemahaman tentang zakat yang belum merata di kalangan amil. Analisis faktor eksternal BAZNAS menunjukkan bahwa BAZNAS juga memiliki lima faktor peluang dan lima faktor hambatan. Yang menjadi peluang bagi BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014 antara lain pergantian kabinet, pertumbuhan kelas menengah Muslim, hubungan dengan LAZ lain, tokoh masyarakat yang Pro Amil, dan peningkatan iklim syariah di Indonesia. Adapun hambatan utama yang dihadapi oleh BAZNAS antara lain birokrasi di lembaga pemerintah, sistem IT di lembaga pemerintah, pemahaman zakat yang rendah di masyarakat umum, tingkat kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap lembaga pemerintah, dan muzakki di lingkungan lembaga pemerintah memiliki jaringan zakat sendiri. Hasil analisis faktor internal dan eksternal memposisikan BAZNAS di dalam sel V pada matriks Internal-Eksternal, hal ini mengindikasikan bahwa BAZNAS paling baik dikendalikan dengan strategi menjaga dan mempertahankan. Dengan menggunakan analisis SWOT maka dirumuskan 9 alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014. Sembilan alternatif strategi yang didapatkan antara lain pemanfaatan peran tokoh BAZNAS untuk perluasan jaringan di lingkungan lembaga pemerintah, penguatan aliansi atau kerjasama yang telah terjalin untuk memberikan kemudahan kepada muzakki di lingkungan lembaga pemerintah, peningkatan kapasitas dan penguatan kapabilitas SDM, pengembangan dan pemerataan sistem IT di BAZNAS daerah, melakukan pendekatan dengan kabinet baru terkait peningkatan pembiayaan dari APBN, penguatan aliansi untuk menkreasikan zakat campaign di lingkungan lembaga, pemanfaatan peran tokoh BAZNAS untuk menembus birokrasi di lembaga pemerintah, peningkatan sosialisasi di lingkungan lembaga, dan melakukan mekanisme pengumpulan zakat melalui sistem payroll. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan suatu formulasi strategi untuk BAZNAS yang mengacu pada semua analisis yang telah dilakukan. Tahapan akhir penelitian ini dirumuskan menggunakan analisis QSPM guna memberikan arahan bagi BAZNAS agar dapat menjalankan Inpres tersebut secara optimal. Dari 9 alternatif strategi yang ada kemudian diukur daya tariknya terhadap setiap faktor internal dan juga faktor eksternal. Alternatif strategi dengan total nilai daya tarik tertinggi merupakan strategi prioritas. 3 strategi prioritas yang dapat dilakukan oleh BAZNAS dalam menjalankan Inpres No.3/2014 adalah melakukan pengumpulan dana zakat melalui sistem payroll, kemudian memanfaatkan peran tokoh BAZNAS untuk menembus birokrasi di lembaga pemerintah, serta meningkatkan sosialisasi terkait kinerja dan program-program unggulan BAZNAS di lingkungan kementarian dan lembaga tinggi negara
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleFormulasi Strategi Penghimpunan Zakat dan Badan Amil Zakat Nasionalid
dc.subject.keywordBaznasid
dc.subject.keywordPenghimpun Zakatid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordMatriks Internal-Eksternalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record