| dc.description.abstract | Distribusi adalah bagian dari 4 bauran pemasaran yang sangat berperan utnuk
meyakinkan ketersediaan barang di pasar. Aktivitas distribusi produk jadi dimulai dari
manufaktur sebagai supplier menuju distributor jika mengunakan pihak lain untuk
medistribusikan. Biaya yang timbul dari aktivitas ini adalah salah satunya biaya transportasi.
Biaya transportasi adalah bersifat variable dan bisa naik dan turun tergantung kepada
kapasitas alat transportasi, jenis produk dan jarak tempuh yang ditentukan oleh biaya angkut
dari transporter. Biaya transportasi akan diukur menjadi beban per karton produk. Dengan
demikian perlu dicari model pengiriman yang optimum untuk mencapai ketersediaan barang
didistributor dengan biaya yang paling minimum.
Penelitian akan menganalisa biaya pengiriman produk PT. Kreasi Mas Indah (KMI)
ke 4 wilayah pemasaran di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Cilegon. Alat yang digunakan
adalah Linear programming dengan software LINDO. Dan menganalisa secara deskriptif
mengapa penjualan produk KMI masih rendah dengan mengunakan analisa sebab akibat.
Masing-masing wilayah memiliki model yang berbeda sebagai berikut : Untuk
wilayah distribusi Jakarta pengiriman produk rootbeer can 330 ml mengunakan transporter
KMI dengan jenis truk colt diesel ¾, pengiriman rootbeer bottle 250 ml dengan transporter
Sumber Mulia dengan jenis truk Fuso, dan pengiriman produk zoda bottle 250 ml dengan
transporter MMS dengan jenis truk Fuso. Wilayah distribusi Bekasi untuk pengiriman Root
beer can 330 ml menggunakan transporter Sumber Mulia dengan truck diesel, dan
transporter KMI dengan jenis truk colt ¾. Untuk root beer dan zoda owb 250ml
menggunakan transporter sumber mulia dengan truk fuso. Untuk wilayah distribusi
Tangerang untuk Root beer can 330 ml, rootbeer bottle 250 ml dan zoda bottle 250 ml
dengan menggunakan transporter MMS dengan jenis truck colt diesel. Untuk wilayah
distribusi Cilegon diprioritaskan untuk Root beer can 330 ml, rootbeer bottle 250 ml dan zoda
bottle 250 ml dengan menggunakan transporter MMS dengan truk Fuso. Dengan
mengunakan metode LP menghasilkan penurunan biaya pengiriman Jakarta 21%, Bekasi 5%,
Tangerang 11% dan Cilegon 18%. Total penghematan sebesar 2.4% atau sekitar 22 juta
rupiah tahun 2012 apabila mengunakan model pengiriman di atas.
Pola pengiriman produk KMI dari satu jenis produk akan memberikan biaya
pengiriman yang lebih besar dibandingkan dengan pengiriman produk dengan cara dicampur
dengan dengan produk yang lain dari tiga produk utama KMI yaitu rootbeer kaleng, rootbeer
botol dan zoda botol. Rata-rata permintaan ketiga produk yang selalu ada setiap periode atau
bulan bersangkutan diperlukan komunikasi antara distributor dengan tim sales untuk
mengatur pembukaan order atau permintaan dari distributor. Permintaan tersebut diarahkan
terdiri dari kebutuhan ketiga produk tersebut untuk membantu tim logistik KMI melakukan
pengiriman secara efisien, karena jika semua PO dilayanani akan menambah frekuensi
pengiriman dengan pemakaian kapasitas angkut kendaraan yang rendah. Permintaan ketiga
produk dalam bersamaan kemungkinan besar menyelesaikan masalah kekurangan beberapa
jenis produk tersebut dipasar. Managemen KMI disarankan untuk memperkuat team sales
dari jumlah orang dan kualitas orang dan melakukan aktivitas pemasaran seperti promosi,
pemotongan harga dan online media | |