| dc.description.abstract | Pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan II tahun 2015
hanya dapat tumbuh sebesar 4,67% lebih rendah daripada pertumbuhan ekonomi
tahun 2014 sebesar 5,1%. Sementara itu, operasional perbankan menjadi semakin
kompleks akibat inovasi pasar keuangan dan internasionalisasi arus keuangan.
Teknologi pesat serta deregulasi sistem keuangan global memberikan kesempatan
baru sekaligus meningkatkan persaingan di antara institusi keuangan, serta
memperluas akses bank terhadap sumber dana dengan diciptakannya beragam
instrumen keuangan untuk senantiasa menjaga risiko likuiditas, solvabilitas dan
profabilitas institusi keuangan. Kompleksitas inovasi pasar keuangan dan
persaingan berpotensi meningkatnya berbagai macam risiko dan mempengaruhi
imbal hasil institusi keuangan serta instrumen pasar keuangan diantaranya adalah
risiko likuiditas.
Manajemen likuiditas dapat dilakukan melalui pasar keuangan seperti,
pasar uang, pasar modal dan pasar valuta asing sebagai upaya mendukung
pengelolaan likuiditas, penunjang aliran modal investasi serta memenuhi
kebutuhan terhadap mata uang asing dalam aktivitas impor untuk medorong
pertumbuhan ekonomi. Pasar uang merupakan wadah pertemuan abstrak tempat
para pemilik dana jangka pendek dengan batasan waktu satu hari hingga satu
tahun dan pada umumnya kurang dari 90 hari dapat menawarkan dana kepada
calon pengguna yang membutuhkannya. Pasar uang dibutuhkan dalam sistem
perekonomian untuk mengatasi arus kas yang tidak sesuai antara inflows dan
outflows dari institusi yang membutuhkan.
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada periode
pengamatan dengan menggunakan financial modelling dan efficient frontier maka
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut bahwa alternatif portofolio nvestasi aling
efisien dan optimal berdasarkan hasil olahan data portofolio investasi yang
terdapat instrumen SIMA memiliki tingkat risiko yang tidak begitu tinggi.
Sedangkan untuk tingkat expected return meskipun trennya menaik namun
tingkat flutuasi tinggi sehingga pada expected return tidak memiliki perbedaan
yang terlalu jauh. Namun kombinasi portofolio yang terdapat instrumen PBS 002
memiliki tingkat expected return yang cukup tinggi.
Sedangkan rekomendasi portofolio berinvestasi di pasar keuangan syariah
penelitian ini menyimpulkan bahwa portofolio yang berisi kombinasi SIMA –
PBS 002 memiliki portofolio yang paling efisien dengan tingkat pengembalian
yang tinggi dan dengan tingkat risiko yang masih dapat ditoleransi oleh investor.
Hal ini juga tidak bertentangan dengan prinsip syariah bahwa pada setiap
keuntungan yang diperoleh, maka investor harus siap akan risiko yang akan
dihadapinya. | |